Saturday, November 29, 2008

DAMPAK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG TIDAK TRANSPARAN

1. Pengertian Pemerintah dan Pemerintahan
Istilah pemerintah (Government) dapat dibedakan dengan pemerintahan (governing). Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata Pemerintah berarti Lembaga atau orang yang bertugas mengatur dan memajukan Negara dengan rakyatnya. Sedangkan Pemerintahan adalah hal cara, hasil kerja memerintah, mengatur Negara dengan rakyatnya. Pemerintah dalam arti organ merupakan alat kelengkapan pemerintahan yang melaksanakan fungsi Negara. Dalam organ, pemerintah dapat dibedakan baik dalam arti luas maupun dalam arti sempit.
Adalah suatu pemerintah yang berdaulat sebagai gabungan semua badan atau lembaga kenegaraan yang berkuasa dan memerintah di wilayah suatu Negara meliputi badan eksukutif, legislative, dan yudikatif




Adalah suatu pemerintah yang berdaulat sebagai badan atau lembaga yang mempunyai wewenang melaksanakan kebijakan Negara (eksekutif) yang terdiri dari Presiden, wwkil presiden, dan para menteri (kabinet)

Dewasa ini, sudah banyak Negara yang meninggalkan pola penyelenggaraan pemerintah tradisional yang lebih menekan perspektif hubungan yang bersifat “top-down” , atau pendekatan “aturan-aturan rasional” (Rule-Central-rule Approach). pemerintahan sekarang mulai menyadari pentingnya peran swasta dan masyarakat untuk secara bersama-sama mewujudkan tujuan nasional secara kolaboratif, sehingga terjadi perubahan paradigma dimana pola-pola yang dikembangkan lebih banyak “bottom-up” dan kemitraan. Untuk lebih jelasnya perubahan paradigma dan pengaruhnya terhadap hubungan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dapat dilihta pada gambar dibawah ini:
Government Governance






2. Karakteristik Pemerintahan
Dalam masyarakat modern atau post-modern dewasa ini, pola pemerintahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristiknya masing-masing adalah sebagai berikut:
a. Kompleksitas
Dalam menghadapi kondisi yang kompleks, pola penyelenggaraan pemerintahan perlu ditekankan pada fungsi koordinasi dan komposisi
b. Dinamika
Dalam hal ini pola pemerintahan yang dapat dikembangkan adalah pengaturan atau pengendalian (steering) dan kolaborasi (pola interaksi saling mengendalikan diantara berbagai actor yang terlibat dan atau kepentingan dalam bidang tertentu)
c. Keanekaragaman
Masyarakat dengan berbagai kepentingan yang beragam dapat diatasi dengan pola penyelenggaraan pemerintahan yang menekankan pengaturan (regulation) dan integrasi atau keterpaduan (integration)
Berdasarkan hal²=hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan (Governing) dapat dipandang sebagai “Intervensi prilaku politik dan social yang berorientasi hasil, yang diarahkan untuk menciptakan pola interaksi yang stabil atau dapat diprediksikan dalam suatu system (sosial-politik), sesuai dengan harapan ataupun utjuan dari para pelaku intervensi tersebut”

3. Konsepsi Kepemerintahan (Governance)
Kepemerintahan atau Governance merupakan tindakan, fakta, pola kegiatan atau penyelenggaraan pemerintahan. Menurut Kooiman, Kepemerintahan lebih merupakan serangkaian proses interaksi social politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyrakat dan intervensi pemerintahan atas kepentingan-kepentingan tersebut. Sedangkan dalam pandangan Pinto, istilah “governance” mengandung arti : Praktek penyelenggaraan kekuasaan dan kewenangan oleh pemerintah dalam pengelolaan urusan pemerintahan secara umum, dan pembangunan ekonomi khususnya.
Kooiman memandang sebagai sebuah struktur yang muncul dalam system sosial-politik yang merupakan hasil dari tindakan intervensi interaktif diantara berbagai actor yang telibat. Sesuai dengan karakteristik interaksi antara pemerintah dan masyrakat yang cenderung bersifat plural, konsepsi tersebut tidak hanya dibatasi pada salah satu unsure pelaku atau kelompok pelaku tertentu. Sebagaiman dinyatakan Marin dan Mayntz, kepemerintahan politik dalam masyarakat modern tidak bisa lagi dipandang sebagai pengendalian pemerintahan terhadap masyarakat, tetapi muncul dari pluralitas pelaku penyelenggaraan pemerintahan.
4. Aktor dalam Kepemerintahan
Dalam penyelenggaraan kepemerintahan disuatu Negara, terdapat 3 (tiga) omponen besar yang harus diperhatikan, karena peran dan fungsinya yang sangat berpengaruh dalam menentukan maju mundurnya pengelolaan Negara, yaitu:
a. Negara dan Kepemerintahan
Yaitu merupakan keseluruha lembaga politik dan sector public. Peran dan tanggungjawabnya adalah dibidang hukum, pelayanan public, desentralisasi, transparansi umum dan Pemberdayaan masyrakat, penciptaan pasar yang kompetitif, membangun lingkungan yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembangunan baik pada level local, nasional, maupun internasional.

b. Sector swasta
yaitu perusahaan swasta yang aktif dalam interaksi system pasar, sperti: industri, perdagangan, perbankan, dan koperasi sector informal. Peranannya adalah meningkatkan produktifitas, menyerapk tenaga kerja, mengembangkan sumber penerimaan Negara, investasi, pengembangan dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

c. Masyarakat Madani
Kelompok masyrakat yang berinteraksi secara social, politik dan ekonomi. Dalam konteks kenegaraan, masyarakat merupakan subjek pemerintahan, pembangunan, dan pelayan public yang berinteraksi secara social, politik dan ekonomi. Masyarakat harus diberdayakan agar berperan aktif dalam medukung terwujudnya kepemerintahan yang baik.

5. Kepemerintahan yang Baik (Good Governance)
a. Pengertian
Terminology “good” dalam istilah good governance mengandung dua pengertian. Pertama: nilai-nilai yang menjunjung tinggi keinginan/kehendak rakyat dan nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam pencapaian tujuan (nasional), kemadirian, pembangunan berkelanjutan, dan keadilan social.
Kedua : aspek-aspek fungsional dari pemerintahan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut, kepemerintahan yang baik berorientasi pada 2 (dua) hal, yaitu:
• Orientasi Ideal Negara
Yang diarahkan pada pencapaian tujuan nasional, yaitu mengacu pada demoratis dengan elemen: legitimacy, accountability, otonomi dan devolusi (pendelegasian wewenang) kekuasaan kepada daerah dan adanya mekanisme control oleh masyarakat
• Pemerintahan yang Befungsi secara Ideal
Yaitu secara efektif dan efisien melakukan upaya pencapaian tujuan nasional. Hal ini tergantung pada sejauh mana pemerintah memiliki kompetensi, struktur dan mekanisme politik serta administrative yang berfungsi secara efektif dan efisien.

Berikut ini adalah beberapa pendapat atau pandangan tentang wujud kepemerintahan yang baik ( good governance), yaitu:

• World Bank (2000)
Good governance adalah suatu penyelenggaaan manajemen pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi korupsi, baik secara politik maupun administrative, menjalankan disiplin anggaran penciptaan legal dan political framework bagi tumbuhnya aktifitas swasta.

• UNDP
Memberikan pengertian Good Governance sebagai suatu hubungan yang sinergis dan konstruktif di antara Negara, sector swasta dan masyarakat

• Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000
Kepemerintahan yang baik adalah kepemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip prifesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektifitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyrakat

• Modul Sosialisasi AKIP (LAN & BPKP 2000)
Good Governance merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan Negara; oleh sebab itu, melaksanakan penyediaan Public goods dan services. Good Governance yang efektif menuntut adanya “alignment “ (koordinasi) yang baik dan integritas, profesionalisme serta etos kerja dan moral yang tinggi. Agar kepemerintahan yang baik menjadi realitas dan berhasil diwujudkan, diperlukan komitmen dari semua pihak, pemerintah, dan masyrakat.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa Good Governance bersenyawa dengan system administrative Negara, maka upaya untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik merupakan upaya melakukan penyempurnaan system administrasi Negara yang berlaku pada suatu Negara secara menyeluruh. Dalam kaitan dengan ini Bagir Manan menyatakan bahwa “sangat wajar apabila tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang baik terutama ditujukan pada pembaruan administrasi Negara dan pembaruan penegakan hukum”
Hal ini dikemukakan karena dalam hubungan dengan pelayanan dan perlindungan rakyat ada dua cabang pemerintahan yang berhubungan langsung dengan rakyat, yaitu administrasi Negara dan penegak hukum.

c. Aspek-Aspek Good Governance
Dari sisi pemerintah (government), Good Governance dapat dilihat melalui aspek-aspek sebagai berikut:
• Hukum/Kebijakan
Merupakan aspek yang ditujukan pada perlindungan kebebasan
• Administrative competence and transparency
Kemampuan membuat perencanaan dan melakukan implementasi secara efisien, kemampuan melakukan penyederhanaan organisasi, penciptaan disiplin, dan model administrative keterbukaan informamsi
• Desentralisasi
Desentralisasi regional dan dekonsentrasi di dalam departemen
• Penciptaan pasar yang Kompetitif
Penyempurnaan mekanisme pasar, peningkatan peran pengusaha kecil, dan segmen lain dalam sector swasta, deregulasi dan kemampuan pemerintahan melakukan control terhadap makro ekonomi

c. Karakteristik Kepemerintahan yang baik menurut UNDP (1997)
UNDP mengemukakan bahwa karakteristik atau prinsip-prinsipnya yang harus dianut dan dikembangkan dalam praktek penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, mencakup:
1) Partisipasi (Participation)
Keikutsertaan amsyarakat dalam proses pembuatan keputusan, kebebasan berserikatdan berpendapat, serta kebebasan untuk berpartisipasi secara konstruktif
2) Aturan Hukum (rule of law)
Hukum harus adil tanpa pandang bulu, ditegakkan dan dipatuhi secara utuh (impartially) terutama aturan hukum tentang hak-hak manusia
3) Transparan (Transparency)
adanya kebebasan aliran informasi dalam berbagai proses kelembagaan sehingga mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus disediakan secara memadai dan mudah dimengerti, sehingga dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi
4) Daya Tanggap (Responsiveness)
Setiap institusi prosesnya harus diarahkan pada upaya untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders)
5) Berorientasi Konsensus (Consensus Orientation)
Bertindak sebagai mediator bagi berbagai kepentingan yang berbeda untuk mencapai kesepakatan. Jika dimungkinkan, dapat diberlakukan terhadap berbagai kebijakan dan prosedur yang akan ditetapkan pemerintah
6) Berkeadilan (equity)
Memberikan kesempatan yang sama baik terhadap laki-laki maupun perempuan dalam upaya meningkatkan dan memelihara kualitas hidupnya
7) Efektivitas dan efisiensi (effectiveness and efficience)
Segala proses dan kelembagaan dirahkan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan melalui pemanfaatan yang sebaik-baiknya berbagai sumber yang tersedia
8) Akuntabilitas (accountability)
Para pengambil keputusan (pemerintah, swasta dan masyarakat madani) memilik pertanggung jawaban kepada public sesuai dengan keputusan baik internal maupun eksternal
9) Bervsisi Strategis (Strategic Vision)
Para pemimpin masyarakat dan memiliki perspektif yang luas dan jangka panjang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan manusia dengan memahami aspek-aspek histories, cultural, dan kompleksitas social yang mendasari perspektif mereka
10) Saling Keterkaitan (interrelated)
Adanya saling memperkuat dan terkait (mutually reinforching) dan tidak bisa berdiri sendiri

Sedangkan dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia pasca gerakan reformasi nasional, prisnip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik tertera dalam Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dalam pasal 3 dan penjelsannya ditetapkan asas-asas umum pemerintahan yang mencakup:
1) Asas Kepastian Hukum
Yaitu asas dalam Negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan Negara


2) Asas Tertib Penyelenggaraan Negara
Adalah asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan Negara
3) Asas Kepentingan Umum
Adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif
4) Asas Keterbukaan
Adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan Negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia Negara
5) Asas Proporsionalitas
Adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggaraan Negara
6) Asas Profesionalitas
Yaitu asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundnag-undangan yang berlaku
7) Asas Akuntabilitas
Adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggaraan Negara harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

