Monday, December 22, 2008

FISIOLOGI: THE MENSTRUAL CYCLE AND MALE REPRODUCTIVE SYSTEM

SISTEM REPRODUKSI

1. PERPUTARAN DATANGNYA HAID
Pada wanita sebuah telur dewasa berkembang dan diteluri satu dari 2 induk telur kira-kira sekali dalam 28 hari. Melalui sebuah rangkaian komplek antara kelenjar dibawah otak dan induk telur. Sebelum telur dewasa dilepaskan dari induk telur, sebuah rangkaian dari kejadian-kejadian itu terjadi untuk menebalkan peranakan. Ini diperlukan untuk menerima dan memegang sebuah telur yang subur untuk perkembangan embrio. Jika telur itu tidak subur. Peranakan mulai rusak, akhirnya telur tidak subur dan peranakan yang tidak bergenerasi itu dikeluarkan dari tempat reproduksi wanita (haid). Kemudian perputaran dimulai lagi dengan perkembangan dari telur-telur lain dan pembangunan peranakan.
Perpuataran ini disebut ”menstrual cycle (perputaran haid)”. Perputaran haid mulai pada masa remaja, itu biasa dimulai secepat-cepatnya pada wanita berusia 9tahun, dan selambat-lambatnya pada usia 17tahun. Pada umumnya, rentang umurnya antara 12-15tahun. Perubahan yang terjadi selama perputaran haid melibatkan hormon dari kelenjar dibawah otak dan induk telur.
Perputaran haid dibagi menjadi empat tahap:
1.tahap kantung
2.tahap pembuahan
3.tahap corpus luteum
4.tahap haid
lihat gambar 21-12 untuk diagram perputaran haid.

2. TAHAP-TAHAP PERPUTARAN HAID
a. Tahap folicle (kantung)
hormon stimulasi folicle (FSH) dikeluarkan dari cuping depan dari kelenjar dibawah otak pada hari ke-5 perputaran haid. FSH disirkulasikan dari sebuah induk telur melalui peredaran darah, ketika FSH mencapai sebuah indum telur, ini akan merangsang beberapa kantung, akan tetapi hanya satu yang dewasa. Karena satu folicle tumbuh ukurannya itu akan mengisi sebuah cairan yan berisi estrogen. Estrogen merangsang pergerakan dan menebalkan dengan lendir dan persediaan dari sel darah. Perubahan-perubahan ini mempersiapkan rahim kandungan untuk penanaman sebuah embrio tahap ini berakhir kira-kira sepuluh hari.
b. Tahap pembuahan
ketika konsentrasi dari estrogen didalam peredaran arah, wanita mencapai level yang tertinggi. Ini menyebabbkan kelenjar memberhentikan pengeluaran FSH, karena ini terjadi hormon lutenizing atau LH dikeluarkan oleh kelenjar. Pada point ini ada 3 perbedaan hormon yang bersikulasi diperedaran darah wanita yaitu, estrogen, FSH, dan LH. Tiap hormon mempunyai konsetrasi yang berbeda sekitar 14 hari perputaran haid. Kombinasi hormon itu merangsang folicle yang dewasa hancur. Ketika folicle putus sebuah sel telur dewasa dikeluarkan kejadian ini disebut pembuahan.

c. Tahap korpus luteum
setelah pembuahan LH merangsang sel-sel dari folicle yang putus untuk membagi dengan cepat. Sel berwarna kuning kemerahan disebut korpus luteum. Sebaliknya korpus luteum mengeluarkan hormon yang disbeut progesteron. Progesteron membantu mengatur pertumubuhan dan penebalan dari peranakan. Jadi, jika sebuah embrio terjadi ditanamkan kedalam peranakan. Kehamilan bisa diatur, itulah kenapa progesteron disebut hormon kehamilan. Progesteron juga mencegah pembentukan folicle yang baru dengan mencegah pengeluaran FSH. Tahap ini berakhir kira-kira 14hari.

