Friday, October 24, 2008

Materi Teater

Pelaku : Karakter / Watak :
1.Mang Sadi - Baik, Tidak sombong dan Sabar.
2.Anak Kecil - Suka menolong, baik
3.Mamanya - Sombong dan galak


Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang menjual jeruknya, tapi tidak ada satupun yang mampir atau singgah untuk membeli jeruknya dan sinar mataharipun sangat panas, dan ketika lama kelamaan ada mobil sedan yang melambat dan percakapan pun terjadi.

Anak Kecil “ Ma,,,adek ingin Jeruk”
Mang sadi “ Ayocoba dek, Jeruknya manis-manis lho,murah lagi!”
Mama “ husssh, adek apa-apaan sih.”
Anak Kecil “ Adek pingin jeruk itu, beli ya ma (Bujuk Anak itu)”
Mama “ Nanti mama beliin jeruk yang ada di supermarket ya, dan jeruknya lebih manis, gede, jeruk sankis lebih segar”
Mang Sadi “ Tapi jeruk saya nggak kalah segar Bu, manis lagi!
Mama “ Saya enggak percaya sama tukang – tukang jualan yang dipinggir jtrotoar ini, banyak boongan, mendingan beli di Supermarket lebih bagus kualitasnya.
Anak Kecil “ tapi adek pingin jeruk ma. Adek pingi sekalima.”
Mam “ Iya,,,iya. Mama beliin. Pak sopir kita langsung ke Supermarket ya.”

Lalu mobil sedan itu pergi, Mang Sadi jadi mengeluh dan rasanya ingin sekali mengutuk ibu itu, karena ibu itu sombong dan angkuh. Akhirnya Mang Sadi pulang juga, ketika dipertengahan jalan ada banyak orang dan Mang sadi pun mendekatinya, lalu percakapan pun dimulai.

Mang Sadi “ Pak ada demo ya? (Tanya Mang Sadi kepada seorang yang sedang berdemo).”
Orang yang mendemo “ Iya, demo Karyawan PT. Percetakkan Expres. Mereka Demo dari kemarin pak.”
Mang Sadi “ Buat apa mereka demo? “
Orang yang mendemo “ Buat menuntut pengunduran diri bosnya. Katanya bosnya dictator apalagi bosnya seorang dictator.”
Mang Sadi “ Aduh kasihan teman-teman yang berdemo, kehausan lebih baik saya berikan saja jerik ini kepada teman-teman yang berdemo. Lagian buat amal dan Mang Sadi pun mendekati mereka, boleh saya membantu? “
Laki-laki pertama “ Bapak siapa? (Tanya laki-laki pertama) “
Mang Sadi “ Saya penjual jeruk, kebetulan hari ini jeruk saya masih belum terjual sama sekali, bagaimana kalau jeruk saya untuk kalian yang kehausan? “
Laki-laki pertama “ Apa bapak tidak rugi? “
Mang Sadi “ Ah, tidak apa-apa, namanya juga amal.”
Orang yang berdemo “ Ya kalau begitu terima kasih pak. ( Sambil menepuk pundak Mang Sadi) “
Mang Sadi “ (Mang Sadi pun merasa sejuk walaupun kepalanya terasa sakit) “

Akhirnya, Bos-bos besar bersyukur dan memberhentikan Bos Gendut itu. Semoga amal ibadah Mang Sadi di balas oleh Yang Maha Kuasa, Amien.

1 comment:

smk pp negeri cianjur said...

tERIMA KASIH,,SUNGGUH MEMBANTU...