6. Dampak Pemerintahan yang Tidak Transparan

Suatu pemerintahan atau kepemerintahan dikatakan Transparan (terbuka), apabila dalam penyelenggaraan kepemerintahannya terdapat kebebasan aliran informasi dalam berbagai proses kelembagaan sehingga mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan. Berbagai informasi telah disediakan secara memadai dan mudah dimengerti, sehingga dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi. Kepemerintahan yang tidak transparan, cepat atau lambat cendrung akan menuju kepemerintahan yang korup, otoriter, atau diktatur.
Dalam penyelenggaraan Negara, pemerintah dituntut bersikap terbuka terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuatnya termasuk anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Sehingga mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi terhadap kebijakan tersebut pemerintah dituntut bersikap terbuka dalam rangka ”akuntabilitas public”.
Realitasnya kadang kebijakan yang dibuat pemerintah dalam hal pelaksanaannya kurang bersikap ransparan, sehingga berdampak pada rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap setiap kebijakan yang dibuat pemerintah. Sebagai contoh, setiap kenaikan harga BBM selalu di ikuti oleh demonstrasi “penolakan” kenaikan tersebut. Pada hal pemerintah berasumsi kenaikan BBM dapat mensubsidi sector lain untuk rakyat kecil “miskin”, seperti pemberian fasilitas kesehatan yang memadai, peningkatan sector pendidikan, dan pengadaan beras miskin (raskin). Akan tetapi karena kebijakan tersebut pengelolaannya tidka transparan bahkan sering menimbulkan kebocoran (korupsi), rakyat tidak mempercayai kebijakan serupa dikemudain hari.

a. Factor penyebab terjadinya penyelenggaraan pemerintah yang tidak transparan
Terjadinya penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan disebabkan banyak hal disamping factor system politik yang bersifat tertutup, sehingga tidak memungkinkan partisipasi warga Negara dalam mengambil peran terhadap kebijakan public yang dibuat pemerintah, juga disebabkan karena sumber daya manusianya yang bersifat feudal, oportunitis, dan penerapan “aji mumpung” serta pendekatan “ingin dilayani” sebagai aparat pemerintah.
Secara umum beberapa factor penyebab terjadinya pemerintahan yang tidak transparan adalah sebagai berikut:

No Faktor-Faktor Uraian / Keterangan
1


















2




3





4 Pengaruh kekuasaan


















Moralitas




Sosial-Ekonomi





Politik dan Hukum • Penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya sehingga melakukan perbuatan “menghalalkan segala cara” demi ambisi dan tujuan politiknya
• Peralihan kekuasaan yang sering menimbulkan konflik, pertumpahan darah, dan dendam antara kelompok di masyarakat
• Pemerintah mengabaikan proses demokratisasi, sehingga rakyat tidak dapat menyalurkan aspirasi politiknya (saluran komunikasi tersumbat), maka timbul gejolak politik yang bermuaran pada gerakan reformasi yang menuntut kebebasan, kesetaraan, dan keadilan
• Pemerintahan yang sentralistis sehingga timbul kesenjangan dan ketidakadilan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sering memunculkan konflik vertika, yaitu adanya tuntutan memidahkan diri dari Negara
• Penyalahgunaan kekuasaan karena lemahnya fungsi pengawasan internal dan oleh lembaga perwakilan rakyat, serta terbatasnya akses masyarakat dan media massa untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan
• Terabaikannya nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai sumber etika sehingga dikemudian hari melahirkan perbuatan tercela antara lain berupaketidak adilan, pelanggaran hukum, dan pelanggaran hak asasi manusia
• Sering terjadinya konflik social sebagai konsekuensi keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang tidak dikelola dengan baik dan adil
• Perilaku ekonomi yang sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta berpihak pada sekelompok pengusaha besar
• System politik yang otoriter sehingga para pemimpinnya tidak mampu lagi menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyrakat
• Hukum telah menjadi alat kekuasaan sehingga pelaksanaannya banyak bertentangan dengan prinsip keadilan, termasuk masalah hak warga Negara dihadapan hukum

b. Akibat dari penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
Jika penyelenggaraan pemerintahan dilakukan dengan tertutup dan tidak transparan, secara umum akan berdampak pada tidak tercapainya kesejahteraan masyarakat atau warga Negara. Sebagaimana tercantum dalam konstitusi Negara, yaitu pencapaian masyarakat yang adil dan makmur.
Sedangkan secara khsusus, penyelenggaraan yang tidaktransparan akan berdampak:
• Rendahnya atau bahkan tidak adanya kepercayaan warga Negara terhadap pemerintahan
• Rendahnya partisipasi warga Negara terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah
• Sikap apatis warga Negara dalam mengambil inisiatif dan peran yang berkaitan dengan kebijakan public
• Jika warga Negara apatis, ditunjang dengan rezim yang berkuasa sangat kuatdan lemahnya fungsi legislative, KKN akan merajalela dan menjadi budaya yang mendarah daging (nilai dominan)
• Krisis moral dan akhlak yang berdampak pada ketidakadilan, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia
Prinsip-prinsip atau karakteristik yang telah dikemukakan UNDP tahun 1997 dijadikan Bench Marking (patok banding) tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan demikian, dapat dilihat beberapa indicator tentang penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan beserta akibatnya:

No Karakteristik Indicator Penyelenggaraan Keterangan / Akibat
1













2












3










4







5










6











7








8











9















10





Partisipasi













Aturan Hukum












Transparan










Daya Tanggap







Berorientasi Konsensus









Berkeadilan







Efektifitas dan Efesiensi





Akuntabilitas







Bervisi Strategis









Saling Keterkaitan









• Warga masyarakat dibatasi/tidak memiliki hak suara dalam proses pengambilan keputusan
• Informasi hanya sepihak (top down) lebih bersifat instruktif
• Lembaga perwakilan tidak dibangun berdasarkan kebebasan berpolitik (partai tunggal)
• Kebebasan berserikat dan berpendapat serta pers sangat dibatasi

• Hukum dan peraturan perundang-undangan lebih berhak kepada pengausa
• Menegakkan hukum (law enforcement) lebihabnyak berlaku bagi masyarakat bawah baik secara politik maupun ekonomi
• Peraturan tentang Hak-hak Asasi Manusia terabaikan demi stabilitas dan pencapaian tujuan negara

• Inforamsi yang diperoleh satu arah, yaitu hanya dari pemerintah
• Masyarakat sangat dibatasi dalam memperoleh segala bentuk inforamasi.
• Tidak ada atau sulit bagi masyarakat untuk memonitori / mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan

• Proses pelayanan sentralistik dan kaku.
• Banyak pejabat memposisikan diri sebagai penguasa
• Layanan kepada masyarakat masih diskriminatif, fan bertele-tele (tidak responsif)
• Pemerintah lebih banyak bertindak sebagai alat kekuasaan negara
• Lebih banyak bersifat komando dan indstruksi
• Segala macam bentuk prosedur lebih bersifat formalitas
• Tidak diberikannya peluang untuk mengadakan konsensus dan musyawarah

• Adanya diskriminasi gender dalam penyelenggaraan pemerintahan
• Menutup peluang bagi dibentuknya organisasi nonpemerintahan / LSM yang menuntut keadilan dalam berbagai segi kehidupan
• Banyak peraturan yang masih berpihak pada gender tertentu

• Manajemen penyelenggaraan negara konvensional dan terpusat (top down)
• Kegiatan penyelenggaraan negara lebih banyak digunakan untuk acara-acara seremonial
• Pemanfaat sumber daya manusia tidak terencana berdasarkan prinsip kebutuhan

• Pengambil keputusan di dominasi oleh pemerintah
• Swasta dan masyarakat memiliki peran yang sangat kecil terhadap pemerintah
• Pemerintah memonopoli berbagai alat produksi yang strategis
• Masyrakat dan pers tidak diberi kesempatan untuk menilai jalannya pemerintahan

• Pemerintah lebih luas dengan kemapaman yang tlah dicapai
• Sulit menerima perubahan terutama berkaitan dengan masalah politik, hukum dan ekonomi
• Kurang mau memahami aspek-aspek kultural, historis, dan kompleksitas sosial masyarakatnya
• Penyelenggaraan pemerintahan statis dan tidak memiliki jangkauan jangka panjang

• Banyaknya penguasa yang arogan dan mengabaikan peran swasta atau masyrakat
• Pemerintah merasa yang paling benar dan paling pintar dalam menentukan jalannya kepemerintahan
• Masukan dan kritik dianggap provokator anti kemapanan dan stabilitas
• Swasta dan masyarakat tidak diberi kesempatan untuk bersinergi dalam membangun negara • Warga masyrakat dan pers cendrung pasif, tidak ada kritik (unjuk rasa) tidak berdaya dan terkekang dengan berbagai aturan dan doktrin








• Penguasa menjadi otoriter, posisi tawar masyrakat lemah dan lebih banyak hidup dalam ketakutan dan tertekan









• Pemerintah sangat tertututp dengan segala kejelekannya sehingga masyrakat tidak banyak tahu apa yang terjadi pada negaranya






• Banyaknya pejabat yang memposisikan diri sebagai penguasa, segala layanan sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme



• Pemerintah cenderung otoriter karena menutup jslsn terlaksananya konsensus dan musyawarah







• Arogansi kekuasaan sangat dominan dalam menentukan penyelenggaraan pemerintahan







• Negara cenderung salah urus dalam mengelolah sumber daya alam dan sumber daya manusianya sehingga banyak pengangguran dan tidak memiliki daya saing




• Dominasinya pemrintah dalam semua lini kehidupan menjadikan warga masyarakatnya tidak berdaya mengontrol apa saja yang telah dilakukan pemerintahnya





• Banyaknya penguasa yang pro status quo dan kemapanan sehingga tidak memperdulikan terjadinya perubahan baik internal maupun eksternal negaranya









• Para pejabat pemerintah sering dianggap lebih atau tahu dalam segala hal, sehingga masyarakat tidak merasakan dan tidak punya keinginan untuk bersinergi dalam membangun negaranya









Dampak yang paling besasr terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah korupsi. Istilah “korupsi” dapat dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam praktiknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannnya dengan jabatan tanpa ada catatan admnistratif. Menurut MTI (Masyarakat Transparansi Internasional), “korupsi merupakan perilaku pejabat, baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.”
Korupsi tumbuh subur terutama pada negara-negara yang menerapkan sistem politik yang cenderung tertutup, seperti absolut, diktatur, totaliter, dam otoriter. Hal ini sejalan dengan pandangan Lord Acton, bahwa “the power tends to corrupt…” (kekuasaan cenderung untuk menyimpang) dan “… absolute power corrupts absolutely” (semakin lama seseorang berkuasa, penyimpangan yang dilakukannya akan semakin menjadi-jadi).
Di Indonesia, rezim pemerintahan yang paling korup adalah masa Orde Baru. Berdasarkan laporan Wold Economic Forum dalam “the global competitivennennssn report 1999”, kondisi Indonesia termasuk yang terburuk diantara 59 negara yang diteliti. Bahkan pada tahun 2002, menurut laporan “political and risk consultancy (PERC) atau Lembaga Konsultasi Politik dan Risiko yang berkedudukan di Hongkong, Indonesia” berhasil mengukir prestasim sebagai negara yang paling korup di Asia.
Tampaknya tdak salah lagi bahwa rezim Orde Baru yang berkuasa kurang lebih selama 32 (tiga puluh dua) tahun telah membawa Indonesia kejurang kehancuran krisis ekonomi yang berkepanjangan. Ini semua merupakan akumulasi dari pemerintahan yang dikelolah dengan tidak transparan, sehingga masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah meracuni semua aspek kehidupan dan mencangkup hampir semua institusi formal maupun nonformal. Mafia peradilan dan praktik politik uang merupakan contoh dari segudang bentuk praktik KKN.
1) Sebab-sebab korupsi
Mengenai sebab-sebab terjadinya korupsi, hingga sekarang ini para ahli belum dapat memberikan kepastian apa dan bagaimana korupsi itu terjadi. Tindakan korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan ada variabel lain yang ikut berperan. Penyebabnya dapat karena faktor internal si pelaku itu sendiri, maupun dari situasi lingkungan yang “memungkinkan” bagi seseorang untuk untuk melakukannya.
Berikut adalah pendapat ahli berkaitan dengan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak korupsi.
No Nama Tokoh Uraian / Keterangan
1 Sarlito W. Sarwono • Dorongan dari dalam diri sendiri (seperti keinginan, hasrat, kehendak, dan lain-lain)
• Rangsangan dari luar (seperti teman, adanya kesepakan, kurang kontrol, dan lain-lain)
2 Andi Hamzah • Kekurangan gaji pegawai negeri dibandingakan dengan kebutuhan yang makin meningkat
• Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasanya korupsi
• Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efisien yang memberikan peluang orang untuk korupsi
• Modernisasi pengembangbiakan korupsi