d. Tahap menstruasi
jika kesuburan tidak terjadi dan sebuha embrio tidak ditanamkan dirahim kandung. Progesteron mencapai sebuah level dialiran darah yang mencegah pengeluaran LH lebih lanjut, dengan pengurangan pengeluaran Lh, korpus luteum hancur, menyebabbkan pengurangan pengeluaran progesteron dengan baik. Karena tingkat progesteron berkurang, jalur dari peranakan menjadi lebih tipis secara terus-menerus dan akhirnya menghancurkan lapisan extra drai peranakan. Telur yang tidak subur dan jumlahnya sedikit dari darah yang berasal dari kapilaris yang terputus karena kulit peranakan jauh dari rahim dikeluarkan dari tubuh wanita melalui vagina. Ini menyebabkan darah haid itu mengalir. Dan tahap haid mulai sekitar hari ke28 dari perputaran haid. Tahap menstruasi ini berakhir 4hari, ketika menstruasi terjadi tingkat estrogen dialiran darah berkurang. Cuping depan dari kelenjar sekrang dirangsang untuk mengeluarkan FSH dengan begitu folicle yang baru mulai tumbuh dan perputaran haid mulai lagi.
Figur 21 – 13

Hubungan antara hormon kelenjar dan hormon telur adalah satu dari Itu berarti hormon pituitari berfungsi pada ovaries. ovaries memisahkan hormon kendali itu pituitari berfungsi. ini adalah contoh lainnya pengatur otomatis proses didalam tubuh.

3. MENOPAUSE
Haid berhenti atau ”perubahan hidup” adalah waktu dimana kehidupan menstruasi bulanan wanita berakhir. Ini sering terjadi antara usia 44 dan 45 tahun. Menopause ditandai dengan berhentinya pertumbuhan dari folicle dan konsekuensi ovulasi, itu berarti dimasa ini wanita tidak dapat hamil lagi atau tidak mampu untuk melahirkan.
Secara anatomi menopausal wanita akan mengalami perubahan sebagai berikut:
1. atrophy (proses penuaan yang normal) dari struktur reproduktif internal
a. uterus/ rahim
b. saluran uterus
c. ovaries/kelenjar gonad (dua struktur kecil yang terletak pada kedua sisi uterus, sebagai penghasil hormon ovarium)
2. atrophy dari genitalia external
3. vagina menjadi berbentuk (kerucut terbentuk)
4. atrophy dari membran lendir vagina
5. penurunan kegiatan yang keluar, kelenjar berasosiasi dengan organ reproduktif.
Perubahan ini tidak terjadi hanya dalam satu waktu tetapi terjadi bertahun-tahun secara berangsur-angsur.
Ada perubahan fisiologis yang mungkin terjadi:
1. ”hot flashes”
2. sakit kepala pitam
3. rematik bertambah
4. berkeringat
5. dan kepekaan sampai kelelahan
Kadang-kadang perubahan fisiologis ini juga tergantung pada jiwa wanita yang mengalami menopause. Ini termasuk takut abnormal, depresi sifat, marah berlebihan, dan kecemasan. Kebanyakan dari fisiologis dan gejala jiwa dapat berkurang dengan usaha hati-hati dari hormon. Menopause dapat terjadi secara prematur (menopause buatan) dengan pemindahan jaringan ovarium.

SISTEM REPRODUKSI PRIA
Figur 21 – 14
Organ reproduktif pria, lihat gambar 21-14, terdiri dari struktur berikut :
1.dua buah testis memproduksi sel-sel kelamin pria, spermatozoa dan hormon kelamin pria tetosteron. Mereka dibentuk didalam tubuh oleh jaringan spermatid dan dilindungi oleh kantung yang disebut skrotum
2.rangkaian dan kelenjar membawa sel-sel sperma keluar dari testis melalui epididimis, dua kelenjar mirip atau ductus deferens/ vas deferens, dua kelenjar keluaran dan uterta.
3.bagian-bagian kelenjar, yaitu dua gelembung kembar, dua kelenjar prostrat. Kelenjar-kelenjar ini menmabahkan cairan kedalam sel sperma untuk membentuk campuran cairan.
4.penis adalah sebuah struktur penggabungan yang akan mengirimkan sel sperma kesistem reproduksi wanita.

TESTIS DAN EPIDIDIMIS
Dua buah testis adalah organ terpenting dari sistem reproduksi pria, lihat gambra 21-15. mereka dapat ditemui dalam kantung yang berada diluar tubuh pria, yang disebut scrotum. Masing-masing testis mempunyai ukuran dan bentuk seperti telur kecil, dengan ukuran panjang 4cm, lebar 2,5cm, dan tebal 2cm. Testis menahan kelebihan dengan struktur yang disebut epididimis. Jaringan seperti serabut disebut tunica albuginea melindungi testis dan mengirimkan pemisah yang tak sempurna dalam tubuh bagi masing-masing testis. Setiap satu dari pemisah ini disebut lobula dan masing-masing testis mempunyai 250 lobula.