2) Ciri-ciri korupsi
Penyalahgunaan wewenang dengan jalan korupsi, tampaknya tidak hanya didominasi oleh oknum aparat pemerintahan, akan tetapi institusi lain juga melakukan hal sama dengan ciri-ciri sebagai berikut :
• Melibatkan lebih dari satu orang
• Pelaku tidak terbatas pada oknum pegawai pemerintahan, tetapi juga pegawai swasta
• Sering digunakan bahasa “sumir” untuk menerima uang sogok, yaitu: uang kopi, uang rokok, uang semir, uang pelancar, salam tempel, uang pelancar baik dalam bentuk uang tunai, benda tertentu atau wanita
• Umumnya bersifat rahasia, kecuali jika sudah membudaya
• Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang selalu tidak berupa uang
• Mengandung unsur penipuan yang biasanya ada pada bahan publik atau masyarakat umum
3) Akibat tindak korupsi
Siapapun pelakunya, sekecil apapun perbuatan tindak korupsi akan mendatangkan kerugian pada pihak lain. Beberapa akibat yang ditimbulkan dari tindakan korupsi yang pada umumnya tampak di permukaan adalah sebagai berikut :
• Mendelegetimasi proses demokrasi dengan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politi melalui politik uang
• Mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan publik, membuat tiadanya akuntabilitas publik dan manafikan the rule of law. Hukum dan birokrasi hanya melayani kekuasaan dan pemilik modal
• Meniadaklan sistem promosi (riward and punishment), karena lebihy dominan hubungan patronklien dan nepotisme
• Proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mangganggu pembangunan yang berkelanjutan
• Jatuh atau rusaknya tatanan ekonomi karena produk yang dijual tidak kompetitif dan terjadi penumnpukan beban utang luar negeri
• Semua urusan dapat diatur sehingga tatanan/ aturan dapat dibeli dengan sejumlah uang sesuai kesepakatan
• Lahirnya kelompok-kelompok pertemanan atau “koncoisme” yang lebih didasarkan kepada kepentingan pragmatisme uang
c. Upaya pencegahan terhadap penyelenggaraan pemerintah yang tdiak transparan
Upaya menghindari penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan sehingga melahirkan “budaya” korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dapat dilakukan, anatara lain melalui jalur-jalur sebagai berikut:
1) Formal pemerintah/ kekuasaan
(1) pemerintah dan pejabat publik perlu pengawasan melekat (waskat) dari aparat berwenang, DPR, dan masyarakat luas sehingga yang terbukti bersalah diberikan sanksi yang tegas tanpa diskriminasi
(2) mengefektifkan peran dan fingsi aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, para hakim, serta komisi pemberantas korupsi
(3) pembekalan secara intensif dan sistematis terhadap aparatur pemerintah dan pejabat publik dalam hal nilai-nilai agama dan sosial budaya
(4) menegakkan supermasi hukum dan perundang-undangan secara konsisten dan bertanggung jawab serta menjamin dan menghormati hak asasi manusia
(5) mengatur peralihan kekuasaan secara tertib, damai dan demokrastis sesuai dengan hukum dan perundang-undangan
(6) menata kehidupan politik agar distribusi kekuasaan dalam berbagai tingakat struktur politik dan hubungan kekuasaan dapat berlangsung dengan seimbang
(7) meningkatkan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam penyenggaraan negara serta memberdayakan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial secara konstruktif dan efektif
2) Organisasi non-pemnerintah dan media massa
(1) keterlibatab lemnbaga swadaya masyarakat (LSM) atau NGO (non-Government Organization) dalam mengawasi setiap kebijakan publik yang dibuat pemerintahan seperti ICW, MTI, GOWA dan sebagainya
(2) adanya kontrol sosial untuk perbaikan komunikasi yang berimbang antara pemerintah dan rakyat melalui berbagai media massa elektronik maupun cetak
3) Pendidikan dan masyarakat
(1) memperkenalkan sejak dini melalui pembelajaran di sekolah tentang pentingnya pemerintah yang transparan melalui mata pelajaran Kewarganegaraan
(2) menjadikan pancasila sebagai dasar negara yang mampu membuka wacana dan dialog interaktif di dalam masyarakat sehingga dapat menjawab tantangan yang dihadapi sesui dengan visi Indonesia masa depan
(3) meningkatkan kekurangan sosial anatara pemeluk agama, suku, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya melalui dialog dan kerja sama dengan prinsip kebersamaan, kesetaraan, toleransi, dan saling menghormati
(4) memberdayakan masyarakat melalui perbaikan sistem politik yang demokratis sehingga dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas, bertanggung jawab, menjadi panutan masyarakat, dan mampu mempersatukan bangsa dan negara



Jika penyelenggaraan pemerintahan dilakukan dengan tertutup dan tidak transparan, secara umum akan berdampak pada tidak tercapainya kesejahteraan masyarakat atau warga Negara. Sebagaimana tercantum dalam konstitusi Negara, yaitu pencapaian masyarakat yang adil dan makmur.
Sedangkan secara khsusus, penyelenggaraan yang tidaktransparan akan berdampak:
• Rendahnya atau bahkan tidak adanya kepercayaan warga Negara terhadap pemerintahan
• Rendahnya partisipasi warga Negara terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah
• Sikap apatis warga Negara dalam mengambil inisiatif dan peran yang berkaitan dengan kebijakan public
• Jika warga Negara apatis, ditunjang dengan rezim yang berkuasa sangat kuatdan lemahnya fungsi legislative, KKN akan merajalela dan menjadi budaya yang mendarah daging (nilai dominan)
• Krisis moral dan akhlak yang berdampak pada ketidakadilan, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia
Prinsip-prinsip atau karakteristik yang telah dikemukakan UNDP tahun 1997 dijadikan Bench Marking (patok banding) tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan demikian, dapat dilihat beberapa indicator tentang penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan beserta akibatnya:

No Karakteristik Indicator Penyelenggaraan Keterangan / Akibat
1













2












3










4







5










6











7








8











9















10





Partisipasi













Aturan Hukum












Transparan










Daya Tanggap







Berorientasi Konsensus









Berkeadilan







Efektifitas dan Efesiensi





Akuntabilitas







Bervisi Strategis









Saling Keterkaitan









• Warga masyarakat dibatasi/tidak memiliki hak suara dalam proses pengambilan keputusan
• Informasi hanya sepihak (top down) lebih bersifat instruktif
• Lembaga perwakilan tidak dibangun berdasarkan kebebasan berpolitik (partai tunggal)
• Kebebasan berserikat dan berpendapat serta pers sangat dibatasi

• Hukum dan peraturan perundang-undangan lebih berhak kepada pengausa
• Menegakkan hukum (law enforcement) lebihabnyak berlaku bagi masyarakat bawah baik secara politik maupun ekonomi
• Peraturan tentang Hak-hak Asasi Manusia terabaikan demi stabilitas dan pencapaian tujuan negara

• Inforamsi yang diperoleh satu arah, yaitu hanya dari pemerintah
• Masyarakat sangat dibatasi dalam memperoleh segala bentuk inforamasi.
• Tidak ada atau sulit bagi masyarakat untuk memonitori / mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan

• Proses pelayanan sentralistik dan kaku.
• Banyak pejabat memposisikan diri sebagai penguasa
• Layanan kepada masyarakat masih diskriminatif, fan bertele-tele (tidak responsif)
• Pemerintah lebih banyak bertindak sebagai alat kekuasaan negara
• Lebih banyak bersifat komando dan indstruksi
• Segala macam bentuk prosedur lebih bersifat formalitas
• Tidak diberikannya peluang untuk mengadakan konsensus dan musyawarah

• Adanya diskriminasi gender dalam penyelenggaraan pemerintahan
• Menutup peluang bagi dibentuknya organisasi nonpemerintahan / LSM yang menuntut keadilan dalam berbagai segi kehidupan
• Banyak peraturan yang masih berpihak pada gender tertentu

• Manajemen penyelenggaraan negara konvensional dan terpusat (top down)
• Kegiatan penyelenggaraan negara lebih banyak digunakan untuk acara-acara seremonial
• Pemanfaat sumber daya manusia tidak terencana berdasarkan prinsip kebutuhan

• Pengambil keputusan di dominasi oleh pemerintah
• Swasta dan masyarakat memiliki peran yang sangat kecil terhadap pemerintah
• Pemerintah memonopoli berbagai alat produksi yang strategis
• Masyrakat dan pers tidak diberi kesempatan untuk menilai jalannya pemerintahan

• Pemerintah lebih luas dengan kemapaman yang tlah dicapai
• Sulit menerima perubahan terutama berkaitan dengan masalah politik, hukum dan ekonomi
• Kurang mau memahami aspek-aspek kultural, historis, dan kompleksitas sosial masyarakatnya
• Penyelenggaraan pemerintahan statis dan tidak memiliki jangkauan jangka panjang

• Banyaknya penguasa yang arogan dan mengabaikan peran swasta atau masyrakat
• Pemerintah merasa yang paling benar dan paling pintar dalam menentukan jalannya kepemerintahan
• Masukan dan kritik dianggap provokator anti kemapanan dan stabilitas
• Swasta dan masyarakat tidak diberi kesempatan untuk bersinergi dalam membangun negara • Warga masyrakat dan pers cendrung pasif, tidak ada kritik (unjuk rasa) tidak berdaya dan terkekang dengan berbagai aturan dan doktrin








• Penguasa menjadi otoriter, posisi tawar masyrakat lemah dan lebih banyak hidup dalam ketakutan dan tertekan









• Pemerintah sangat tertututp dengan segala kejelekannya sehingga masyrakat tidak banyak tahu apa yang terjadi pada negaranya






• Banyaknya pejabat yang memposisikan diri sebagai penguasa, segala layanan sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme



• Pemerintah cenderung otoriter karena menutup jslsn terlaksananya konsensus dan musyawarah







• Arogansi kekuasaan sangat dominan dalam menentukan penyelenggaraan pemerintahan







• Negara cenderung salah urus dalam mengelolah sumber daya alam dan sumber daya manusianya sehingga banyak pengangguran dan tidak memiliki daya saing




• Dominasinya pemrintah dalam semua lini kehidupan menjadikan warga masyarakatnya tidak berdaya mengontrol apa saja yang telah dilakukan pemerintahnya





• Banyaknya penguasa yang pro status quo dan kemapanan sehingga tidak memperdulikan terjadinya perubahan baik internal maupun eksternal negaranya









• Para pejabat pemerintah sering dianggap lebih atau tahu dalam segala hal, sehingga masyarakat tidak merasakan dan tidak punya keinginan untuk bersinergi dalam membangun negaranya









Dampak yang paling besasr terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah korupsi. Istilah “korupsi” dapat dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam praktiknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannnya dengan jabatan tanpa ada catatan admnistratif. Menurut MTI (Masyarakat Transparansi Internasional), “korupsi merupakan perilaku pejabat, baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.”
Korupsi tumbuh subur terutama pada negara-negara yang menerapkan sistem politik yang cenderung tertutup, seperti absolut, diktatur, totaliter, dam otoriter. Hal ini sejalan dengan pandangan Lord Acton, bahwa “the power tends to corrupt…” (kekuasaan cenderung untuk menyimpang) dan “… absolute power corrupts absolutely” (semakin lama seseorang berkuasa, penyimpangan yang dilakukannya akan semakin menjadi-jadi).
Di Indonesia, rezim pemerintahan yang paling korup adalah masa Orde Baru. Berdasarkan laporan Wold Economic Forum dalam “the global competitivennennssn report 1999”, kondisi Indonesia termasuk yang terburuk diantara 59 negara yang diteliti. Bahkan pada tahun 2002, menurut laporan “political and risk consultancy (PERC) atau Lembaga Konsultasi Politik dan Risiko yang berkedudukan di Hongkong, Indonesia” berhasil mengukir prestasim sebagai negara yang paling korup di Asia.
Tampaknya tdak salah lagi bahwa rezim Orde Baru yang berkuasa kurang lebih selama 32 (tiga puluh dua) tahun telah membawa Indonesia kejurang kehancuran krisis ekonomi yang berkepanjangan. Ini semua merupakan akumulasi dari pemerintahan yang dikelolah dengan tidak transparan, sehingga masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah meracuni semua aspek kehidupan dan mencangkup hampir semua institusi formal maupun nonformal. Mafia peradilan dan praktik politik uang merupakan contoh dari segudang bentuk praktik KKN.
2) Sebab-sebab korupsi
Mengenai sebab-sebab terjadinya korupsi, hingga sekarang ini para ahli belum dapat memberikan kepastian apa dan bagaimana korupsi itu terjadi. Tindakan korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan ada variabel lain yang ikut berperan. Penyebabnya dapat karena faktor internal si pelaku itu sendiri, maupun dari situasi lingkungan yang “memungkinkan” bagi seseorang untuk untuk melakukannya.
Berikut adalah pendapat ahli berkaitan dengan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak korupsi.
No Nama Tokoh Uraian / Keterangan
1 Sarlito W. Sarwono • Dorongan dari dalam diri sendiri (seperti keinginan, hasrat, kehendak, dan lain-lain)
• Rangsangan dari luar (seperti teman, adanya kesepakan, kurang kontrol, dan lain-lain)
2 Andi Hamzah • Kekurangan gaji pegawai negeri dibandingakan dengan kebutuhan yang makin meningkat
• Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasanya korupsi
• Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efisien yang memberikan peluang orang untuk korupsi
• Modernisasi pengembangbiakan korupsi

Saturday, November 22, 2008

Pertanian

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang. Alhamdulillah saya telah selesai menyusun sebuah Makalah yang berjudul “Pertanian”.
Makalah ini sengaja saya susun, dengan maksud agar kita semua bisa mengetahui tentang pertanian yang lebih dalam.


LATAR BELAKANG
Mengetahui tentang pertanian merupakan salah satu ilmu pengetahuan bagi manusia dan akan kita bahas dalam makalah ini, dengan maksud agar kita dapat mengetahui tentang pertanian lebih mendalam.

PETANI DAN POHON INDUSTRI PADI

Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu nasib petani dari dulu sampai sekarang. Pada masa kolonial petani jatuh miskin karena surplus ekonomi diisap pemerintah kolonial. Saat ini petani miskin karena mereka tidak diuntungkan keadaan dan kondisi makreokonomi yang melingkupinya.
Hasil sementara sensus pertanian (SP) 2003 awal Januari 2004 membuktikannya. Dari seluruh indikator, kelompok bahan makanan harganya cenderung turun. Sepanjang 2003, kelompok ini mengalami deflasi 1,72 persen dan menyumbang deflasi 0,36 persen pada inflasi 2003. Sumbangan itu terutama berasal dari komoditas padi dan beras. Kestabilan harga pangan itu yang membuat inflasi sepanjang 2003 hanya 5,06 persen. Akan tetapi, stabilitas harga pangan yang terjaga baik itu harus ditebus dengan penderitaan petani.
Petani jatuh miskin karena tanaman padi hanya dimanfaatkan secara terbatas, yaitu berupa beras. Padahal, jika dapat dikembang¬kan secara menyeluruh, terbuka luas peluang memperbaiki kesejahteraan petani.
Dalam ilmu teknologi industri pangan dikenal luas konsep pohon industri, yaitu hasil turunan (olahan jadi) yang dapat dikembang¬kan menjadi produk industrial dari sebuah komoditas. Misalnya, untuk menghasilkan beras, bulir padi harus digiling, yaitu proses peme¬cahan kulit padi menjadi beras pecah kulit dan dilanjutkan dengan penyosohan untuk men¬dapatkan beras berwarna putih yang disukai konsumen. Secara umum, proses penggilingan padi menghasilkan 55 persen biji beras utuh, 15 persen beras patah, 20 persen kulit, dan 10 persen dedak halus atau bekatul (Hariyadi, 2003).
Dari proses penyosohan itulah lapisan kecokelatan yang menyelimuti biji beras dile¬paskan. Lapisan ini disebut dedak atau bekatul padi (rice bran). Mengapa dedak ini dilepas dari biji beras? Tidak lain dedak mengandung enzim lipase yang membuatnya tengik sehingga tidak cocok untuk konsumsi manusia.
Padahal, jumlah dedak yang dihasilkan ber¬limpah. Rata-rata produksi gabah kita lebih dari 50 juta ton setahun, yang berarti jumlah dedaknya mencapai lebih 5 juta ton. jumlah ini dibuang sia-sia karena tidak dapat dikonsumsi manusia.
Sebenarnya, dedak mengandung paling tidak 65 persen dari zat gizi mikro penting yang ter¬dapat pada beras. Dedak banyak mengandung komponen tanaman bermanfaat yang disebut fitokimia, berbagai vitamin (thiamin, niacin, vita¬min B-6), mineral (besi, fosfor, magnesium, potasium), asam amino, asam lemak esensial, dan antioksidan (Hariyadi, 2003).
Kandungan kaya gizi itu, membuat dedak menjadi bahan pangan fungsional penting yang mengurangi risiko terjangkitnya penyakit dan meningkatkan status kesehatan tubuh. Dedak juga merupakan bahan bersifat hipoalergenik dan sumber serat makan (dietry fiber) yang baik. Dedak berpotensi dikembangkan dalam industri pangan, farmasi, dan pangan suplemen (termasuk dietry supplement).
Dedak padi dapat digunakan sebagai bahan baku produk sereal. Seperti yang dilakukan Ribus Inc. (www.ribus.com) yang mengembangkannya menjadi bahan dasar produk minuman fungsional yang mengandung vitamin B kompleks, gamma orizinol, tokoferol, tokotrienol, kolin, inositol, kalsium, dan potasium.
Peluang lain adalah tepung beras yang mempunyai sifat fisik dan sensor yang khas sehingga berpotensi sebagai bahan baku pangan. Salah satu sifat penting itu adalah nonalergenik sehingga secara khusus dapat dimanfaatkan sebagai substitusi tepung lain, terutama tepung terigu untuk orang yang alergi terhadap gluten dan produk lainnya. Selain itu, tepung beras dapat diproses secara ekstrusi menjadi berbagai produk pasta, keripik, sereal sarapan, dan makanan ringan lainnya.
Betapa luas dan terbukanya peluang kita untuk mengembangkan industri berbasis padi. jika saja berbagai peluang industri dari pohon industri padi ini dapat dikembangkan di pede¬saan, kegureman petani yang identik dengan kemiskinan dan kemelaratan akan dapat di¬kurangi.

Kehidupan paling Awal Masyarakat Indonesia

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, atas berkah rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul : “Kehidupan Paling Awal masyarakat Indonesia”.
Ucapan terima kasih dapat kami tunjukkan kepada guru pembimbing mata pelajaran sejarah yaitu Ibu Dariyanti S.Pd, atas bimbingannya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Ucapan terima kasih penulis juga tunjukkan kepada teman-teman yang telah membantu baik meteril maupun spiritual kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Tanpa bantuan teman-teman makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan maupun kelemahannya, oleh karena itu kami sangat mengaharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun.


Sekayu, 21 November 2008
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Pembahasan 1
A. Kehidupan Paling Awal MAsyarakat
Indonesia 1
1. Zaman Arkaekum 1
2. Zaman Palaezoikum 1
3. Zaman Mesozoikun 1
4. Zaman Neozoikun (kainozoikun) 1
a. Zaman batu 1
b. Zaman logam 2

Daftar Pustaka 3


PEMBAHASAN

A. KEHIDUPAN PALING AWAL MASYARAKAT DI KEPULAUAN INDONESIA
Guna mengetahui kehidupan paling awal dikepulauan Indonesia, kita terlebih dahulu harus mengetahui perkembangan bumi, dengan bantuan ilmu geografi (ilmu yang mempelajari kulit bumi), waktu terjadinya bumi sehingga kini dapat dibagi menjadi zaman-zaman berikut :
1. Zaman Arkaekum
Zaman tertua ini diperkirakan berusia sekitar 2500 juta tahun. Pada zaman ini keadaan bumi belum stabil dan masih panas. Pada zaman ini belum ada tanda-tanda kehidupan.
2. Zaman Palaezoikum
Zaman ini berusia sekitar 340 juta tahun. Pada zaman ini sudah ada tanda-tanda kehidupan. Zaman ini disebut juga ZAMAN PRIMER atau ZAMAN PERTAMA.
3. Zaman Mesozoikun
Zaman ini diperkirakan berusia sekitar 140 juta tahun. Pada zaman ini, kehidupan mengalami perkembangan yang pesat. Zaman mesozoikum ini disebut juga ZAMAN SEKUNDER atau ZAMAN KEDUA.
4. Zaman Neozoikun (kainozoikun)
Zaman ini diperkirakan berusia sekitar 60 juta tahun. Zaman ini dibedakan atas dua zaman yaitu :
a. Zaman terkier
b. Zaman quarter, zaman ini terdiri atas dua bagian, yaitu :
- Kala pleistoren atau zaman dilluvium
- Kala holoren atau zaman alluvium
Bekas daratan asia yang sekarang manjadi dasar lautan disebut dengan PAPARAN DUNDA (Sunda Plat), sedang bekas daratan yang menghubungkan Indonesia Timur dengan Australia disebut PAPARAN SAUL (Sanul Plat). Daerah lautan yang memisahkan kedua paparan tersebut disebut ZONA WALLACE.
Pembagian zaman berdasarkan kejia arkeologis adalah sebagai berikut :
a) Zaman Batu
Zaman keti8ka manusia menggunakan alat-alat penunjang hidupnya sebagian besar terbuat dari batu.
Para ahli purbakala membedakan zaman ini ke dalam :
- Zaman batu tua (palaeolithikum)
- Zaman batu tengah (mesolithikum)
- Zaman batu muda (neolithikum)
- Zaman batu besar (megalithikum)

b) Zaman Logam
Zaman digunakannya alat-alat. Manusia zaman ini menyadari bahwa untuk menghasilkan alat baru diperlukan teknologi baru, sedangkan teknologi baru memerlukan kemampuan baru.
Zaman logam dapat dibagi kembali menjadi :
- Zaman tembaga
- Zaman perunggu, dan
- Zaman besi
Namun, wilayah Indonesia hanya mengenal zaman perunggu dan zaman besi, sedangkan zaman tembaga tidak. Oleh karena itu, zaman logam di wilayah Indonesia adalah sama dengan zaman perunggu.

DAFTAR PUSTAKA
- Chau ming. 1994. Mengenal beberapa aspek filsafat konfusianisme, taolisme, dan buddhisme. Jilid III. Jakarta : Sejarah
- Ekajati, Edi S. 1995. Kebudayaan Sunda (suatu pendekatan sejarah). Jakarta : Pustaka Jaya
- Hariyono. 1995. Mempelajari sejarah secara efekti. Jakarta : Pustaka jaya
- Ismaun. 1996. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Depdiknas
- Kompas. 2001. Minggu, 9 Desember 2001. Jakarta : Kompas media nusantara
- Kuntowijoyo. 1997. Pengantar ilmu Sejarah. Yogyakarta : Bentung
- Pikiran rakyat. 2000. Minggu, 29 Oktober 2000. Bandung : Pikiran rakyat
- Syamsudin, Helius. 1996. Metodologi sejarah. Jakarta : Depdiknas
- Wallbank, walter T. 1993. History and ife Elenview. Illinois : Scott, foresman and company

Thursday, November 20, 2008

SOAL MID SEMESTER

Mata Kuliah : Agama
Kode : WAT 1.01
Jumlah SKS : 3 sks
Semester : 1 (Satu)
Lama Ujian :

1. Kata din yang berarti agama berasal dari bahasa…
a. Sansekerta
b. Arab
c. Melayu
d. Ajam

2. din dapat pula diartikan, kecuali…
a. hutang
b. ketaatan
c. balasan
d. iming-iming

3. al-ladini berarti…
a. yang berakhlak
b. orang yang tak beragama
c. Yang Terpuji
d. Oran yang tak berakhlak

4. shudfah berarti…
a. Kejadian tak bersebab-akibat
b. Kejadian tak berujung-pangkal
c. Kejadian aneh
d. Iman kepada yang ghaib

5. al-mutadayyin berarti…
a. Orang yang berakhlak
b. Orang yang terpuji
c. Orang yang beragama
d. Orang yang baligh

6. aqa’id berarti…
a. kemandirian
b. Keyakinan-keyakinan
c. Yang dipuja
d. Yang keramat

7. Prasasti Ebla sebagai bukti kuat keberadaan agama ditemukan…
a. 1972
b. 1973
c. 1974
d. 1975
8. Ebla sendiri merupakan nama…
a. Kerajaan
b. Dinasti
c. Daerah
d. Raja

9. Agama Samawi berarti…
a. agama yang diredloi
b. Agama yang turun dari langit
c. Agama nya penduduk langit
d. Agama Islam

10. ashsholatu ‘imadu ddiin, artinya…
a. Sholat itu wajib hukumnya
b. Sholatlah tepat waktu
c. Sholatlah sebelum disholatkan
d. Sholat itu tiang agama

11. Agama tertua di Indonesia adalah…
a. Islam dan kristen
b. Hindu dan Budha
c. Islam dan Hindu
d. Kristen dan Budha

12. Salah satu bukti keberadaan Budha…
a. Borobudur
b. Prambanan
c. Bojong Menje
d. Boyonibo

13. Islam masuk ke Indonesia abad ke…
a. 11 M
b. 12 M
c. 13 M
d. 14 M

14. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh…
a. Pelancong India
b. Pedagang Gujarat
c. Perantau Timur Tengah
d. Laksamana Cheng Ho

15. Katholik masuk ke Indonesia dibawa oleh…
a. Belanda
b. Jepang
c. Portugis
d. Malaysia

16. Protestan pertama kali diperkenalkan…
a. Belanda
b. Jepang
c. Portugis
d. Malaysia

17. Protestan masuk ke Indonesia abad ke
a. 15 M
b. 16 M
c. 17 M
d. 18 M
18. Confusius merupakan nama lain dari…
a. Khong hu cu
b. Hindu
c. Budha
d. Katholik

19. Agama tertua di Indonesia…
a. Khong hu cu
b. Hindu
c. Budha
d. Katholik

20. Agama yang mengalami perpecahan…
a. Khong hu cu
b. Hindu
c. Budha
d. Katholik

21. Islam Berarti…
a. Berserah diri
b. Pasrah
c. Taat
d. Sejahtera

22. Islam agama terbesar kedua setelah…
a. Kristen
b. Hindu
c. Budha
d. Katholik


23. Pengikut ajaran Islam dikenal dg…
a. Mukmin
b. Muslim
c. Muhaimin
d. Pengikut Islam

24. Wahyu pertama dalam Islam turun pada…
a. tahun 611
b. Gua Hira
c. Muhammad saw
d. Semua benar

25. Muhammad dilahirkan pada tanggal…
a. 11 Rabi’ul Awal
b. 12 Rabi’ul Awal
c. 13 Rabi’ul Awal
d. 14 Rabi’ul Awal

26. Ibunya meninggal ketika Muhammad saw berusia…
a. 6 Tahun
b. 7 Tahun
c. 8 Tahun
d. 9 Tahun

27. Isteri pertama Muhammad saw…
a. Aisyah
b. Siti Khadijah
c. Hafsah
d. Zainab

28. Yang dikenal dengan khumairoh…
a. Aisyah
b. Siti Khadijah
c. Hafsah
d. Zainab

29. Isteri nabi yang paling pencemburu…
a. Aisyah
b. Siti Khadijah
c. Hafsah
d. Zainab

30. Isteri Nabi Yang merupakan putrid Abu Bakar…
a. Aisyah
b. Siti Khadijah
c. Hafsah
d. Zainab
31. Isteri kedua nabi yang merupakan putrid khalifah Umar…
a. Aisyah
b. Siti Khadijah
c. Hafsah
d. Zainab

32. Hijrah nabi ke Madinah pada tahun…
a. 611 M
b. 622 M
c. 633 M
d. 644 M

33. Apa yang diucapkan Muhammad menjadi sumber hukum Islam yang disebut…
a. Al-Qur’an
b. Ijma’
c. Qiyas
d. Hadits

34. Ilmu yang mempelajari keesaan Allah
a. Aqidah
b. Akhlak
c. Tauhid
d. Taaddud

35. Dalam bahasa sansekerta, agama berarti…
a. Yang dianut
b. Tradisi
c. Ambisi
d. Kepercayaan
36. religi berasal dari kata…
a. Sansekerte
b. Arab
c. Latin
d. Melayu

37. religi berarti…
a. menampung
b. mengumpulkan
c. Mengikat kembali
d. Meyakini keesaan

38. Agama dengan penganut terbesar dunia
a. Islam
b. Kristen
c. Katholik
d. Budha

39. Dasar dinamakannya Islam…
a. QS. Ali Imran ayat 18
b. QS. Ali Imran ayat 19
c. QS. Ali Imran ayat 20
d. QS. Ali Imran ayat 21

40. tiga unsur agama…
a. Iman, Islam, Ihsan
b. Ilmu, Amal, Ikhlas
c. Allah, Malaikat, Rasul
d. Lisan, Hati, Keyakinan

41. Derajat tertinggi dalam Islam…
a. Muslim
b. Mukmin
c. Muhajir
d. Mujahid

42. Derajat terendah dalam Islam…
a. Muslim
b. Mukmin
c. Muhajir
d. Mujahid

43. Konsep tauhid tertuang jelas dalam…
a. QS. Al-Ikhlas
b. QS alFatihah
c. QS alBaqarah
d. QS alMaidah

44. Sumber hukum Islam, kecuali…
a. Qiyas
b. Liqa’
c. Maslahah Mursalah
d. Urf

45. Sumber hukum berarti “kebiasaan”…
a. Qiyas
b. Liqa’
c. Maslahah Mursalah
d. Urf

46. Menetapkan hukum yang sama terhadap 2 permasalahan berbeda…
a. Qiyas
b. Liqa’
c. Maslahah Mursalah
d. Urf
47. Tharikhut Thibb berarti…
a. Peradaban
b. Sejarah Penyair
c. Sejarah kedokteran
d. Ilmu Penegetahuan

48. Taklid berarti…
a. percaya pada hal ghaib
b. Percaya sihir
c. Mengikuti tanpa memiliki pengetahuan
d. khayalan

49. Khurafat…
a. percaya pada hal ghaib
b. Percaya sihir
c. Mengikuti tanpa memiliki pengetahuan
d. khayalan

50. Islam berasal dari kata…
a. Aslama
b. Salima
c. Yaslamu
d. Saylama

51. Agama Khatolik dibawa oleh pedagang
a. Belanda
b. Jepang
c. Portugis
d. Malaysia

52. Pelopor perkembangan Kristen di Indonesia…
a. Fransiskus Xaverius
b. Fransiskus Roma
c. Fransiskus Methodist
d. Albert Fransiskus

53. Jan Pieterszoon Coen, pelopor…
a. Protestan
b. Katholik
c. Khong Hu Cu
d. Budha

54. Sakramen Katolik Roma, kecuali…
a. Baptis
b. Ekaristi
c. Ekspektasi
d. Pengurapan orang sakit
55. 3 cabang Kristen, kecuali…
a. Prostestan
b. Ortodoks Timur
c. Radikal Barat
d. Katolik

56. Martin Luthern adalah pelopor…
a. Prostestan
b. Ortodoks Timur
c. Radikal Barat
d. Katolik

57. Denominasi Kristen terbesar di Eropa Timur…
a. Prostestan
b. Ortodoks Timur
c. Radikal Barat
d. Katolik

58. Kepemimpinan besar jemaat Kristen, kecuali…
a. Yarussalem
b. Amerika
c. Antiokia
d. Aleksandria

59. Yesus berasal dari…
a. Nazaret
b. Ohio
c. Biselias
d. Bhurderas

60. Mesias merupakan bahasa…
a. Arab
b. Sansekerta
c. Ibrani
d. Yunani

61. Mesias berarti…
a. yang diberkati
b. yang hormati
c. yang disanjung
d. yang diurapi

62. christos atau kristus, bahasa…
a. Arab
b. Sansekerta
c. Ibrani
d. Yunani

63. gereja berasal dari kata…
a. igreja
b. grajan
c. gra-eja
d. gurjan

64. gereja, kata pungut bahasa…
a. Belanda
b. Jepang
c. Portugis
d. Malaysia

65. kata gereja berarti, kecuali…
a. Umat
b. Perhimpunan
c. Mazhab
d. perjamuan

66. Ignatius merupakan tokoh…
a. Protestan
b. Katholik
c. Khong Hu Cu
d. Budha

67. ST. Kiril dari Yarussalem, tokoh…
a. Protestan
b. Katholik
c. Khong Hu Cu
d. Budha

68. Perpecahan Kristen pertama terjadi pada saat…
a. Konsili Efesus
b. Konsili Khalsedon
c. Konsili Konstantin
d. Konsili Roma

69. Perpecahan terbesar Katolik Roma…
a. Abad ke- 16
b. Abad ke- 17
c. Abad ke- 18
d. Abad ke- 19

70. Yesus dihukum mati oleh…
a. Pontius Marvell
b. Pontius Marshel
c. Pontius Pelatea
d. Pontius Pilatus

71. Doktrin Tri Tunggal…
a. Alah(bapak), anak, Ibu
b. Alah(bapak), anak, Kakek
c. Alah(bapak), anak. Roh Kudus
d. Alah(bapak), anak, Yesus

72. Yehovah berarti…
a. aku adalah aku
b. kamu adalah kamu
c. Alah adalah Yesus
d. Manusia adalah domba

73. Pengangkatan roh Kudus sebagai tuhan
a. Konsili Efesus
b. Konsili Khalsedon
c. Konsili Konstantin
d. Konsili Nicea

74. Kurios berarti…
a. kekuasaan tunggal
b. kekuatan tunggal
c. penguasa tunggal
d. umat tunggal

75. alkitab terdiri dari ….. bagian, yang masuk kelompok perjanjian lama dan perjanjian baru.
a. 55
b. 66
c. 77
d. 88

76. Protestan berarti…
a. Kelompok yang kritis
b. Kelompok yang tidak setuju
c. Kembali ke Injil
d. Kembali ke Yesus

77. Manakah pernyataan yang benar…
a. Injil bagian dari alkitab
b. Alkitab bagian dari Injil
c. Taurat bagian dari Injil
d. Alkitab bagian dari Taurat

78. Ajaran khas Martin Luther, kecuali…
a. sola fide
b. sola gratia
c. sola criptia
d. sola criptura

79. gereja Lutheran mengakui 2 sakramen…
a. pembaptisan dan perjamuan
b. pengurapan dan pembaptisan
c. perjamuan dan pengurapan
d. semua salah

80. gambar diatas merupakan…
a. sakramen
b. Baptis
c. Salib
d. Segel Luther

81. Kasta dalam agama Hindu, kecuali…
a. Brahmana
b. Kstaria
c. Vaisya
d. Burdha

82. Kasta tertinggi dalam agama Hindu…
a. Brahmana
b. Kstaria
c. Vaisya
d. Burdha

83. Triguna dalam agama Hindu, kecuali…
a. Pralina
b. Sattawa
c. Rajas
d. Tamas

84. Sattawa berarti, kecuali…
a. ketenangan
b. lahir
c. hidup kembali
d. kebijaksanaan

85. 3 energi tuhan dalam agama Hindu, kecuali…
a. Uma
b. Saraswati
c. Laksmi
d. Shristi

86. Pustaka Suci agama Hindu, kecuali…
a. Weda
b. Bhagawadgita
c. Moksa
d. Purana

87. Salah satu keyakinan dalam agama hindu
a. Weda
b. Bhagawadgita
c. Moksa
d. Purana

88. Brahman merupakan bagian dari…
a. Keyakinan agama Hindu
b. Filsafat agama Hindu
c. Kitab suci agama Hindu
d. Konsep ketuhanan

89. Percaya kepada Tuhan YME, pengertian dari…
a. Widhi Tattwa
b. Atma Tattwa
c. Karmaphala Tattwa
d. Punarbhawa Tattwa

90. Percaya dengan adanya hukum sebab akibat, pengertian dari…
a. Widhi Tattwa
b. Atma Tattwa
c. Karmaphala Tattwa
d. Punarbhawa Tattwa

91. Buddha berasal dari bahasa…
a. Arab
b. Sansekerta
c. Ibrani
d. Yunani

92. Buddha berarti…
a. yang bertobat
b. yang sadar
c. yang lurus
d. yang diberkati

93. 3 jenis golongan Buddha kecuali…
a. Samma-Sambuddha
b. Pacceka-Buddha
c. Savaka-Buddha
d. Arahat Buddha

94. Arahat berarti…
a. Pengikut kesadaran
b. Penunjuk jalan
c. Pembawa berkah
d. Kaum teraniaya

95. Bagian dari Tripitaka, kecuali…
a. Vinaya Pittaka
b. Sutra Vittaka
c. Sangha Pittaka
d. Abidharma Pittaka

96. Tiga Mustika dalam agama Buddha, kecuali…
a. Buddha
b. Dharma
c. Sangha
d. Sutra

97. Wahana dari gambar ini adalah…
a. Perempuan
b. Singa
c. Payung
d. Pedang

98. Sakyamuni berarti…
a. orang yang jujur dari kaum Sakya
b. orang bijak dari kaum Sakya
c. orang terhormat kaum Sakya
d. orang diberkati dari kaum Sakya

99. Pratyeka Buddha juga berarti…
a. Samma-Sambuddha
b. Pacceka-Buddha
c. Savaka-Buddha
d. Arahat Buddha

100. 3 mustika juga berarti, kecuali…
a. Tri Ratna
b. Tri Pedia
c. Ratna Traya
d. Tiratan

============================================================
Kunci Jawaban Mid Semester
Mata Kuliah : Agama
Kode : WAT 1.01
Jumlah SKS : 3 sks
Semester : 1 (Satu)
Lama Ujian :


1. b. Arab
2. d. Iming-iming
3. b. Orang yang tak beragama
4. a. kejadian yang tak bersebab akibat
5. c. Orang yang beragama
6. b. keyakinan-keyakinan
7. d. 1975
8. a. Kerajaan
9. b. agama yang turun dari langit
10. d. sholat itu tiang agama
11. b. Hindu dan Budha
12. a. Borobudur
13. d. 14 M
14. b. Pedagang Gujarat
15. c. Portugis
16. a. Belanda
17. b. 16 M
18. a. Khong hu cu
19. b. Hindu
20. d. Katholik
21. a. Berserah diri
22. b. Muslim
23. b. Muslim
24. d. Semua benar
25. b. 12 Rabi’ul Awal
26. a. 6 Tahun
27. b. Siti Khadijah
28. a. Aisyah
29. a. Aisyah
30. a. Aisyah
31. c. Hafsah
32. b. 622 M
33. d. Hadits
34. c. Tauhid
35. b. Tradisi
36. c. Latin
37. c. mengikat kembali
38. b. Kristen
39. b. QS. Ali Imran ayat 19
40. a. Iman, Islam, Ihsan
41. d. Mujahid
42. a. Muslim
43. a. QS alIkhlas
44. b. Liqa’
45. d. Urf
46. a. Qiyas
47. c. Sejarah kedokteran
48. c. Memiliki tanpa memiliki pengetahuan
49. d. Khayalan
50. b. Salima
51. c. Portugis
52. a. Fransiskus Xaverius
53. a. Protestan
54. c. Ekspektasi
55. c. Radikal Barat
56. a. Protestan
57. b. Ortodoks Timur
58. b. Amerika
59. a. Nazaret
60. c. Ibrani
61. d. yang diurapi
62. d. Yunani
63. a. igreja
64. c. Portugis
65. d. perjamuan
66. b. katolik
67. b. Katolik
68. a. Konsili Efesus
69. a. abad ke-16
70. d. Pontius Pilatus
71. c. Alah(bapak, anak, roh kudus
72. a. Aku adalah aku
73. d. Konsili Nicea
74. c. penguasa tunggal
75. b. 66
76. c. Kembali ke injil
77. a. Injil bagian dari alkitab
78. c. sola criptia
79. a. pembaptisan dan perjamuan
80. d. segel Luther
81. d. Burdha
82. a. Brahmana
83. a. Pralina
84. c. hidup kembali
85. d. shristi
86. c. Moksa
87. c. Moksa
88. a. Keyakinan agama Hindu
89. a. Widhi Tattwa
90. c. Kharmapala Tattwa
91. b. Sansekerta
92. b. Yang sadar
93. d. Arahat Buddha
94. a. Pengikut kesadaran
95. c. Sangha Pittaka
96. d. Sutra
97. b. Singa
98. b. orang bijak dari kaum Sakya
99. b. Pacceka Buddha
100. b. Tri Pedia

Friday, November 14, 2008

MISTERI BERITA ANEH

Keesokan pagi Fatty menunggu teman-temannya di dalam gudang. Ia membawa bekal biskuit dalam kaleng, serta limun sebotol besar. Keempat surat kaleng juga sudah dipersiapkan dalam amplop masing-masing.

Larry dan Daisy datang paling dulu.
Daisy : “Hallo, Fatty! Sudah berhasil kau pecahkan misteri kita?”
Fatty : “Kurasa urusannya takkan begitu gampang,” Kotak itu untuk tempatmu duduk, Daisy. Aku sudah menaruh bantal diatasnya. Dan ini bantal untuk Bets.”

Pip dan Bets tiba segera setelah itu, disusul oleh Ern yang muncul sambil berlari-lari. Buster menyambutnya dengan gonggongan ramai. Anjing kecil itu melonjak-lonjak, mengelilingi kaki Ern. Ia suka pada anak itu.
Ern : “Hallo, semuanya!” dengan nafas tersengal-sengal.
Ern : “Terlambatkah aku?” Tadi kusangka aku takkan bisa datang. Tapi Paman mengatakan pagi ia tidak bermaksud keluar. Baru nanti siang aku bertugas.”
Bets : “Kau sudah menerima bayaran dari dia?”
Ern : “Belum! kata Paman, ia akan membayar tiap kali sehabis makan siang.” Aku tadi mencoba minta uang muka, tapi ia tidak mau memberi. Coba sudah dibayar, aku pasti bisa membeli permen untuk kita semua. Tapi besok sajalah!”.
Fatty : “Terima kasih, Ern,”. Bagaimana kau melihat seseorang menyelinap-nyelinap di sekitar rumah pamanmu dan meletakkan surat di salah satu tempat?”
Ern : “Tidak”. Paman sangat kecewa karena tidak ada lagi surat datang. Aku melihat dia memeriksa surat yang diterimanya kemarin, mencari sidik jari yang mungkin ada. Huah, sibuk sekali kerjanya, dengan serbuk serta macam-macam lagi! Aku tidak mengerti, bagaimana itu bisa menampakkan bekas jari!”
Fatty : “Ah! Jadi Pak Goon juga melakukan penyelidikan sidik jari rupanya, ya?”. Lalu ada yang ditemukannya? Pada surat itu tidak ada bekas-bekas jari kami-jadi kalau ada sidik jari orang lain, pasti akan langsung terlihat.”
Ern : “Yah ternyata tidak ada.” Menurut Paman, pengirim surat itu mestinya mengenakan sarung tangan. Ia kan tidak ingin ketahuan?”
Fatty : “Memang”. Kelihatannya orang itu khawatir ia akan dikenali dari sidik jarinya…”

Agama Buddha

Buddha berasal dari bahasa sansekerta yang berarti mereka yang sadar,yang mencapai pencerahan sejati.dari perkataan Sansekerta:”Budh”,untuk mengetahui merupakan gelar untuk individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya.

Sejarah agama Buddha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya sang Buddha Sidharta Gautama.Dengan ini Buddaa adalah agama tertua yang masih dianut odi dunia.
Pada dasarnya, buddha yang berasal dari india, masuk indonesia pertama kali dibawa oleh orang india yang datang untuk berdagang dengan mamanfaatkan angin musim.setelah selesai berdagang dan sambil menunggu angin musim yang dibawa oleh orang india yang datang untuk berdagang dengan mamanfaatkan angin musim.

Siddartha Gautama yaitu pendiri agama Buddha,beliau anak dari raja Kapilavastu.beliau juga di kenal dengan nama sakyamuni(harafiah:orang yang bijak dari kaum Sakya).

konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak".
Konsep-konsep tentang alam semesta, terbentuknya Bumi dan manusia, kehidupan manusia di alam semesta, kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.

Sumber-sumber hukum agama Budha yaitu,
Kitab suci agama budha adalah TRIPITAKA, tripitaka terbagi 3 macam yaitu;
Kitab suci agama Buddha yang paling tua yang diketahui hingga sekarang tertulis dalam bahasa Pâli dan Sansekerta; terbagi dalam tiga kelompok besar yang dikenal sebagai 'pitaka' atau 'keranjang', yaitu :
1. Vinaya Pitaka
2. Sutta Pitaka, dan
3. Abhidhamma Pitaka

Meditasi
Meditasi berupa latihan perenungan, pensucian diri dari hal-hal atau ruh-ruh jahat yang ada dalam diri. Meditasi bukan berarti duduk, berbaring atau berjalan saja, meditasi lebih berarti melakukan perubahan kearah pembebasan umat manusia dari perbuatan jahat dan buruk.

Ajaran Buddha juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemoralan. Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila. Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah:
Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami
Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
Kamesu Micchacara Veramani Sikhapadam
Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyami
Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
agama Buddha juga amat menjunjung tinggi karma sebagai sesuatu yang berpegang pada prinsip sebab akibat.

KAIDAH DAN ETIKA AGAMA BUDHA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN

Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang tidak terbatas
menolong semua makhluk.
Menolak semua keinginan nafsu keduniawian.
Mempelajari, menghayati dan mengamalkan Dharma(mengendalikan pikiran).
Berusaha mencapai Pencerahan Sempurna.

Tuesday, November 11, 2008

Falsafah dan makna puasa

DAFTAR ISI


Kata Pengantar

Pendahuluan

Permasalahan

Kesimpulan

Daftar Pustaka


PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembahasan puasa sangant penting untuk dimunjulkan. Mengingat banyaknya problematika atau permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Pertama dikalangan social yang mempunyai cita-cita modern. Karena itu kita sebagai generasi muda islam dituntut untuk memahami suatu hukum yang berlaku dengan cara hati—hati Karena dewasa ini kita telah tahu non muslim telah menggunakan hal tersebut menjadi senjata ampuh untuk menyesatkan syari’at islam dalam mengotori kesucian Alqur’an.
Mereka melancarkan tuduhan, pelecehan dan sebagainya terhadap syari’at islam. Sehingga kaum muslim terkecoh terhadap lecehan-lecehan terhadap syari’at islam mengakibatkan banyak yang mengingkari adanya puasa dan membantah terhadap suatu kebenaran. Oleh karena itu, pandangan kami perlu untuk menyusun maklah ini sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masalah tersebut.

PEMBAHASAN
PUASA WAJIB (PUASA RAMADHAN)
Makna Puasa Ramadhan

1. Definisi Puasa (Shiyam)

Dalam Islam, nama sesuatu istilah (seperti shalat, zakat, puasa, dan lain-lain) dapat ditinjau dari 2 definisi, yaitu dari segi bahasa (etimologi) & dari segi syar'i (terminologi).

Dalam bahasa Arab, shaum/shiyam (puasa) berasal dari kata : sooma –yasuumu- sauman. Secara etimologi (bahasa) artinya menahan diri & mencegah dari sesuatu. Jika dikatakan puasa dari bicara, artinya menahan diri untuk tidak berbicara. Sebagaimana Allah jelaskan dalam surat Maryam : 26, "Sesungguhnya aku bernadzar kepada Allah untuk berpuasa (menahan diri), maka aku tidak akan berbicara kepada manusia."

Sedang dari segi terminologi (istilah syar'ii) artinya menahan diri dari semua jenis makanan ataupun minuman serta hawa nafsu di waktu siang, dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat ibadah kepada Allah semata.

Dan sebagian ahli fiqh (fuqaha') mendefinisikan, puasa adalah menahan diri dari dua syahwat (nafsu), yaitu syahwat perut & syahwat kemaluan, dan dari segala sesuatu yang masuk ke dalam rongga (perut) dari semua jenis makanan & minuman serta obat-obatan, baik yang bermanfaat ataupun yang berbahaya, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan ridhaNya.

\
2. Definisi Ramadhan

Ramadhan berasal dari kata : ramadha – yarmidhu (yarmudhu) – ramadhan, artinya : sangat panas sekali (panas yang membara atau panas terik).

Berkata Imam Bakhawi dalam kitabnya : Adapun yang shahih, sesungguhnya ramadhan itu nama bulan, diambil dari kata ar ramdha' yang artinya batu yang panas membara karena sinar matahari, dan mereka (kaum muslimin) pada waktu itu berpuasa dalam keadaan musim panas terik. Dan biasanya orang–orang Arab jika ingin memberi nama bulan (sesuatu) selalu sesuai dengan keadaannya pada waktu itu. Dan dinamakan ramadhan karena bisa membakar dan menghapuskan dosa.


Maraji' :
1. Fikhus Syar'ii Muyassarun fi Daui al Kitab was Sunnah, Kitab Ahkam as-Siyam, Karangan : Syeikh Muhammad Ali As-Shabuni (Terbitan al-Maktabah al-'Isriyyah – Beirut, 2004).
2. Kamus al-Munawir, Karangan : Achmad Warson Munawwir (Edisi Kedua, Terbitan Pustaka Progressif - Surabaya, 2002).

Puasa pada bulan Ramadhan adalah merupakan salah satu rukun Islam, Allah Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa!
maka barangsiapa diantara kamu melihat bulan itu (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa.
(QS. Al-Baqarah: 183-187).


Dari Abu AbdirRahman Abdullah ibnu Umar ibnul Khaththab Radhiallahu Anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: Islam dibangun diatas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa pada bulan Ramadhan.? (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim: ..puasa pada bulan Ramadhan dan menunaikan haji.

Kaum muslimin telah berijma (bersepakat) bahwa puasa pada bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib dan barangsiapa mengingkarinya maka ia kafir.

Puasa Ramadhan ini diwajibkan pada tahun kedua hijriyyah, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam sempat berpuasa selama sembilan kali Ramadhan. (Majalis Syahr Ramadhan, karya Syaikh Utsaimin hlm 21 dan setelahnya).

Setiap orang Islam yang telah baligh lagi berakal maka wajib atasnya berpuasa pada bulan Ramadhan. (Fushul Fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah, Ibnu Utsai min hlm 5).


HUKUM BAGI ORANG YANG MEMBATALKAN PUASA RAMADAHAN DENGAN SENGAJA TANPA ALASAN YANG SYAR'I

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy Radhiallahu Anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda :
"Ketika aku sedang tidur, datanglah dua orang pria lalu memegang dua lenganku membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata : "Naiklah”
Aku jawab: "Aku tidak mampu.
Keduanya berkata: "Kami akan memudahkannya untukmu".
Lalu akupun naik hingga ketika aku sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya : "Suara apakah ini ??.
Mereka menjawab: "Ini adalah teriakan penghuni neraka.
Kemudian keduanya membawaku, maka ketika aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki diatas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka, aku bertanya: "Siapakah mereka ??. Dia menjawab : "mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (sebelum tiba waktu berbuka)." (HR. An-Nasa'i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dengan sanad sahih. Shifat Shoum Nabi)

Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa
Pada zaman ini kita sering melihat banyak di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban yang agung ini. Jika kita lihat di bulan Ramadhan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, banyak orang yang mengaku muslim tidak melakukan kewajiban ini atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa sama sekali. Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan haid atau nifas. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.
Sebagai peringatan bagi saudara-saudaraku ini yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu. Beliau (Abu Umamah)menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, “Naiklah”. Lalu kukatakan, “Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata, “Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya, “Suara apa itu?” Mereka menjawab, “Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”
Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah)bertanya, “Siapakah mereka itu?”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. An Nasa’i dalam Al Kubra, sanadnya shahih. Lihat Shifat Shaum Nabi, hal. 25).
Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadits ini, maka bagaimana lagi dengan orang yang enggan berpuasa sejak awal Ramadhan dan tidak pernah berpuasa sama sekali. Renungkanlah hal ini, wahai saudaraku!

Dari Abu Umamah Al Bahiliy radhiallahu ‘anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Ketika aku sedang tidur, datanglah dua orang laki-laki lalu memegang dua lenganku membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata:’Naiklah’. Aku jawab:’Aku tidak mampu’. Lalu keduanya berkata:’Kami akan memudahkannya untukmu’. Lalu akupun naik hingga ketika aku sampai di puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya:’Suara apakah ini?’. Mereka menjawab:’Ini adalah teriakan penghuni neraka.’ Kemudian keduanya membawaku, maka ketika aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki diatas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka, aku bertanya:’ Siapakah mereka?’ Dia menjawab:’Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (sebelum tiba waktunya).’” (HR. An Nasa’i, Ibnu Hibban dan Al hakim. Hadits ini Shahih)




Hukum Puasa Ramadhan (Alqur’an dan Al-Hadist)
Puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh). Yang menunjukkan bahwa puasa Ramadhan adalah wajib yaitu firman Allah ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah [2] : 183)
Hal ini dapat dilihat pula pada pertanyaan seorang Arab Badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang Badui ini datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berambut kusut, kemudian dia berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Beritahukan aku mengenai puasa yang Allah wajibkan padaku.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
شَهْرَ رَمَضَانَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا
“(Puasa yang wajib bagimu adalah) puasa Ramadhan. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunnah (maka lakukanlah).” (HR. Bukhari)



Dan kaum muslimin juga telah sepakat tentang wajibnya puasa ini dan sudah ma’lum minnad dini bidhoruroh yaitu seseorang akan kafir jika mengingkari wajibnya hal ini. Puasa ramadhan ini tidak gugur bagi orang yang telah dibebani syariat kecuali apabila terdapat ‘udzur (halangan). Di antara ‘udzur sehingga mendapatkan keringanan dari agama ini untuk tidak berpuasa adalah orang yang sedang bepergian jauh (safar), sedang sakit, orang yang sudah berumur lanjut (tua renta) dan khusus bagi wanita apabila sedang dalam keadaan haid, nifas, hamil atau menyusui. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, II/89, 118-127)
Puasa pada bulan Ramadhan adalah merupakan salah satu rukun Islam, Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS.Al Baqarah:183)

“Maka barangsiapa diantara kamu melihat bulan itu (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al Baqarah:185)
Dari Abu Abdirrahman Abdullah ibnu Umar Ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhuma berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari , Muslim)
Dalam riwayat Muslim:..”puasa pada bulan Ramadhan dan menunaikan haji.”
Kaum Muslimin telah berijma’ (bersepakat) bahwa puasa pada bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib dan barangsiapa mengingkarinya maka ia kafir.
Puasa Ramadhan ini diwajibkan pada tahun kedua Hijriyyah, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berpuasa selama sembilan kali Ramadhan. (Majalis Syarh Ramadhan, karya Syaikh Utsaimin hal 21 dan setelahnya).
Setiap orang Islam yang telah baligh lagi berakal maka wajib atasnya berpuasa pada bulan Ramadhan. (Fushul Fi Ash Shiyam wa At Tarawih wa Az Zakah, Ibnu Utsaimin)


KESIMPULAN

Bahwa setiap umat islam diwajibkan atas puasa berdasarkan perintah agama yang diturunkan Allah Ta’ala sebagai petunjuk bagi kehidupan kaum muslimin,dan berdasarkan (Qs.Albaqarah :2):183).Serta diberikan keringanan bagi orang²orang yang mendapatkan udzur (halangan).

DAFTAR PUSTAKA

Al Qaradhawi, Yusuf. 1993.Halal dan Haram.Jakarta:Gema Insani Press
Sabiq, Said. ----Fiqh Sunnah.Jakarta:Sinar Harapan

Sunday, November 9, 2008

Agama kristen Katolik

Pengertian agama kristen katolik:
Apakah agama katolik itu? Bagaiman hubungannya dengan antara agama dengan Tuhan itu ? agama bukanlah tuhan dan tuhan bukanlah agama. Hal ini perlu dikemukakan terlebih dahulu, agar jelas terlihat perbedaannya. Agama adalah Jalan, Cara, Syari’at, Wahana untuk mendekati tuhan. Itulah arti kata Agama Kristen

Sejarah perkembangan agama katolik berserta pembawanya
Agama katolik untuk pertama kalinya masuk ke indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di sumatra utara.fakta ini ditegaskan pertama kali oleh (Alm) prfesor Dr.sucipto wirjosuprapto.untuk mengerti fakta ini diperlukan penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas.berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah shaykh abu salih al-armini yang menulis buku “daftar berita-berita tentang gereja dan pertapaan dari provinsi mesir dan tanah-tanah diluarnya “.yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan serani yang tersebar dimesir,nubia,abbessinia,afrika barat,spanyol,arabia,india dan indonesia.

Sumber-sumber hukumnya
 Alkitab
 Injil

Duyverman memberikan komentar tentang pengkajian injil. Ia berkta:
“Berlainan dengan Nabi Muhammad maka Yessus tidak menulis atau menyuruh tulis pengajarannya.
Pemberitaan tentang mula-mula semata-mata berdasarkan pengetahuan langsung, penyaksiaan mata, telinga ataupun tradisi lisan. Hal ini tidak berarti bahwa umat Kristen tidak memiliki kitab suci”.
(PKPB hal. 168) . Kitab-kitab seluruhnya berjumlah 66 itu, datang umat kepada umat katolik dalam bentuk salinan_salinan yang beribu-ribu banyaknya. Naskah-naskah asli tertulis dalam tulisan tangan (Autographa) telah hilang semua, tetapi umat katolik mempunyai salinan beribu-ribu naskah tersebut. Diantara naskah-naskah tersebut terdapat salinan yang sudah tua (Fragmenta Apologetika,hal:108)
Injil(perjanjian baru) sengaja mereka tempatkan sebagai sistem “Theopneustis Dinamis atau organis”
Isinya petunjuk bagi umat manusia, sumber-sumber petunjuk serta neraca antara yang hak dan yang bathil. Kandungannya melengkapi setiap masalah yang ditemui dalam dan kehidupan umat manusia disegalah tempat dan zaman, termaksud masalah hukum waris; sedang masalah ilmu pengetahuan merupakan sumber yang hidup dalam kitab suci Kristen.
“Kitab suci tidak mungkin keliru sebab allah sendiri membuatnya. Janganlah tergesa-gesa memberatkan ilmu pengetahuan yang hanya buah dari perkerjaan manusia”, dan “ Jadi Kitab suci tidak keliru sebagai pernyataan Allah dalam Yessus Kristus. Kitab suci tidak dapat dibaca sebagai buku ilmu Alam, Ilmu Sejarah, dan untuk mempertinggi mutu Tauhid dan Ummat Islam mengabdi kepada Allah Yang Maha Esa..

Cara Beribadah
Tempat peribadatan agama katolik yaitu gereja. Gereja katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang, baik menurut kitab suci maupun Tradisi suci dan sejarah Gereja.

Adapun sakramen yang diakui oleh gereja katolik Roma sebagai berikut :
• Baptis
• Penguatan
• Ekaristi
• Pengakuan Dosa
• Pengurapan Orang sakit
• Imamat
• Pernikahan

Adapun fungsi Gereja yaitu:
• Istilah “ Tubuh kristus “berarti dalam gereja pengikutnya bersangkut paut dengan kristus sendiri: Bukan berarti gereja adalah lanjutan penjelmaan kalam.
• Sudah terang tubuh itu takluk kepada kepala. Gareja dikumpulkan dan diperintah oleh kristus, kepala itu. Gereja tidak boleh bertindak seolah-olah ia berdiri sendiri.
• Kata Karl Barth, “ perkataan “ tubuh kristu “ berarti pula anggota-anggota membentuk kesatuan oleh karma dorongan hatinya sendiri, melainkan meraka adalah satu kesatuan.
• Dari istilah “ tubuh “ itu mengetahui bahwa gereja itu adalah suatu badan yang nampak. Tubuh yessus sewaktu berada didunia ini bukannya tidak kelihatan, demikian pula tubuhnya, yakni gereja dapat juga dilihat.

Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan
– Pada dasar nya hubungan antar sesama manusia dalam agama mana pun pasti memiliki hubungan yang baik, karena di setiap agama pasti di ajarkan tentang toleransi antar umat beragama.
– Dengan adanya sikap toleransi antara umat beragama, maka hal yang terjadi adalah ketenangan dan ketentraman, serta akan tercipta rasa kasih sayang antar kita semua.
– Dalam hari-hari besar keagamaan kita juga dapat melihat, adanya rasa tenggang rasa yang tinggi dari antar umat beragama.

– Di dunia pendidikan juga dapat kita lihat, bagaimana aturan-aturan yang di buat oleh sekolah-sekolah, dimana tidak ada lagi adanya diskriminasi di antara siswa yang beda agama.
– Yang membedakan nya pada dasarnya bukan dari sikap antara pemeluknya, tetapi pada hubungan antara umuat dan Tuhannya.
– Di lingkungan juga sangat terjaga, karena sebagian besar agama juga mengajakan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan kebersihan itu merupakan awal dari kesehatan. Bahkan ISLAM menyatakan bahwa Kebersihan iu sebagian dari Iman.
– Selain itu, kita harus memperhatikan lingkungan sekitar kita, karena lingkungan sama hal nya seperti manusia apabila kita perlakukan dengan tidak baik maka ia akan marah, oleh karena itu terjadilah bencana alam.
– Namun, hal tersebut juga dapat terjadi di karenakan, kehendak Yang Maha Kuasa, jadi kita tidak dapat berbuat apa-apa. Yang patut kita lakukan hanyalah berdoa.

Kaidah dan etika agama katolik yang berhubungan dengan kesehatan
Etika pengobatan(medical-ethic) kini makin banyak yang menekuninnya di dunia, dan pandangan agama perlu di perdengarkan. Walaupun nilai-nilai agama yang berbeda tidak dapat di perdebatkan seperti ilmu yang mempunyai kaidah-kaidah universal dan kaidah involvement dari masing-masing penganutnya. Globalisasi makin mendekatkan hubungan penganut agama satu dengan yang lainnya. Begitu halnya dalam dunia kesehatan, pasien kita sekarang semakin beragam ras dan etniknya serta berbeda agama, dan hal ini harus kita hargai dan hormati. Di rumah sakit dunia kita temui pastor, pendeta, imam,pikhu,dan pedanda yang berdiskusi dengan pasiennya.
Maka seorang pemuka agama hendaknya bukan hanya mengetahui tapi juga di tuntut untuk mengerti dan memahami kaidah-kaidah masing-masing agama. Karena agar tidak terjadi kesalah pahaman antara kita sebagai bagian dari anggota medis dengan pasien.
Dan juga dalam setiap agama kita di minta untuk dapat saling bantu-membantu, salah saunya membatu orang yang sedang sakit, karena selain hal tersebut perbuatan yang baik, tapi juga terkandung dalam agama dan tentunya akan mendapatkan pahala dari Yang Kuasa.

Pandangan Agama Islam Terhadap Agama Kristen Katolik
• Acara Valentin, Islam mengaggap hal tersebut merupakn pemborosan, dan tidak kan bermakna apa-apa. Karena pada dasarnya hal tersebut dating dari budaya Barat. Dan tersebut bersumber dari umat Kristen yang di kukuhkan oleh paus galasius. Selain itu, hal ini merupakan ritual orang-orang yang menyebah berhala.
• Surat pengampunan Dosa, hal ini juga sangat bertentangan karena secara logika saja kita pikrkan, bahwa mustahil hanya dengan menulis surat pengakuan dosa, maka dosa kita akan terhapus. Dan Apabila hal tersebut tersebut di lakukan , maka akan banyak orang yang melakukan dosa. Dan hal ini juga yang diprotes oleh Agama itusendiri, yang kemudian terpecah dan di sebut dengan kersten protesan.
• Tahun baru atau pada malam pergantian tahun. Biasanya banyak di lakukan perayaan-perayaan besar dalam menyambutnya dan hal bertentangan dengan ajaran islam karena hal ini merupakan tradisi dari orang Kristen.
• Sama pula pada acara perayaan ulang tahun, hal ini juga bertentangan dengan ajaran islam.

Agama Kristen Protestan

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’aalamin, segala puji dan syukur bagi Allah semata, kedamaian dan kesejahteraan dari-Nya semoga tercurah bagi Rosulullah SAW. Beserta keluarga, sahabat,dan pengikutnya, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini berjudul Agama Kristen Protestan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan dan menerima kritikan serta saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan, penulisan ini di masa yang akan datang. Dalam menyusun tugas ini penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini, baik secara lansung maupun tidak lansung.

Dan menyadari bahwa semua kebenaran datangnya hanya dari Dia Yang Maha Memiliki kehidupan, maka kita berharap semoga kekhilafan,yang sekira ada pada upaya gigih dan tulus dari penulis makalah ini,akan mendapat ampunan dan limpahan rahmat yang tak terhingga dari Sang Pendidik Sejati,amin!

Sekayu,13 Oktober 2008


Penyusun
DAFTAR ISI

Kata pengantar……………………………………………………….. i
Daftar isi………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang……………………………………………………... 1
A. Rumasan masalah………………………………. …………. 1
B. Tujuan………………………………………………………..2
C. Manfaat……………………………………………………... 2
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Pengertian agama Kristen katolik………………………………3
II.2 Sejarah perkembangan Kristen katolik …………………………3
II.3 Sumber-sumber hukumnya…………………………………….. 4
II.4 Cara-cara beribadah…………………………………………….5
II.5 Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan……………. 5
II.6 Kaidah dan etika agama katolik yang
berhubungan dengan kesehatan……………………………….. 6
II.7 Pandangan Agama Islam Terhadap Agama
Kristen Katolik………………………………………………….6
Daftar pustaka………………………………………………………… 7


BAB I
PENDA HULUAN
I.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan dan tekhnologi terus mengalami perkembangan. Bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tentu saja pengetahuan manusia juga ikut meningkat. Tapi dengan meningkatnya pengetahuan manusia, hal ini dapat menyebabkan menurunnya norma-norma kita dalam beragama. Selain itu juga hal-hal tersebut, membawa dampak negatif yang di antaranya munculnya agama-agama baru di dunia.
Agama yang di anut umat manusia terbagi menjadi menjadi 2,yaitu agama yang hak dan agama yang batil. Agama terdiri dari dua unsur pokok, yaitu akidah (keyakinan-keyakinan) yang merupakan prinsip agama, dan hukum-hukum praktis yang merupakan konsekuensi logis dari prinsip agama tersebut. Oleh karena itu, penyusun membuat makalah ini yang menangkat tema Agama Khususnya, tentang Agama Kristen Protestan.


A. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Agama Kristen Protestan
2. Apa sejarah perkembanagnnya?
3. Siapa pembawanya?
4. Bagaimana keyakinan/keimanan/ketuhanan nya?
5. Apa sumber-sumber hukumnya?
6. Bagaimana cara-cara beribadah?
7. Bagaimana hubungan antara sesame manusia dan lingkungannya?
8. Apa kaidah dan etika Agama Protestan yang berhubungan dengan kesehatan?
9. Bagaimana pandangan Islam terhadap Kristen Protestan?



B. Tujuan
1. Agar mengetahui arti, sejarah , sumber-sumber hukum agama Kristen Protestan
2. Agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Agama Kristen Protestan.
3. Agar menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa dan bagi kita semua mengenai pengetahuan Agama.

C. Manfaat
Kita dapat mampu meningkatkan pengetahuan kita mengenai berbagai macam agama yang ada didunia khusus nya agama Kristen protestan.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian agama Kristen Protestan
Agama Kristen mengandung arti “orang yang diurapi” yaitu orang yang digosok dengan minyak suci sebagai suatu upacara konsekrasi (pensucian).Jadi kata Kristen mengandung arti orang-orang yang telah dibaptiskan dengan perminyakan suci itu.Dengan pembaptisan tersebut orang telah diakui syah sebagai pengikut kristus (orang yang diurapi).Sesuai dengan kitab injil sebagai berikut:“… … … … dan tiada Engkau beri orang sucimu”.
Dalam kalangan umat Kristen terdapat juga berbagai aliran dan golongan,yaitu bukan sedikit pula jumlahnya.Aliran-aliran itu timbul karena perbedaan faham tentang ketuhanan Tritunggal,tentang injil,dan tentang hak kekuasaan gereja dan pedeta yaitu salah satu nya adalah agama Kristen Protestan.
Protestan adalah sebuah mashab dalam agama kisten.Mashab atau denominasi ini muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalilnya.Kata Protetan berarti Pro-testanum yang berarti kembali ke Injil(testanum).Pada tahun 2005,± 5,9%(14.276.459) dari 241.973.879 penduduk Indonesia beragama Protestan.
Kristen Protestan memiliki 2 ciri khas yang paling menonjol,yaitu pembenaran karena iman,dan Asas Protestan.Dalam konsepsi Protestan,iman bukan sekedar masalah kepercayaan,yaitu diterimanya suatu pengetahuan sebagai hal yang pasti,tanpa perlu ada bukti.Iman adalah suatu tanggapan seluruh diri manusia,yang dalam kata-kata Emil Brunner disebut sebagai:”suatu keseluruhan tindakan dari seluruh pribadi.”Dengan demikian,iman menyangkut suatu gerak naikdari pikiran:khususnya suatu keyakinan akan kekutan kreatif tuhan yang tidak terbatas dan berada dimana-mana.

II.2 Sejarah perkembangan Kristen Protestan
Jumlah penganut agama Kristen protestan 12 juta orang,kira-kira 6% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.Agama Kristen Protestan di bawah naungan bendera Belanda dalam abad 18 dan 19,orang-orang Belanda muncul pada akhir abad ke-16 keseluruh wilayah Indonesia.Pada tahun 1602 bergabunglah kelompok-kelompok dagang di Belanda menjadi sebuah persekutuan perdagangan dengan nama VOC.
Berdasarkan perjanjian dengan negara Belanda mereka boleh membentuk pasukan sendiri,mengumumkan perang,membuat perjanjian dan mencetak mata uang sendiri.Dan bersarkan perjanjian ini juga VOC harus melakukan segala sesuatu untuk menyebarkan agama Protestan.Dibawah pemerintahan VOC kegiatan agama Katolik dilarang.Tetapi keadaan ini berubah setelah kekusaan VOC berakhir pada abad ke-18.

II.3 Sumber-sumber hukumnya
Alkitab
Injil
Alkitab, disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 14 ayat 28, Yesus berkata “... sebab Bapa lebih besar daripada Aku”. Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 10 ayat 29, “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun ... “. Di dalam Injil Matius, pasal 12 ayat 28 disebutkan “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah ... “. Di dalam Injil Lukas, pasal 11 ayat 20, disebutkan, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah ... “, Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 5 ayat 30, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar.
Dan juga Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa dirinya diutus oleh Tuhan. Dia adalah rasul utusan Tuhan. Disebutkan di dalam kitab Injil Yohannes, pasal 14 ayat 24

Taurat
“Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu, siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Jadi, Yesus berkata jika Anda ingin masuk ke dalam Kerajaan Sorga, maka Anda harus mematuhi setiap ketetapan perintah yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. Anda harus mematuhi setiap perintah yang termuat di dalam Perjanjian Lama termasuk ayat-ayat yang tadi saya kutipkan, yakni bahwa hanya ada satu Tuhan dan Anda dilarang untuk menyembah kepada berhala. Anda juga dilarang untuk membuat gambaran (penampakan/rupa) tentang Dia.

II.4 Cara-cara beribadah
Tempat peribadatan agama protestan yaitu gereja Apakah gereja itu? Dalam hal ini ditinjau dari segi materil, tak ada bedanya dari sebuah gedung pertemuan. Sama-sama terdiri dari semen, genteng, atau seng, kursi-kursi, podium unyuk pidato,baca khutbah. Bedanya Gereja digunakan sebagai tempat pertemuan untuk melangsungkan kebaktian bersama sesuai ibadat agama Kristen. Disini, pertemuan itu diyakini sebagai pertemuan Tuhan dengan pengikutnya.Adapun gereja dalam agama Kristen protestan disebut gereja revormasi.Nama reformasi ini ada hubungannya dengan cita-cita yang terkandung dalam gereja ini ialah cita-cita mengadakan pembaharuan terhadap agama Kristen supaya kembali kepada ajaran asli Al-kitab dan ajaran Yesus kristus.Gereja protestan ini berpusat di Roma yang berdiri pada abad 16 masehi.
Adapun beberapa upacara ibadah dalam agama Kristen protestan ialah sbb:
a.Penjamuan suci
Penjamuan suci merupakan upacara makan minum yang pernah dilakukan oleh yesus kristus pada suatu malam ketika dia di hianatii oleh orang-orang yahudi.Dalam penjamuan tersebut terjadilah penjamuan pertemuan antara yesus kristus dengan orang-orang yang berdosa.Mereka padasaat itu mendapatkan pengampunan dosa oleh kristus dengan diberi roti dan minum anggur sebagai lambing perdamaian.
b.Sakramen Pembaktisan
Protestan melakukan sakramen pembaktisan atas orang-orang yang telah mencapai usia dewasa dengan memandikan mereka.Hal ini dilakukan sebagai apa yang dilakukan oleh yahya yang memandikan yesus sebagai upacara pembaktisan menjadi rosul tuhan dengan air sungai yordan pada waktu usia 30 tahun.

II.5 Hubungan antar sesama, manusia dan lingkungan
Pada umumnya agama protestan tidak jauh berbeda dengan agama khatolik yaitu
• saling tolong-menolong antara umat beragama sehingga akan tercipta suatu suasana yang harmonis antar umat beragama dengan tidak menyangkutkan masalah keyakinan.
• Saling tenggang rasa antara umat beragama ketika umat lain sedang melakukan kegiatan keagamaan
• Selain itu,dalam melakukan interaksi dengan lingkungan,mereka sangat memperhatikan kebersihan lingkungan,menjaga semua yang ada dibumi sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan.


II.6 Kaidah dan etika agama protestan yang berhubungan dengan kesehatan
Kaidah dan etika agama yang berhubungan dengan kesehatan pada prinsipnya memiliki persamaan walaupun agama yang dijadikan kepercayaan tersebut memiliki perbedaan.Pada hakikatnya setiap agama akan mendapatkan asuhan keperawatan dan pelayanan yang sama.
Dalam hal etika dibidang kesehatan,agama Kristen protestan berlandaskan dengan rasa cinta dan kasih sayang seperti yang ditanamkan oleh kitab injil sebagai pedoman hidup yang mereka percayai.Sehingga pada zaman masehi berdirilah rumah sakit diroma seperti monastic hospital.

II.7 Pandangan Agama Islam Terhadap Agama Kristen Protestan
• Menurut pandangan islam,kitab injil yang dijadikan pedoman dalam agama Kristen protestan sebenarnya tidak patut dijadikan pedoman hidup.Menurut para ahli ulama islam yang telah melakukan berbagai penelitian menyatakan bahwa sebenarnya kitab injil adalah buatan manusia bukan bersumber dari Tuhan.
• Islam juga tidak setuju dengan adanya pengakuan dosa karena tidak mungkin dengan mengakui dosa didepan pastur semua dosa kita terhapus.
• Ada beberapa hal yang sebenarnya adalah kebiasaan dari agama Kristen tetapi juga dijadikan kebiasaan dalam agama islam yaitu seperti sering diperingatinya hari kasih sayang yang lebih dikenal dengan valentine.Dan juga sering diperingati Tahun Baru Masehi serta peringatan hari ulang tahun.Padahal itu semua sangat bertentangan dengan agama islam.
• DAFTAR PUSTAKA

• Spiritual-World@googlegroups.com
• K.H.Agus,hakim,Perbandingan Agama.Bandung:CV.Diponegoro,1996.
• HM.Arifin,Prof,M.Ed,Menguak Misteri Ajaran Agama-Agama Besar.Jakarta:PT.Golden Trayon Prees,2002.
• Swaramuslim.net@googlegroups.com