Figur 21 - 15
Masing-masing testiskular lobula dapat bertahan 1-4menit dan meninggikan penggulung seminiferaus tubulus. FSH merangsang reproduksi dari nutfah ( air mani )di sel garis tubulus itu. nutfah seperti mengembangkan testiskular lobula yang dilepaskan ke tubulus. Pada laki - laki, formasi nutfah dewasa memerlukan kira-kira 74 hari. mulai berfungsi pada umur 12 dan pertama nutfah dewasa ejaqulasi pada umur 14. semua seminiferous tubulus interwine dan ikut ke bentuk kecil seperti lubang jaringan tubulus dan disebut rete testis. rete testis dalam bentuk epididimis seminiferous tubulus dan jenis jaringan disebut jaringan interstitial. Bahan pelapis sel jaringan interstitial memproduksi hormon pria yaitu testosterone. testosterone mengeluarkan secara relatif kokoh jumlah sepanjang hidup pria dewasa. testosteron merangsang pertumbuhan dan pengembangan organ reproduktif pria , dibawah kontrol sex yang bertanggung jawab untuk karakteristik kelamin sekunder. Jaringan ini berfungsi untuk memperdalam suara, pertumbuhan rambut ( jambang dan rambut tubuh khususnya di axillary dan daerah berkenaan dengan pinggang, menambah di gumpalan otot, dan mengentalkan tulang sistem kerangka).
epididimis ikat testes dengan ductus deferens dan membantu pengembangan akhir sel nutfah.

TURUNNYA TESTES
Di janin, testes dilengkungkan dan berkembang di dinding perut yang terletak di bawah ginjal. selama 3 bulan fetal mengembang, testes akan bergerak menurun melalui dinding perut yang mengenai sisi perut ke kantung buah pelir. Setiap testis membawa ductus deferens, darah dan pembuluh yang mengandung getah bening, dan autonomic serabut syaraf. struktur dan bentuk pembalutan jaringan terbuat dari serabut dan spermatic pita suara.
Kadang-kadang seperti bayi prematur, testes tidak akan menurun. jika testes tidak menurun, kondisi ini dikenal sebagai cryptorchidism. ( jika satu testis tidak menurun, ini disebut unilateral cryptorchidism dan jika dua testes disebut bilateral cryptorchidism . jika testes tinggal di dalam perut setelah pubertas, spermtogenesis akan mempengaruhi. meningkatkan suhu tubuh dan akan memusnahkan beberapa sel nutfah. Pada kondisi yang berhubungan dengan pembedahan prosedure sederhana ini dapat terjadi sebelum pubertas.
Scrotum
Scrotum adalah kantung buah pelir eksternal yang berisi testes

ductus deferens, Seminal Vesicles dan ejakulatory ducts
Pada bagian kanan dan kiri ductus deferens ( vas deferens ) berlanjutan ke epididimis. Dductus deferens mempunyai fungsi rangkap.yaitu melayani situs penyimpanan untuk sel nutfah dan sebagai excretory pembuluh testis. setiap ductus menjalankan dari epididimis atas melalui inguinal kanal Yang kemudian bergerak menurun dan pada bagian belakang sisi vesica urinaria. kemudian mengelilingi saluran kencing hingga menuju ke seminal vesicles di bagian depan sisi vesica urinaria.
Seminal vesicles mempunyai dua tabung yang tinggi seperti selaput yang berbelit - belit. pembuluh menjauh dari seminal vesicles yang mengikuti ductus deferens ke ejakulatory ducts yang bersebelahan. Seminal vesicles memproduksi ekstrak zat yang membantu memelihara dan melindungi nutfah di perjalanan nya pada sistem reproduktif wanita. Pada peristiwa akurat serum, seminal vesicles cair ditambahkan pada sel nuftah dan sebagian ditinggalkan untuk pembuluh ejakulasi.
Ejaculatory ducts merupakan pembuluh yang pendek dan sangat sempit, mereka mulai dimana ductus deferens dan seminal vesicles bergerak menuju ke kelenjar prostat dan dengan saluran kencing dan sperma.Didalam mereka dapat bebas bergerak. Lihat figur 21 – 24.

PENIS
Organ eksternal kantung buah pelir dan kelamin pria. dalam kantung buah pelir dibagi ke dua kantung menangkap berisi testis kulit luar, dan bagian dari lebih rendah vas deferens kelamin pria berisi tisu erektil yang menjadi memperbesar dan kaku selama hubungan. lepas kulit patut, memanggil kulit khitan atau kulup zakar, mencakup ujung kelamin pria. kulit khitan dapat memindahkan secara sederhana cara menjalankan mengetahui sebagai khitan.

KELENJAR PROSTAT
Kelenjar prostat lokasi di depan rectum dan di bawah vesika urinaria, dan kelenjar prostat ini melingkari saluran pembukaan vesika urinaria ke uretra yang di sebut prostatik uretra. Kelenjar prostat berbentuk seperti chesnut yang di selimuti kapsul pibrous yang berisi jaringan glandular yang dikelilingi oleh jaringan otot yang berkontraksi selama ejakulasi, kontraksi kelenjar prostat terjadi didekat prostatik uretra yang menahan urin keluar dari uretra. Kontraksi tersebut juga menimbulkan expulsi semen selama ejakulasi. Sekret dari kelenjar prostat berbentuk cairan susu yang bersifat basa yang dapat meningkatkan motilitas sperma, yang juga memberikan bau karakteristik yang menyengat pada cairan sperma.
KELENJAR BULBOURETRAL
Kelenjar bulbouretral yang dikenal dengan kelenjar cowper yang terletak disisi uretra di bawah kelenjar prostat. Kelenjar tersebut menembah sekresi untuk cairan semen yang membentuk sperma hidup lebih lama sampai akhirnya sperma menemukan medium asam pada saluran reproduksi wanita.

EREKSI DAN EJAKULASI
Uretra berada di sepanjang penis yang berujung pada meatus uretra di glen penis, uretra memiliki dua fungsi yaitu, mengeluarkan urin dari bledder dan mengeluarkan semen pada saat ejakulasi. Ketika seksualitas pria terangsang impuls saraf menyebabkan jaringan erektil sehingga penis membesar dan mengeras.
Sewaktu-waktu rangsangan dari kelenjar menghasilkan rangsangan yang tinggi atau klimaks pada seminal vesicle. Dorongan saraf mengirim pusat ejakulasi dan pusat rangsangan. Ransangan mengakibatkan berkontraksinya otot dari vas deferens, ejakulasi duct, dan kelenjar prostat. Sekresi terjadi pada saluran sperma tanpa kontrol melelui urertra dan setelah itu sperma akan keluar secara berangsur-angsur hingga berhenti dengan sendirinya.

IMPOTEN
Impoten adalah ketidak mampuan penis berereksi selama interkost. Impoten primer menunjukan pada orang yang tidak pernah mengalami erksi. Impoten sekunder menunjukkan pada orang yang impoten, tetapi mengalami erksi sebelumnya. Impoten tidak hanya disebabkan oleh disfungsi dan mungkin terjadi pada sebagian populasi pria dewasa yan berumur antara 40-70 tahun, dan kejadiannya meningkat berdasarkan usia. Umumnya impoten di pengaruhi oleh sebab organik, faktor psikologis, dan kecemasan juga dapat menyebabkan impoten.
Jenis dari pemilihan terapi ketergantungan pada penyebab spesifik dari gangguan fungsional. Pengobatan bisa menjadi terapi seksual jika penyebabnya sebuah pemikiran yang berhubungan dengan faktor-faktor kejiwaan. Pada waktu sekarang, penile memasukkan terapi injeksi dan pengobatan mulut yang dapat digunakan untuk impotensi yang menyenangkan.
Beberapa metode untuk mencegah konsep ini dan persentasi relatif mereka dari keefektifan yang terdaftar pada tabel 21-4. Pilihan biasanya dibuat oleh seorang wanita atau pasangan saat konsultasi dengan dokter. Harga, kasus yang digunakan, tingkat keefektifan dan kemungkinan dari segi pengaruh yang akan menjadi perhatia ketika memilih metode.

No comments: