Saturday, January 31, 2009

DOKUMENTASI KEPERAWATAN

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
1. Diabetes Melitus
2. Obstruksi Usus
3. Perawatan Terapi Intravena
4. Perawatan Luka

Diabetes Melitus (DM)

Tujuan Dan Hasil Perawatan
1. Pasien kembali kestatus perawatan diri secara mandiri dengan mobilitas fungsional. Tanda vital DBN untuk pasien.
2. Kadar glukosa darah dikontrol dengan diet atau medikasi; tidak keton dalam urine.
3. Pasien, keluarga, dan pemberi perawatan dapat mendemontrasikan pemantauan mandiri kadar glukosa secara akurat.
4. Pasien, keluarga, pemberi perawatan dapat melakukan secara mandiri pemberian obat agens hipoglikemik.
5. Pasien terbebas uji komplikasi penyakit yang aktif.

Data Subjektif
Pasien mengeluh nyeri abdomen dan mual berat. Pasien mengatakan bahwa ia tidak mengalami defekasi dalam 10 hari.
Data Objektif
1. Tanda vital
2. I & O
3. Nyeri abdomen
4. Distensi abdomen
5. Mucus rectum dan darah
6. Muntah
7. Nilai lab (yaitu hitung sel darah, elektrolit)
8. Rontgen
Hal-hal Yang Didokumentasikan
Slang NG dipertahankan pada isapan intermiten yang rendah; mengalirkan isi gaster berwarna hijau dengan jumlah yang sedang; drainage NG sebanyak 150 cc pada shift ini pasien tetap puasa untuk pembedahan pada pagi hari.
Komplikasi medis potensial
Dehirasi
Fisura rectal
Gangguan elektrolit
Mual, muntah
Obstruksi usus
Perforasi

Hasil yang diharapkan pada pemulangan pasien
Pemulangan kerumah tanpa mengalami infeksi
Pasien, keluarga, dan pemberi perawatan diberitahukan untuk mengikuti aturan diet dan defekasi yang baru

Perawatan Terapi Intravena
Tujuan dan hasil perawatan
Keperwatan
1. Pasien kembali dapat merawat diri sendiri atau kembali keststus sebelum hospitalisasi.
2. Berat badan pasien stabil dalam rentang 10% dari BB normal.
3. Martabat dan prifasi pasien dihargai, saat bantuan perawatan diri dan ADL diberikan.
4. Keluarga dapat menyatakan poin penting yang berhubungan dengan piƱata laksanaan penyakit .
Data Subjektif
Pasien menjelaskan rasa nyeri tekan pada tempat IV. Pasien mengatakan nbahwa ia belum membilas Hickman.
Data Objektif
1. Tanda vital
2. Tetesan infuse yang dianjurkan
3. Berat badan
4. Bengkak dan kemerahan pada temapt IV
5. Turgor kulit
6. Pasien mendapat terapi antibiotic selama 6 minggu.
Hal-hal yang didokumentasikan
Tempat penusukan IV dikaji untuk adanya tanda infeksi: kemerahan, nyeri tekan, hangat, dan/atau bengkak; tidak ada tanda infeksi.
Perawat menjelaskan prosedur pemasangan IV kepada pasien dan keluarga
Pasien dianjurkan untuk tidak menggerakkan lengan yang terpasang IV secara berlebihan karena kateter beresiko untuk bergeser/ terlepas, yang menyebabkan infiltrasi pada tempat penusukan IV
Perawat menjelaskan infusional pump (alat untuk menyuntikan cairan) pada pasien
Perawat member tahu pasien untuk melaporkan adanya nyeri, nyeri tekan, atau bengkak.

Komplikasi Medis Potensial
CHF/ edema paru-paru
Emboli udara
Flebitis
Infeksi
Infiltrasi
Keteter patah
Kelebihan cairan
Ketidakseimbangan elektrolit
Pembekuan VCP, alat akses vena
Selulitis
Sepsis
Thrombosis

Pengkajian Kritis
Temuan yang memerlukan perhatian segera
1. Perubahan tingkat kesadaran- jika pada pasien dipasang alat akses sentral (kateter atau port) perubahan tingkat kesadaran dap[at mengidentifikasikan embolisme udara, yang menyebabkan resiko stroke pada pasien.
2. Sesak napas-mungkin akibat kelebihan cairan IB, atau edema paru (jika tidak menoleransi produk darah), atau pneumotorak (jika kondisi ini muncul setelah pemasangan jalur sentral), yang merupakan resiko pemasangan jalur sentral, sehingga memerlukan rontgen dada setelah pemasangan tersebut.
Perawatan Trakeostomi
Tujuan dan hasil perawatan
Keperawatan
1. Pasien kembali dapat merawat diri sendiri atau kembali kestatus sebelum hospitalisasi. Pasien mempertahankan pembersihan jalan napas ndan pola napas yang efektif\
Oksigenasi pasien adekuat
Pasien yang mempertahankan ,obilitas fisik yang optimal dalam batas penyakit.
Pasien dapat mendemonstrasikan strategi koping yang efektif.
Pasien dapat menyatakan control terhadap atau pengurangan ansietas.
Pasien dan pemberi perawatan dapat mendemonstrasikan perawatan trakeostomi danmelakukan isap lender.
Status nutrisi/hidrasi yang adekuat dipertahankan.
Berat badan pasien stabil dalam rentang 10% dari BB normal.
Pada pasien tidak terdapat tanda-atau gejala infeksi
Kegiatan rutin sehari-hari pasien dan keluarga diatur untuk menyeimbangkan periode aktivitas dan istirahat
Pasien dapat berkomunikasi secara efektif dengan berbicara atau beberapa bentuk komunikasi lain.
Pasien secara aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan dan aktivitas sehari-hari.

Perawatan Luka
Tujuan dan hasil perawatan
Keperawatan
1. Pasien kembali dapat merawat diri sendiri.
2. Luka pasien menunjukkan penyembuhan.
3. Pada pasien tidak ada tanda atau gejala infeksi
4. Pasien, keluarga, dan pemberi perawatan dapat merawat pasin dan melakukan tindak lanjut perawatan diorumah.
A. Terapi fisik
Pasien dap[at menigkatkan mobilitas atau aktivitas sampia mampu.
Pasien dapat menggunakan alat bantu yang aman.
Keluarga atau pemberi perawatan mendemonstraikan;
Teknik berpindah yang aman
Program latihan
Pemberian posisi yang tepat
B. Terapi Okulasi
Pasien dapat berpartisipasi dalam perawatan diri dengan teknik dan alat bantu adaptif.
Pasien mempunyai aktivitas diwaktu luang/aktivitas pengalihan perhatian.
Pasien menyeimbangkan program aktivitas dengan periode istirahat
C. Terapi nutrisi
Berat badan pasien dalam rentang 19% dari BB ideal.
Pasien, keluarga, dan pemberi perawatan dapat mlenjelaska n hubungan antara diet dan penyembuhan.
D. Social
pasien dan keluarga menggunakan mekanisme koping yang positif. Masalah diidentifikasi, dan rujukan kesumber yang tepat dilakukan. Pasien dipulangkan ketingkat lingkungan perawatan yang tepat.

Data subjektif
Pasien menyatakn nyeri pada bagian tubuh yang dibedah berkurang setelah mendapat medikasi nyeri
Pasien menyangkal adanya nyeri tekan pada area kemerahan di sekitar insisi.
Data Objektif
1. Tanda vital
2. Lokasi luka, deskripsio, lokasi, eksudat
3. Adanya keteter urine dan kateter lain
4. Suara napas
5. Tingkat kesadaran
Hal-hal Yang Didokumentasikan
1. Pasien mulai mendapat dosis pertama antibiotic.
2. Pasien mendapat medikasi nyeri sebelum penggantian balutan
3. Ahli bedah menemui pasien untuk mengevaluasi perlunya cangkokan kulit
4. Pasien mendapat medikasi nyeri sebelum debridement
5. Balutan salin normal lembap-kering diganti seiap 4 jam; pasien mendapat medikasi nyeri-30 menit setiap penggantian balutan.
Hasil yang diharapkan pada pemulangan pasien
Pemulangan kerumah; kembaliu kestatus perawayan mandiri
Pemulangan kerumah, dengan dukungan dari keluarga dan pemberi perawatan.
Pemulangan kerumah dengan mendapat pelayanan kesehatan dirumah untuk perawatan yang berkelanjutan
Pemulangan ke fasilitas perawatan lanjutan.

PETA BENTUK DAN POLA BUMI

KATA PENGANTAR

Tiada kata lain menyampaikan rasa terima kasih atas kehadirat Tuhan YME yang telah membantu kami dalam menyelesaikan Makalah ini dengan sebaik-baiknya dan sesingkat-singkatnya dengan Judul MAKALAH ILMU PENGETAHUAN SOSIAL, dan pada kesempatan ini kami mengucapkan rasa terima kasih kepada guru pembimbing JANIAH, S.Pd yang telah member pembelajaran kepada kami untuk membuat makalah ini, segala saran dan kritik demi penyempurnaan makalah ini, kami ucapkan terima kasih.

Sekayu, 2 Februari 2009
Penulis

BAB 1
PETA BENTUK DAN POLA BUMI

A. Bentuk-Bentuk Permukaan Bumi pada Peta
Tenaga endogenik merupakan tenaga yang berasal dari dalam, sedangkan tenaga eksogenik merupakan tenaga yang berasal dari luar. Adapun contoh tenaga endogenik adalah tektonisme dan vulkanisme. Tektonisme juga masih dibedakan atas dua macam lagi, yaitu proses lipatan dan patahan. Contohnya tenaga eksogenik antara lain erosi, sedimentasi, dan pelapukan.
Beberapa bentukan alam maupun sosial di permukaan bumi pada peta dengan mengamati jenis symbol yang digunakannya. Misalnya, bentukan gunung. Contoh simbol sederhana untuk menggambarkan gunung adalah dengan menggunakan simbol geometrik, yaitu berupa segitiga sama sisi dan di bagian dalamnya diberi warna secara penuh, seperti hitam dan ada juga yang merah.
Gunung dan ketinggian tempat merupakan fenomena yang bersifat fisikal. Contoh lain, misalnya simbol penggunaan lahan. Simbol penggunaan lahan sebenarnya dapat digambarkan dengan jelas, baik pada peta tematik. Simbol penggunaan lahan bersifat baku, sebagian besar simbol penggunaan lahan digambarkan dengan simbol yang bersifat abstrak dan piktoral.
Adapun pada peta tematik, pola penggunaan lahan biasanya digambarkan secara sederhana, misalnya dengan bantuan penggunaan warna sehingga antara pola yang satu dan yang lainnya dapat dibedakan. Selain melalui peta, identifikasi fenomena di permukaan bumi juga dapat diketahui dari citra penginderaan jauh. Citra merupakan hasil dari proses penginderaan jauh. Penginderaan jauh adalah ilmu, teknik dan seni untuk memperoleh data dari objek geografi tetapi tanpa harus kontak langsung dengan objek yang bersangkutan.

B. Penampang Bentuk Permukaan Bumi
Bentuk permukaan bumi pada peta, baik peta tematik ataupun peta umum tentu saja tidak akan mampu memberikan gambaran yang sangat bervariasi. Misalnya, di darat ditemukan perbukitan, pegunungan dan lembah. Adapun di lautan dapat ditemukan palung (cekungan berbentuk V), trough (cekungan berbentuk U), dan landas kontinen yang merupakan kelanjutan dari benua yang terendam air laut.
Salah satu cirri utama dari peta topografi adalah penggunaan garis kontur. Garis kontur (contour line) merupakan garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama. Melalui garis kontur, kamu akan dapat mengetahui tiruan sebuah gunung dan perbukitan.

C. Pola dan Bentuk Objek Geografis pada Bentang Alamnya
Objek geografi tersebar di permukaan bumi, baik yang bersifat fisikal maupun non fisikal (budaya) merupakan materi yang telah disiapkan oleh alam, tanpa rekayasa manusia. Adapun objek budaya merupakan hasil rekayasa atau ciptaan manusia. Objek geografi yang bersifat fisik biasanya akan memengaruhi terhadap keberadaan objek budaya.
Pola persebaran objek-objek geografis sangat penting untuk dikenali, terutama bagi para perencana tata ruang, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Secara umum, bentang lahan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan.
1. Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan suatu wilayah yang secara langsung mendapatkan pengaruh laut. Di daerah pantai biasanya terdapat beberapa bentukan sebagai hasil dari gerakan yang terjadi di wilayah laut, misalnya teluk, tanjung, dan delta.
a. Teluk
Teluk adalah pantai yang bentuknya cekung ke arah daratan. Beberapa contoh teluk di Indonesia, yaitu Teluk Bone, Teluk Tomini, Teluk Tolo, Teluk Berau, dan Teluk Cendrawasih.

b. Tanjung
Tanjung adalah wilayah daratah yang menjorok ke arah laut. Beberapa tanjung di Indonesia, yaitu Tanjung Ujung Kulon di Banten, Tanjung Jabung di Jambi, dan Tanjung Blambangan di Jawa Timur.
c. Delta
Delta adalah daratan yang terletak di muara sungai. Beberapa jenis delta di Indonesia, yaitu Delta Mahakam, Sagara Anakan, Kapuas, Musi, dan Bengawan Solo.

2. Dataran Rendah
Dataran rendah dapat diartikan sebagai suatu wilayah yang dilandai atau datar. Di daerah rawa dan pinggiran-pinggiran pantai, biasanya ditemukan tumbuhan bakau (mangrove). Tanaman bakau sangat bermanfaat untuk memperkecil abrasi pantai.
3. Dataran Tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang bentuknya datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Di beberapa tempat, ada dataran tinggi yang sudah menjadi plato (plateau). Plato adalah dataran tinggi yang cukup luas, puncaknya datar dan dikelilingi oleh lereng yang curam.

4. Pegunungan
Daerah pegunungan merupakan daerah yang terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung sehingga tampak membentuk suatu rangkaian. Ada dua system pegunungan lipatan muda di permukaan bumi, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
a. Sirkum Mediterania
Sirkum Mediterania berawal dari Pegunungan Alpen di Eropa kemudian menyambung ke Pegunungan Himalaya di Asia dan masuk ke wilayah Indonesia melalui Pulau Sumatra. Pegunungan Sirkum Mediterania ini terbagi menjadu dua jalur utama, yakni sebagai berikut :
1. Busur dalam
Busur dalam dari rangkaian Sirkum Mediterania bersifat vulkanis.
2. Busur luar
Busur luar dari rangkaian Sirkum Mediterania, tidak bersiat vulkanis.
b. Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, kemudian bersambung ke Pegunungan Rocky di Amerika Utara.

KESIMPULAN

Bahwa peta merupakan suatu gambaran (simbol) untuk mempermudah mencari bagian permukaan bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu.

BAB 2
PEMBEBASAN IRIAN BARAT

A. Upaya-Upaya Perjuangan Pembebasan Irian Barat
1. Perjuangan Diplomasi
Beberapa upaya diplomasi tersebut, diantaranya :
a. Antara 1950 – 1953, pemerintah RI dan Belanda mengadakan berbagai perundingan secara bilateral dalam lingkungan ikatan Uni Indonesia-Belanda. Namun, upaya ini tidak berhasil.
b. Pemerintah RI berupaya memasukkan masalah Irian Barat dalam agenda pembicaraan Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.
c. Pemerintah RI berupaya memasukkan masalah Irian Barat dalam agenda sidang Dewan Keamanan dan Sidang Umum PBB.
d. Pemerintah RI membatalkan secara sepihak kerja sama Uni Indonesia-Belanda pada 1954 dalam persetujuan KMB pada 1956.
e. Pemerintah RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda yang diumumkan melalui Pidato Presiden Soekarno yang berjudul “Jalannya Revolusi Kita Bagaikan Malaikat Turun dari Langit” (Jarek)

B. Konfrontasi Ekonomi
a. Pada 18 Nopember 1957, diadakan rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta.
b. Mulai Desember 1957, diadakan aksi pemogokan total buruh-buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda
c. Pada 2 Desember 1957, pemerintah melarang beredarnya semua terbitan dan film yang menggunakan bahasa Belanda.
d. Pada 5 Desember 1957, pemerintah meminta semua kegiatan perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan.

B. Tri Komando Rakyat (Trikora)
Setelah upaya melalui diplomasi dan konfrontasi ekonomi tidak mengubah sikap Belanda untuk menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia, pemeritah RI kemudian merencanakan upaya merebut Irian Barat dengan jalan operasi militer.
Perkembangan tersebut mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan tiga komando pada 19 Desember 1961 dalam sebuah rapat raksasa di Yogyakarta. Isi Trikora yaitu :
a. Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan Belanda colonial
b. Kibarkanlah Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
c. Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan bangsa.

B. Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)
Penyelenggaraan dilakukan melalui tiga tahap di antaranya sebagai berikut ;
1) Tahap pertama (24 Maret 1969) adalah konsultasi dengan Dewan-Dewan Kabupaten di Jayapura mengenai tata cara penyelenggaraan Pepera.
2) Tahap kedua adalah pemilihan anggota Dewan Musyawarah Pepera yang berakhir pada Juni 1969.
3) Tahap ketiga adalah pelaksanaan Pepera itu sendiri yang dilakukan kabupaten per kabupaten mulai 14 Juli 1969 di Merauke dan berakhir pada 4 Agustus 1969 di Jayapura.

BAB 3
KERJA SAMA DAN PERAN INDONESIA DALAM DUNIA INTERNASIONAL

A. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Regional
1. Konferensi Asia-Afrika di Bandung
a. Latar Belakang
Konferensi Asia-Afrika muncul dalam Konferensi Kolombo yang berlangsung pada 28 April – 2 Mei 1954. Konferensi ini dihadiri oleh Perdana Menteri UNu dari Burma (Myanmar), Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru dari India, Perdana Menteri Sir John Kotelawala dari Sri Lanka, serta Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dari Indonesia.

b. Konferensi Bogor (28 – 29 Desember 1954)
1) Mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955.
2) Menetapkan kelima Negara peserta Konferensi Pancanegara di Bogor sebagai Negara-negara sponsor Konferensi Asia-Afrika.
3) Menetapkan 30 negara Asia-Afrika yang akan diundang.
4) Menetapkan agenda acara dan merumuskan pokok-pokok tujuan Konferensi Asia-Afrika

c. Konferensi Asia Afrika (KAA) 18 – 24 April 1950
Akhirnya, pada 18-24 April 1955 berlangsung Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara dari 30 negara yang di undang.

d. Hasil Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA berhasil merumuskan piagam Dasasila Bandung sebagai berikut :
1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
2) Menghormati kedaulatan dan integritas territorial semua bangsa.
3) Mengakui persamaan semua ras dan semua bangsa besar maupun kecil

2. Association of South East Asia National (ASEAN)
a. Latar Belakang
ASEAN merupakan organisasi regional yang dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok.

b. Tujuan
Tujuan didirikannya ASEAN menurut Deklarasi Bangkok yaitu :
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi / kemajuan social, dan perkembangan kebudayaan.
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional

c. Struktur Organisasi
Struktur organisasi ASEAN mengalami pengembangan dan penyempurnaan sejak pembentukannya sampai sekarang. Struktur organisasi ASEAN sebelum KTT di Bali pada 1976 terdiri atas :
1) Pertemuan tahunan para menteri luar negeri
2) Standing Committee

d. Bidang Kerja Sama
Secara formal, ASEAN melakukan kerja sama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Bentuk-bentuk kerja sama negara-negara ASEAN terdiri atas beberapa bidang berikut.
1) Bidang Politik
2) Bidanh Ekonomi
3) Bidang Sosial Budaya

B. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Internasional
1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
a. Berdirinya PBB
Pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN) diawali pertemuan dua tokoh besar dunia, yaitu Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill. Pertemuan berlangsung pada 14 Agustus 1941, di atas kapal penjelajah Augusta milik Amerika Serikat yang sedang berlabuh di Teluk Placentia, tepi Pantai New Founland, Samudra Atlantik.

b. Tujuan dan Keanggotaan PBB
Di dalam pasal 1 Piagam PBB tercantum tujuan PBB sebagai berikut :
1) Mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional
2) Mempererat persahabatan antarbangsa berdasarkan hak-hak yang sama dan hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
3) Meningkatkan kerja sama antarbangsa dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
4) Mengakui PBB sebagai organisasi yang dapat mewujudkan cita-cita tersebut

c. Peran Indonesia dalam PBB
Berikut beberapa peran Indonesia dalam PBB.
1) Mengirimkan Pasukan Garuda I pada 1957
2) Mengirimkan Pasukan Garuda II dan III pada 1960 sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB untuk menyelesaikan perang saudara di Kongo.
3) Mengirimkan Pasukan Garuda IV dan V pada 1973 sebagai pasukan pengawas gencatan senjata di Vietnam

2. Gerakan Non-Blok (GNB)
a. Gerakan Belakang dan Penggagas Gerakan Non-Blok
Adapun penggagas Gerakan Non-Blok, yaitu

Thursday, January 29, 2009

Menelusuri Peradaban Zaman Batu di Cipari

Kuningan, bagi para arkeolog merupakan sebuah daerah yang banyak menyimpan misteri masa lalu, terutama zaman megalitikum. Memang masih banyak benda peninggalan masa lalu yang dapat ditemukan di Kabupaten Kuningan. Bahkan ekskavasi secara berkala pernah dilakukan oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1974.
Beragam temuan banyak didapati di hampir seluruh wilayah kabupaten yang terletak di kaki Gunung Ciremai ini. Mulai dari menhir, batu dakon, meja batu, hingga peti kubur batu tersebar. Tercatat, 14 buah peti kubur batu terdapat di Desa Cibuntu, Kecamatan Mandirancan, Palatagan (Pancalang), Rajadanu (Jalaksana), Raga Wacana (Kramat Mulya), Panawar Beas (Cigugur), dan di Desa Cigadung serta Pager Barang Citangtu Kecamatan Kuningan Kota.
Taman Purbakala Cipari berada di lingkungan Cipari, Kelurahan Cigugur. Terletak pada sebuah perbukitan dan berada di bagian barat Kuningan. Jarak tempuh dari pusat kota sekitar 3,5 kilometer dengan kondisi jalan sudah beraspal. Untuk menikmati suasana pedesaan, Anda dapat menggunakan sarana transportasi berupa delman. Hanya dengan membayar Rp 15 ribu, kusir delman akan mengantarkan perjalanan wisata Anda ke Taman Purbakala Cipari, Kolam Ikan Cigugur, dan Desa Adat Cigugur yang terkenal dengan tradisi Seren Taun -nya.
Perjalanan di Kabupaten Kuningan, diawali di situs purbakala Cipari. Di situs purbakala ini tersimpan beraneka ragam peninggalan manusia masa lalu terutama yang berkembang pada masa megalitikum. Yang menjadi daya tarik obyek wisata purbakala berupa peti kubur batu yang masih terawat dan tertata rapi serta insitu. Sehingga pengunjung obyek tersebut akan dapat menyimak tentang pola kehidupan manusia masa lalu.
Peti kubur batu yang berada di situs purbakala Cipari sebenarnya memiliki kesamaan fungsi dengan peti-peti kubur lainnya yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Di Kepulauan Samosir, masyarakat setempat menyebutnya dengan sebutan Tundrum Baho, di Bondowoso Jawa Timur disebut dengan Pandusa, di Gianyar Bali dikenal dengan istilah Sarkofagus, dan di Sulawesi Utara disebut juga dengan nama Waruga. Yang membedakan, peti kubur batu di Cipari terbuat dari lempengan-lempengan batu yang dibentuk menyerupai peti. Batu-batu berupa papan tersebut banyak sekali ditemukan di sekitar lokasi taman wisata purbakala.
Peti kubur batu yang ditemukan di Kabupaten Kuningan rata-rata menghadap ke arah timur laut-barat daya. Pola ini sebenarnya merupakan penggambaran atas konsep-konsep kekuatan alam seperti matahari dan bulan, yang merupakan pedoman budaya manusia yang hidup pada masa megalitikum, di mana mereka selalu berpegang pada pola terbit dan terbenamnya matahari. Di dalam peti kubur batu itu sendiri tidak ditemukan kerangka manusia. Meski demikian, temuan berupa bekal kubur banyak ditemukan di situs yang pernah dijadikan area penelitian oleh Puslit Arkenas secara berkesinambungan sejak tahun 1972 di bawah pimpinan Teguh Asmar.
Selain kubur peti batu, di sekitar lokasi wisata purbakala juga terdapat bangunan punden berundak yang letaknya lebih tinggi dari bangunan megalitik lainnya. Menurut kepercayaan masa lalu, bangunan tersebut berfungsi sebagai sarana untuk penghormatian dan persembahan bagi roh para nenek moyang. Bangunan lain yang tak kalah uniknya adalah berupa menhir, berupa batu yang berdiri tegak yang berfungsi sebagai sarana untuk memperingati seseorang yang masih hidup ataupun kerabat-kerabat yang telah lama meninggal dunia. Menhir juga merupakan salah satu sarana yang berfungsi sebagai tahta kedatangan roh nenek moyang.
Di kawasan Museum Purbakala Cipari tersimpan benda-benda temuan hasil ekskavasi tim LPPN dan Puslitarkenas. Benda-benda seperti kapak batu persegi, gelang batu, kapak batu, gelang perunggu, lumpang batu, batu obsidian, hematite, batu bahan, bulatan tanah, kendil, pendil, jambaran, dan buli-buli tersimpan rapi di dalam museum yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof DR Syarief Thayeb pada 23 Februari 1978. Tidak jauh dari Taman Purbakala Cipari, kira-kira berjarak satu kilo meter ke arah barat, terdapat sebuah desa dengan komunitas masyarakat yang masih menganut tradisi karuhun. Setiap tanggal 22 Rayagung, mereka selalu merayakan tradisi Seren Taun. Yaitu sebuah upacara masyarakat agraris Sunda terhadap limpahan hasil bumi yang diberikan Sang Pencipta kepada umatnya.
”Sampurasun Ka Luluhur, tamada ka Sadayana, cunduk waktu nu rahayu nitih wanci numustari, syukuran Ka nu maha Agung.” Begitulah lantunan bait penuh makna yang diucapkan oleh pemimpin upacara menambah sakral upacara yang digelar setiap tahun sekali oleh masyarakat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Bahkan, iringan nada-nada gamelan renteng yang melantunkan tembang sanjungan berupa lagu papalayon dan babarit kepada Karuhun atau nenek moyang menambah sakral ruangan paseban Tri Panca Tunggal yang berdiri pada tahun 1840 itu. Tradisi Seren Taun yang setiap tahun dilaksanakan oleh masyarakat agraris di Cigugur sebenarnya makna hampir sama dengan upacara-upacara yang dilakukan oleh para petani di seluruh Indonesia, bahkan petani di negara-negara agraris masih melakukan kebiasaan atau upacara Thank’s Giving kepada Tuhan atas limpahan hasil pertanian.
Mungkin, kita pernah mendengar kebiasan petani di Jawa Tengah dengan tradisi Mapag Sri dan upacara-upacara sejenis lengkap dengan beragam uborampenya. Semua itu merupakan rasa penghormatan yang tak terhingga dari para petani atas limpahan rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan Yang maha Esa sehingga hasil bumi-utamanya padi- dapat dinikmati oleh masyarakat. Melalui Seren Taun inilah masyarakat petani di kawasan Cigugur dan sekitarnya menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencerminan kesadaran pribadi atas suatu kenyataan yang mereka terima, yakni hidup dengan kehidupan, dengan kehalusan budi, cinta kasih, tatakrama dalam menerima sentuhan cipta, rasa, dan karsa yang diberikan sang Pencipta. Upacara Seren Taun bagi petani di Cigugur selalu diselenggarakan pada setiap bulan Rayagung.
Pangeran Djatikusumah, seorang pinisepuh masyarakat Desa Cigugur, kepada Republika mengungkapkan, prosesi Seren Taun diawali dengan upacara ngajayak atau menjemput padi. Kebiasaan menjemput padi dilaksanakan empat hari sebelum upacara puncak berlangsung. Ngajayak yang digelar pada tanggal 18 Rayagung memiliki makna menyambut cinta kasih atas kemurahan Tuhan. Rentetan prosesi tidak berhenti di situ. Pada tanggal 22 Rayagung, digelar upacara puncak penumbukan padi. Dalam perhitungan tahun Saka, bulan Rayagung merupakan bulan kedua belas atau penghujung tahun. Demikian dengan penetapan perayaan tradisi Seren Taun juga bermakna kehidupan manusia dari tahun ke tahun tidak lain karena keagungan Tuhan pada umatnya. Masyarakat Sunda lebih mengedepankan religiusitas ahklak, kesejahteraan masyarakat, dan menunujukkan bahwa nenek moyang telah memiliki peradaban moralitas.
Prosesi upacara puncak yang berlangsung sakral, diikuti oleh muda-mudi, serta warga masyarakat Desa Cigugur dengan penuh sukacita. Dengan formasi empat penjuru mata angin, upacara ini diawali dengan barisan lulugu, yakni dua orang gadis muda belia yang mengusung padi, buah-buahan, dan umbi-umbian hasil bumi masyarakat yang dikawal oleh seorang pemuda dengan membawa payung janur bersusun tiga. Pada barisan kedua, sebanyak sebelas gadis belia membawa padi yang masing-masing dipayungi juga oleh para pemuda.
Ini disusul dengan rombongan ibu-ibu yang membawa ikatan padi yang disunggi di atas kepala atau menurut masyarakat setempat disebut nyuhun. Rentetan barisan diakhiri dengan rombongan bapak-bapak paruh baya yang memikul padi dengan rengkong sambil digoyang-goyang. Menurut Pangeran Jatikusumah, semuanya itu mengandung makna yang sangat hakiki bagi masyarakat Cigugur.
Banyaknya hasil bumi yang dibawa masyarakat Cigugur ke arena upacara Seren Taun menandakan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan, meski masyarakat di Cigugur dan sekitarnya beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan aliran kepercayaan. Masih di kawasan Cipari-Cigugur, wisatawan dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan Ciremai sembari bercengkrama dengan ribuan ikan kancra atau sering disebut ikan dewa yang oleh masyarakat setempat sangat disakralkan.
Lokasi kolam keramat Cigugur, terletak kira-kira 200 meter dari desa adat Cigugur atau empat kilometer dari pusat kota Kuningan. Menurut masyarakat setempat, komunitas ikan langka tersebut hanya terdapat di daerah Kuningan. Itu pula sebabnya pemerintah setempat mengangkat ikan kancra sebagai fauna yang dilindungi dan tanaman gadung sebagai flora yang dilindungi dengan perda. Ikan jenis kancra bodas ini selain terdapat di kolam keramat Cigugur, juga hidup secara alami di kawasan obyek wisata Darma Loka, Kolam Keramat Cibulan, Kolam Linggarjati, dan Kolam Cipaniis. n dedy setiono musashi
Legenda Ikan Kancra di Kaki Gunung Ciremai
Kolam Keramat Cigugur terletak sekitar tiga kilometer dari ibukota Kabupaten Kuningan. Secara geografis, ”balong” itu masuk wilayah Kelurahan Cigugur. Menurut cerita yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat setempat, sebelum lahir nama Cigugur, tempat itu acap disebut dengan nama Padara. Istilah ini diambil dari nama seorang tokoh masyarakat, yaitu Ki Gede Padara, yang memiliki pengaruh besar di desa itu.
Konon Ki Gede Padara lahir sebelum Kerajaan Cirebon berdiri. Menurut perkiraan, tokoh yang menjadi cikal bakal masyarakat Cigugur ini lahir pada abad ke-12 atau ke-13. Pada masa itu, beberapa tokoh yang sezaman dengannya sudah mulai bermunculan, di antaranya Pangeran Pucuk Umun dari Kerajaan Talaga, Pangeran Galuh Cakraningrat dari Kerajaan Galuh, dan Aria Kamuning yang memimpin Kerajaan Kuningan. Berdasarkan garis keturunan, keempat tokoh tersebut masih memiliki hubungan persaudaraan. Namun dalam hal pemerintahan, kepercayaan, dan ajaran yang dianutnya, mereka memiliki perbedaan. Pangeran Pucuk Umun, Pangeran Galuh Cakraningrat, dan Aria Kamuning menganut paham aliran ajaran agama Hindu. Sedangkan Ki Gede Padara tidak menganut salah satu ajaran agama.
Pada abad ke-14 di Cirebon lahir sebuah perguruan yang beraliran dan mengembangkan ajaran agama Islam. Tokoh yang mendirikan perguruan tersebut ialah Syech Nurdjati. Selain Syech Nurdjati, Sunan Gunungjati pun memiliki peran yang besar dalam pengembangan perguruan Islam di tanah Caruban itu. Sebagai kuwu pertama di Dusun Cigugur diangkatlah Ki Gede Alang-Alang. Hingga wafatnya, beliau dimakamkan di Kompleks Masjid Agung. Di usia tuanyan, Ki Gede Padara punya keinginan untuk segera meninggalkan kehidupan fana. Namun, ia sendiri sangat berharap proses kematiannya seperti layaknya manusia pada umumnya. Berita tersebut terdengar oleh Aria Kamuning, yang kemudian menghadap kepada Syech Syarif Hidayatullah. Atas laporan itu, Syech Syarif Hidayatullah pun langsung melakukan pertemuan dengan Padara. Syech Syarif Hidayatullah merasa kagum dengan ilmu kadigjayan yang dimiliki oleh Ki Gede Padara.
Dalam pertemuan itu Padara pun kembali mengutarakan keinginannya agar proses kematiannya seperti layaknya manusia biasa. Syech Syarif Hidayatullah meminta agar Ki Gede Padara untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sebagai syaratnya. Syarat yang langsung dipenuhi Ki Gede Padara. Namun, baru satu kalimat yang terucap, Ki Gede Padara sudah sirna. Setelah Ki Gede Padara menghilang, Syech Sarif Hidayatullah bermaksud mengambil air wudhlu. Namun, di sekitar lokasi tersebut sulit ditemukan sepercik air pun. Dengan meminta bantuan Allah SWT, dia pun menghadirkan guntur dan halilintar disertai hujan yang langsung membasahi bumi. Dari peristiwa inilah kemudian sebuah kolam tercipta.
Namun, masyarakat setempat tidak tahu menahu kapan persisnya kolam tersebut dibangun. Satu hal pasti, kolam tersebut dianggap keramat. Apalagi setelah kolam ”ditanami” ikan kancra bodas. Pengeramatan tersebut juga dilakukan oleh masyarakat terhadap ikan sejenis yang hidup di kolam Darmaloka, Cibulan, Linggarjati, dan Pasawahan. Maksud pengkeramatan terhadap ikan langka tersebut tidak lain bertujuan untuk menjaga dan melestarikannya dari kepunahan akibat ulah manusia.
Ada hal aneh yang sampai kini masih terjadi atas ikan-ikan itu: Jumlahnya dari tahun ke tahun tak pernah bertambah atau pun berkurang. Seolah ikan-ikan tersebut tidak pernah mati atau menurunkan generasi dan keturunan. Komunitas ikan kancra bodas ini tak dapat ditemui selain di kolam-kolam keramat yang ada di Kabupaten Kuningan. Keanehan lainnya terlihat dari polah tingkah laku mereka yang sangat akrab dengan manusia. Bila kolam dibersihkan, masyarakat sekitar sering melihat bahwa ikan-ikan yang ada di kolam tersebut menghilang. Mereka percaya bahwa ikan-ikan tersebut berpindah lokasi ke kolam-kolam keramat lainnya yang ada di Kuningan. Wallahhualam

Thursday, January 15, 2009

USAHA MENGURANGI EROSI TANAH

USAHA MENGURANGI EROSI TANAH
1. Tekstur dan Kesuburan Tanah
Tanah yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan lebih subur daripada tanah gundul atau tidak ada tumbuh-tumbuhannya, karena di dalamnya terkandung lapisan bunga tanah yang tidak terkena erosi.
Ciri-ciri tanah subur antara lain : tekstur dan struktur tanahnya baik, yaitu butir-butir tanahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, banyak mengandung air untuk melarutkan garam-garaman.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah antara lain komposisi mineral dan batuan/bahan induk, sifat dan cepatnya proses pembentukan tanah local, serta umur relatif tanah.
Hubungan antara tekstur dan kesuburan tanah tidak selalu ada meskipun tekstur tanah dapat menentukan atau berpengaruh dalam beberapa hal berikut :
a. Pengerjaan tanah, misalnya tanah berpasir di daerah iklim basah biasanya cepat terurai. Selain itu, tanah tersebut berkapasitas rendah dalam menahan air, sehingga mudah mengering. Dengan menambah bahan-bahan organis, maka kesuburan tanah tersebut dapat ditingkatkan.
b. Pengerjaan tanah berpasir di daerah beriklim kering (arid). Tanah di sini meskipun kadar bahan makanannya cukup tinggi, tetapi nilai kesuburannya rendah karena minimnya presipitasi, pencucian, dan rendahnya kapasitas menahan air.
c. Pengerjaan tanah lempung. Dipandang dari sudut mudah tidaknya dikerjakan dan komposisi kimiawinya, tanah lempung mempunyai sifat yang bermacam-macam, diantaranya bersifat plastis dan sukar untuk diolah bila basah, serta keras jika kering. Namun, di daerah iklim tropis basah tanah lempung memiliki permeabilitas walaupun rendah.

Ketebalan atau solum tanah menunjukkan berapa tebal tanah diukur dari permukaan sampai ke batuan induk. Erosi menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang terpindahkan. Drainase adalah pengeringan air yang berlebihan pada tanah yang mencakup proses pengatusan dan pengaliran air yang berada dalam tanah atau permukaan tanah yang mengenang.
Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan atas tanah-tanah muda, dewasa, tua dan sangat tua.
a. Tanah muda, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga belum subur.
b. Tanah dewasa, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung didalamnya sangat banyak sehingga tanah ini sangat subur. Tanah inilah yang sangat baik untuk pertanian.
c. Tanah tua, berciri unsur atau zat hara makanan yang terkandung di dalamnya sudah berkurang.
d. Tanah sangat tua, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah sangat sedikit, bahkan hampir habis sehingga ada yang menyebut jenis tanah ini sebagai tanah yang mati. Tanah ini sangat tidak subur.

Berdasarkan asal (susunan) senyawanya ada dua macam pupuk.
a. Pupuk alam (pupuk organik), yaitu pupuk yang dihasilkan dari sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia seperti pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pupuk ini dapat menyerap air hujan, memperbaiki daya mengikat air, mengurangi erosi dan untuk perkembangan akar atau biji.
b. Pupuk buatan (pupuk anorganik), yaitu pupuk yang dibuat dalam pabrik, yang terbagi dua jenis, yaitu pupuk tunggal, misalnya pupuk fosfat (P), pupuk kalium (K), pupuk nitrogen (N) yang dikenal pupuk urea, ammonium sulfat, dan ammonium klorida, serta pupuk majemuk, yaitu pupuk NP, NK, PK, NPK, dan lain-lain. Keuntungan pupuk pabrik adalah praktis, ringan, mudah larut, dan cepat bereaksi. Agar berhasil baik dalam pemupukan perlu diperhatikan potensi tanah, jenis pupuk, dosis pemupukan, waktu, dan cara pemberian pupuk.

2. Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi Tanah
Kesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut :
a. Pemupukan, diusahakan dengan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan dan pupuk kompos.
b. Sistem irigasi yang baik, misalnya membuat bendungan-bendungan
c. Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan
d. Menanami lereng-lereng yang telah gundul
e. Menyelenggarakan pertanian di daerah miring secara benar
Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap bidang horizontal. Semakin besar sudut kemiringan lahan tentu akan semakin besar kemungkinan erosi dan longsor.
Untuk menjaga kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi tingkat erosi tanah, maka diperlukan beberapa langkah berikut :
a. Terasering, yaitu menanam tanaman dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.
b. Contour farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menanam tanah.
c. Pembuatan tanggul pasangan (guludan) untuk menahan hasil erosi.
d. Contour plowing, yaitu membajak secara garis kontur sehingga terjadilah alur-alur horizontal.
e. Contour strip cropping, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi bidang-bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memandang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok.
f. Crop rotatica, yaitu usaha pergantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara akibat diisap terus oleh salah satu jenis tanaman.
g. Reboisasi, menanami kembali hutan-hutan yang gundul.

Tingkat erosi suatu lahan akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah untuk pertanian. Semakin tinggi/besar tingkat erosi tanah permukaannya berarti semakin tidak subur dan tidak cocok untuk tanaman pertanian pangan.
Lahan potensial yang ada di permukaan bumi dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk non pertanian antara lain dalam bentuk :
a. Pemanfaatan untuk lokasi industri
b. Pemanfaatan untuk lokasi perdagangan
c. Pemanfaatan untuk wilayah permukiman
d. Pemanfaatan untuk fasilitas-fasilitas sosial seperti hiburan, prasarana, transportasi dan fasilitas-fasilitas sosial lainnya.

3. Kelas Kemampuan Lahan
Tingkat kecocokan pola penggunaan lahan dinamakan kelas kemampuan lahan. Lahan kelas I sampai IV merupakan lahan yang sesuai bagi usaha pertanian, sedangkan lahan kelas V sampai VIII merupakan lahan yang tidak sesuai untuk usaha pertanian. Ketidaksesuaian karena biaya pengolahannya lebih tinggi dibandingkan hasil yang bias dicapai.
Secara lebih terperinci lahan dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Kelas I Merupakan lahan dengan ciri tanah datar, tanahnya agak halus, mudah diolah, sangat responsif terhadap pemupukan dan memiliki sistem pengaliran air yang baik.
Kelas II Merupakan lahan dengan ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar. Tanah kelas II agak peka terhadap erosi.
Kelas III Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak di daerah yang agak miring dengan sistem pengairan air yang kurang baik.
Kelas IV Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 15% - 30% dengan sistem pengaliran yang buruk.
Kelas V Merupakan lahan dengan ciri terletak di wilayah yang datar atau agak cekung, namun permukaannya banyak mengandung batu dan tanah liat.
Kelas VI Merupakan lahan dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak curam dengan kemiringan lahan sekitar 30% - 45%.
Kelas VII Merupakan lahan dengan ciri terletak diwilayah yang sangat curam dengan kemiringan antara 45% - 65% dan tanahnya sudah mengalami erosi berat.
Kelas VIII Merupakan lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan di atas 65%, butiran tanah kasar dan mudah lepas dari induknya.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan pertanian ialah produktivitas tanah pada lingkungan yang normal untuk menghasilkan tanaman tertentu.
Tingkat produktivitas tanah sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah, curah hujan, suhu, kelembaban udara, sistem pengolahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman. Program Panca Usaha Tani yang meliputi :
• Pengolahan lahan
• Pengairan
• Cara pemupukan
• Pemberantasan hama dan penyakit
• Teknik penanaman

d. Lahan Kritis dan Lahan Potensial
Lahan kritis adalah lahan yang tidak produktif. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis, antara lain sebagai berikut :
a. Kekeringan, biasanya terjadi di daerah-daerah bayangan hujan
b. Genangan air yang terus menerus, seperti di daerah pantai yang selalu tertutup rawa-rawa.
c. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah dataran tinggi, pegunungan, dan daerah yang miring. Masswasting adalah gerakan massa tanah menuruni lereng.
d. Pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.
e. Material yang dapat bertahan lama ke lahan pertanian (tak dapat diuraikan oleh bakteri) misalnya plastic.
f. Pembekuan air atau pegunungan yang sangat tinggi.
g. Pencemaran, pestisida dan limba pabrik yang masuk ke lahan pertanian baik melalui aliran sungai yang mengakibatkan lahan pertanian menjadi kritis.

Jika lahan kritis dibiarkan akan membahayakan kehidupan manusia, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Upaya penanggulangan lahan kritis dilaksanakan sebagai berikut :
1) Lahan tanah dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi pertanian, perkebunan, peternakan, dan usaha lainnya.
2) Erosi tanah perlu dicegah melalui pembuatan teras-teras pada lereng bukit.
3) Usaha perluasan penghijauan tanah milik dan reboisasi lahan hutan
4) Perlu reklamasi lahan bekas pertambangan
5) Perlu adanya usaha kea rah Program kali bersih (Prokasih)
6) Pengelolaan wilayah terpadu di wilayah lautan dan daerah aliran sungai (DAS)
7) Pengembangan keanekaragaman hayati dan pola pergiliran tanaman.
8) Perlu tindakan tegas bagi siapa saja yang merusak lahan yang mengarah pada terjadinya lahan kritis
9) Menghilangkan unsur-unsur yang dapat menganggu kesuburan lahan pertanian. Misalnya plastic. Berkaitan dengan hal ini, proses daur ulang sangat diharapkan.
10) Pemupukan dengan pupuk organik atau alami, yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau secara tepat dan terus menerus.
11) Guna menggemburkan tanah sawah, perlu dikembangkan tumbuhan yang disebut azola.
12) Memanfaatkan tumbuhan enceng gondok guna menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian.
Lahan potensial adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia.
Lahan potensial tersebar di tiga wilayah utama daratan yaitu di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi.
Upaya-upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan-lahan potensial dilaksanakan antara lain dengan cara berikut :
a. Merencanakan penggunaan lahan yang digunakan manusia.
b. Menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan intensitas penggunaan lahan dalam wilayah tertentu.
c. Merencanakan penggunaan lahan kota agar jangan sampai menimbulkan dampak pencemaran.
d. Menggunakan lahan seoptimal mungkin bagi kepentingan manusia.
e. Memisahkan penggunaan lahan untuk pemukiman, industri, pertanian, perkantoran, dan usaha-usaha lainnya.
f. Membuat peraturan perundangan-undangan yang meliputi pengalihan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan peraturan perpajakan.
g. Melakukan pengkajian terhadap kebijaksanaan tata ruang, perijinan, dan pajak dalam kaitannya dengan konversi penggunaan lahan.
h. Menggunakan teknologi pengolahan tanah, penghijauan, reboisasi dan pembuatan sengkedan di daerah pegunungan.
i. Perlu usaha permukiman penduduk dan pengendalian peladang berpindah.
j. Mengelola dengan baik daerah aliran sungai, daerah pesisir dan daerah di sekitar lautan.

Kata Pengantar (Bilingual)

Kata Pengantar

Atas limpahan rahmat Tuhan yang maha esa, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas struktur bahasa Inggris ini, dan penulis ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah bahasa Inggris.

Tanpa bantuan dan dorongannya tidaklah mungkin tugas ini dapat terselesaikan, oleh karena itu penulis berharap semoga dengan adanya tugas struktur ini, dapat melatih kita untuk lebih maju dalam menggunakan bahasa nasional.

Jika ada kesalahan dalam tugas struktur ini penulis mengucapkan mohon maaf, kepada Allah mohon ampun. Demikianlah tugas ini saya buat berdasarkan kewajiban penulis sebagai mahasiswa terima kasih.


(.................)
Penyusun

===================================================================================

PREFACE



To the what overflows of God blessing that the most esa, until we can finish this duty of English structure, and writer renders thanks to supervisor of English course eye.

Unassisted and its motivation it is not possible this duty can be finished, in consequence, writer hopes with existence of this structure duty, can train us to be more go forward in using national language.

If there is mistake in this structure duty writer says apologize, to Allah request mercy. The above is true my this duty makes base writer obligation as the student thank you.




(..............)
Compiler

HUKUM INTERNASIONAL KONSTITUSI

BAB I
KONSTITUSI

1. Pengertian Konstitusi
Menurut Leslie Wolf – Philips pengertian konstitusi dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu :
1. Kelembagaan (institusi) ; struktur (Oppenheim), Negara dalam pengertian ini dianggap “diam” (staats in rust).
2. Mekanisme organ daripada negara sebagai pemegang kekuasaan dalam sistem politik.
Dari dua segi yang berbeda ini banyak ahli yang melihat hanya pada masing-masing sisi, baik hanya melihat dari sisi “institusional” ataupun dari sisi “mekanisme penguasa”.
Para ahli pertama ini, seperti James Bryce (1884), Sir Kenneth C. Wheare atau S.E. Finer dalam bukunya Comparative Government yang menyatakan “konstitusi merupakan (adalah) kitab dari peraturan-peraturan yang menetapkan alokasi daripada fungsi kekuasaan, kewajiban di antara berbagai alat pemerintahan dan organ-organnya serta menetapkan hubungan di antara mereka dengan masyarakat serta antara alat dan organ pemerintah yang kemudian diformulasikan ke dalam satu dokumen”.
Para ahli kedua ini, seperti Karl Loewenstein dalam bukunya Political Power and the Governmental Process yang menyatakan “konstitusi sebagai alat pokok untuk mengontrol proses kekuasaan yang tujuannya adalah sebagai usaha untuk membatasi dan mengontrol kekuasaan politik dalam rangka mengawasi kewenangan mereka dalam menjalankan proses kekuasaan”, Carl Joachim Friedrich, Herman Finer, dan Henc van Maarseveen (written constitution) yang menyatakan “konstitusi haruslah dilihat sebagai dokumen hukum politik (a politico legal document), dokumen tersebut memberikan kepada negara suatu nama khusus atau kualitas khusus dalam suatu bentuk tertentu yang ditentukan atau ditetapkan sebagai bentuk dari keseluruhan dokumen-dokumen negara dan peraturan-peraturan atau hukum-hukum politik”.
Dari beberapa pengamatan terhadap pengertian konstitusi tersebut di atas, maka jelas tampak konstitusi merupakan alat penting dalam menata kehidupan bernegara. Hal itu tampak dalam cara menentukan bagaimana negara dapat diselenggarakan dengan menetapkan organ-organ yang memiliki kedudukan atau status, tugas dan wewenangnya, serta bagaimana organ-organ negara dan rakyat saling berhubungan. Oleh karenanya secara normatif konstitusi merupakan alat atau instrumen pokok negara. Artinya konstitusi tidak hanya merupakan alat dari kekuasaan yang dituangkan dalam bentuk norma, tetapi juga merupakan alat untuk mengatasi masalah-masalah kenegaraan agar dapat disalurkan.
Oleh sebab itu konstitusi dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda pula, yaitu :
1. Tatanan yuridik (legal system) dari suatu negara;
2. Sistem politik (political system) dari suatu masyarakat yang bersepakat untuk menyelenggarakan kehidupan bersama dalam suatu negara.
Sebagai tatanan konstitusi tidak saja merupakan norma-norma yang tertuang dalam suatu naskah atau dokumen, tetapi juga merupakan norma dasar bagaimana negara mengalami proses. Sebaliknya sebagai system politik, konstitusi merupakan suatu konsep bagaimana elemen-elemen negara dapat menyelenggarakan suatu fungsi sehingga tiap-tiap subsistem dari negara dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan tujuan negara.
Dari dua sudut pandang ini ditemukan alasan-alasan kenapa konstitusi itu timbul, antara lain :
1. Adanya keinginan warganegara untuk melindungi hak-haknya dan menentukan pembahasan bagaimana pemerintah bertindak.
2. Adanya keinginan para pembentuk negara untuk menciptakan sistem ketatanegaraan yang tertentu dengan maksud agar dibelakang hari tidak dimungkinkan adanya tindakan sewenang-wenang daripada penguasa.
3. Adanya keinginan para pembentuk negara untuk menjamin adanya cara-cara penyelenggaraan negara secara permanen dan dapat diterima masyarakat.
4. Adanya keinginan untuk menjamin kerjasama yang efektif dari negara-negara yang dahulunya terpisah.

Pada umumnya konstitusi diartikan tertulis (written) dan tidak tertulis (unwritten). Pengertian tertulis dianggap pengertian sempit (narrow meaning), sedangkan tidak tertulis dianggap pengertian luas. Pengertian-pengertian tersebut timbul karena proses dari sejarah politik (political history) yang terus berkembang dan mendasar dari sejarah pemikiran politik (history of political theory). Permasalahan pokoknya bertolak dari banyaknya kemungkinan untuk menginterpretasikan konstitusi. Perubahan yang paling menonjol adalah berkenaan dengan interpretasi tentang pengertian konstitusi dalam arti sempit.
Menurut C.F. Strong pembedaan tersebut sebenarnya kurang tepat, oleh karena tidak ada konstitusi yang seluruhnya tidak tertulis; demikian pula tidak ada konstitusi yang seluruhnya tertulis. Suatu konstitusi umumnya disebut tertulis, bila merupakan satu naskah, sedangkan konstitusi tidak tertulis tidak merupakan satu naskah dan banyak dipengaruhi oleh tradisi dan konvensi. Oleh karena itu istilah lain untuk konstitusi tertulis adalah konstitusi bernaskah (documentary constitution), sedangkan untuk konstitusi tidak tertulis adalah konstitusi tidak bernaskah (non-documentary constitution). Baik istilah document atau written sering dipakai dalam arti yang sama atau saling menggantikan (interchangeably).
Sementara itu Henc van Maarseveen mendefinisikan kedua pengertian itu sebagai berikut :
“…………if a documentary constitution is to be defined as a constitution consisting of a specific document which is itself called “the Constitution”, then a written constitution can be defined as the sum total of all statutes, regulations and recorded customs which establish the organization, working and power of a state (1978 : 231)”.

Dari uraian-uraian dan definisi-definisi para ahli tersebut di atas tentang konstitusi, maka terlihat adanya substansi daripada definisi-definisi tersebut. Substansi-substansi tersebut antara lain :
1. Konstitusi adalah hukum dasar daripada negara (a constitution is the basic law of a state)
2. Konstitusi adalah koleksi-koleksi dasar (kumpulan-kumpulan dasar daripada aturan-aturan yang menetapkan prinsip-prinsip institusi atau prinsip-prinsip kelembagaan dari pada negara (a constitution is the basic collection of rules establishing the principal institutions of a state).
3. Konstitusi mengatur dari keseluruhan yang penting dari lembaga-lembaga negara, kekuasaannya dan bagaimana lembaga-lembaga itu dapat berkorelasi (a constitution regulates the most important of the states’s institutions, their powers and their mutual relations).
4. Konstitusi mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban dasar dari warga dan pemerintah yang satu sama lain terpisah (regulates the fundamental rights and duties of the citizens and the government, both separately and as regard one another).
5. Konstitusi mengatur dan membatasi kekuasaan dari negara dan lembaga-lembaganya (regulates and limits the power of the state and its institutions).
6. Konstitusi menentukan ideologi dari hakekat kekuasaan elite (tertinggi) dalam bentuk yang bulat di dalam aturan-aturannya (establishes the ideology of the existing power elite in rules).

2. Isi Konstitusi
Sejarah kehidupan bernegara (sejarah politik) sepanjang zaman telah melahirkan konsepsi-konsepsi isi konstitusi. Sejarah politik ini ditandai dengan pergolakan rakyat atau bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara yang sekaligus juga merupakan sejarah proses munculnya kekuasaan di tengah-tengah sekelompok masyarakat.
Dalam proses (politik) yang demikian muncul pula kekuatan-kekuatan perlawanan (oposisi), baik dari pihak yang hendak dikuasai maupun dari pihak lain yang hendak menguasai. Perlawanan (konflik) ini bias disebabkan adanya persaingan atau juga karena suatu sebab yang objektif, seperti ketertekanan, ketidakbebasan atau ketidakpuasan. Kondisi seperti ini lazim disebut “political history”.
Dalam prose situ pula ditengah-tengah masyarakat yang bergejolak lahir buah pikiran untuk merancang kehidupan bernegara (political thought). Buah pikiran itu pada dasarnya merupakan penghalusan dari fakta-fakta sejarah. Akan tetapi eksistensinya mungkin berbentuk penjernihan masalah politik atau merupakan legitimasi dari suatu kondisi kehidupan bernegara (political idea).
Proses politik seperti terungkapkan di muka melahirkan dua aspek, yaitu normatif dan ideologi. Kedua-duanya saling mempengaruhi. Sebagaimana halnya, munculnya kekuasaan dapat disebabkan adanya arus perlawanan, tetapi juga mungkin disebabkan oleh munculnya “ide-ide politik” yang diterima sekelompok elite dan didukung oleh rakyat. Sebaliknya, malahan penyebab-penyebab tersebut dapat lebih memperkokoh kekuasaan.
Dalam sejarah kehidupan bernegara, berawal dari zaman Yunani dan Romawi Kuno, kehidupan bernegara sudah didasari oleh “Leges Fundamenatalis”. Dikenal pula istilah Nomoi (UU) dan Politea (UUD). Eclasia (volkssouvereiniteit) dengan sistem pemilihan langsung (direct democray) di Romawi terdapat paham Caesarismus, yaitu suatu paham kenegaraan yang melimpahkan kekuasaan kepada Kaisar berupa pelimpahan hak-hak individual melalui perjanjian dengan Kaisar secara mutlak (monarki absolute Thomas Hobbes). Masa kedua imperium ini adalah sejarah kehidupan bernegara dengan dasar konstitusi. Sejarah ini terus berlanjut sesuai dengan zamannya, sampai lahirnya Magna Charta (1215) sebagai tahap dimulainya gagasan-gagasan baru dalam mengatur kehidupan bernegara dan sekaligus sebagai tonggak pertama pengakuan terhadap hak-hak warga negara.
Dari uraian tersebut di muka, tampak bahwa isi konstitusi di dalam perkembangan dipengaruhi oleh dua aspek, yaitu :
1. Sejarah praktek (politik) atau political history; dan
2. Sejarah pemikiran (history of political theory)
Baik sejarah teori politik maupun sejarah politik pada dasar.



3. Fungsi Konstitusi
“Constitutions are seen as a variable function of cult of national character” (Henc van Maarseveen)”.

Secara faktual setiap konstitusi mempunyai fungsi. Fungsi konstitusi tersebut tidak saja dipandang dalam pengertian nasional (menurut kondisi tempat berlakunya konstitusi), tetapi juga menurut pengertian fungsi pada umumnya.
Dari sudut pandang nasional, konstitusi suatu negara memiliki fungsi yang sesuai dengan situasi keberlakuan dari konstitusi seirama dengan karakter bangsa yang bersangkutan serta dengan tujuan yang hendak dicapai negara tersebut. Hal selaras dengan pengertian yang diberikan Maarseveen diatas.
1. Fungsi Ideologi
Konstitusi mengandung indoktrinasi (komitmen) ideologi sehingga konstitusi dipandang sebagai instrumen ideologi. Dengan kata lain konstitusi merupakan perumusan dari cita-cita awal didirikannya negara. Hal itu dirumuskan secara keseluruhan atau sebagian, baik didalam of government maupun di dalam bill of rights.

2. Fungsi Nasionalistik
Konstitusi merupakan kontribusi dari perasaan semangat kebangsaan. Dalam kondisi seperti ini konstitusi dipandang memiliki fungsi integrasi. Artinya, baik konstitusi secara keseluruhan atau bagian perbagian memiliki kemampuan untuk mempersatukan pribadi dalam satu kesatuan negara, wilayah dan pemerintahan. Oleh karena itu konstitusi memiliki wibawa untuk menyatukan pikiran dari setiap warga negara.

3. Fungsi Regulasi
Konstitusi memiliki fungsi menstabilisasikan dan mengatur kehidupan bernegara. Negara awalnya merupakan keinginan-keinginan politik yang belum stabil. Muncul dari kekuatan-kekuatan sosial maupun kekuatan-kekuatan politik dari luar. Selanjutnya konstitusi berfungsi menstabilisasikan keinginan-keinginan dan kekuatan-kekuatan politik tadi. Dengan kata lain konstitusi memberikan jaminan stabilitas dalam masyarakat dengan menentukan pola-pola sikap dan tindak-tanduk dari setiap elemen negara (individu, organ negara dan aparat).

4. Fungsi Rasionalisasi
Konstitusi dalam kenyataannya merupakan pengungkapan dari keinginan-keinginan politik, tujuan-tujuan politik dan cita-cita negara yang formulasikan dalam terminologi yuridis. Oleh karena itu konstitusi merupakan alat menetralisir keinginan cita-cita dan tujuan-tujuan politik ke dalam terminologi normatif. Konstitusi bukan lagi perwujudan keinginan cita-cita dan tujuan politik atau pernyataan ungkapan politik semata, tetapi sudah menjelma menjadi ungkapan yuridis (legal statement).

5. Fungsi Hubungan Masyarakat
Konstitusi memiliki fungsi yang menimbulkan respek (mematuhi/rasa hormat) baik ke dalam maupun keluar. Maksudnya konstitusi berfungsi memasyarakatkan negara secara intern maupun ekstern.

6. Fungsi Registrasi
Konstitusi merupakan catatan dari hasil-hasil konflik politik yang diformulasikan menjadi norma-norma politik. Akan tetapi hasil dari konflik ini pada dasarnya melalui proses seleksi yang ketat melalui prosedur-prosedur konstitusional. Sebagaimana mestinya suatu norma dasar lahir dari pertentangan politik baik positif maupun negatif yang diseleksi sedemikian rupa sehingga menjadi norma yang diakui secara umum. Konflik politik pada dasarnya adalah pertentangan dari kepentingan dan keinginan politik di antara berbagai kelompok. Pertentangan itu tidak lain merupakan harmonisasi dari berbagai kepentingan atau usaha penyesuaian berbagai keinginan untuk merumuskan tujuan. Konstitusi dalam hubungan ini berfungsi mengkoleksi hasil-hasil dari pertentangan tadi.




7. Fungsi Simbol
Konstitusi merupakan formulasi dari norma-norma dan nilai-nilai dasar kehidupan manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berproses membentuk nilai dan norma dasar. Nilai dan norma dasar itu tidak lain kristalisasi dari rasa keterikatan untuk mencapai tujuan sehingga nilai dan norma dasar itu merupakan hakekat dari kesepakatan. Kesepakatan itu terwujud dalam bentuk diterimanya asas demokrasi, asas keadilan, asas negara hukum yang kemudian diwujudkan dalam bentuk lembaga-lembaga. Semua asas-asas tersebut (dalam bahasa konstitusi disebut norma-norma konstitusional) memiliki nilai-nilai tersendiri, yang secara sadar merupakan instrumen untuk mempersatukan jiwa setiap keluarga. Oleh karena itu konstitusi memiliki fungsi symbol.

8. Fungsi Pembatasan
Konstitusi memiliki pula fungsi untuk membatasi semua atau sebagian dari aktivitas (proses) politik sebagai akibat kehidupan bernegara yang memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan karena perkembangan diberbagai bidang.

SISTEM REPRODUKSI

A. REPRODUKSI PADA TUMBUHAN
1. Reproduksi Vegetatif
Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.
a. Reproduksi Vegetatif Alami
Reproduksi jenis ini tidak melibatkan campuran tangan manusia. Reproduksi vegetative alami meliputi pembentukan tunas, umbi batang, umbi lapis, umbi akar, akar tinggal, dan geragih.
1. Pembentukan Tunas
Tunas terjadi pada batang yang memiliki batang tunas. Batangnya ini biasanya terbenam didalam tanah. Melalui batuan suhu, pH, kelembapan, dan cadangan makanan yang cukup, bakal tunas ttersebut akan tumbuh, contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah pisang (musa sp)
2. Umbi Akar
Umbi akar merupakan akar yang termodifikasi menjadi umbi. Dari akar ini akan tumbuh tunas yagn akan menjadi individu baru. Perklembangkan jenis ini terdapat pada talas, dahlia, samara, dan sukun.
3. Akar Tinggal
Akar tinggal atau rizoma atau rimpang merupakan batang yang tumbuh horizontal menyerupai akar didalam tanah. Dari bagian ini, tumbuh tunas yang menjadi individu baru, misalnya pada bungga tasbih, lengkuas, dan jahe.
4. Umbi Lapis
Umbi lapis sebenrnya merupakan batang yang berlapis-lapis hasil modifikasi daun yang berada didalam tanah. Tunas akan tumbuh kesamping tumbuh induk dan akan tumbuh menjadi tanaman baru. Tunas yang tumbuh ini biasanya biasanya disebut suing. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah dan bawang daun.
5. Umbi Batang
Umbi batang atau tuber merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam batang dan terletak didalam tanah. Jika umbi ini ditanam, dapat tumbuh tunas menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tuber adalah kentang dan rumput teki. Pada rumput teki, pembesaran batangnya tidak begitu tampak sehingga tidak lazim disebut umbi.
6. Geragih
Geragih atau stolon merupakan batang yang menjalar diatas permukaan tanah. Jika batang tersebut akan tertimbun tanah, akan tumbuh tunas pada bagian buku atau ruas. Geragih tedapat pada stroberi (Fragaria sp)
7. Reproduksi dengan Daun
Tepi-tepi daun pasti tumbuh, misalnya cocor bebek atau Kalanchoe sp,. Bersifat meristematis. Akibatnya, dari tepi-tepi daun tersebut dapat tumbuh tunas dan akar yang akan terpisah dari induyknya untuk membentuk tumbuhan baru. Peproduksi seperti ini dinamakan juga reproduksi melalui tunas advintif.
b. Reproduksi Vegetatif Buatan
Raproduksi jenis ini sengaja dilakukan manusia untuk memperoleh tanaman baru yang bersifatnya sama dengan induknya. Tumbuhan baru tersebut diambil dari tanaman induk yang telah tumbuh besar, sehingga tumbuhan baru itu akan cepat mengahasilkan dengan sifat yang sama dengan induknya. Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh perkembangan vegetative buatan.
1. Mencangkok
Mencangkok dilakukan pada tanaman dikotil dengan cara membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Kemudian daerah lukanya dibalut oleh tanah atau media lain dan diikat serta dibiarkan sampai tumbuh akar.
2. Merunduk
Cara ini dilakukan dengan merundukan cabang tanaman kebawah sehingga menyentuh permukaan tanah. Batang tersebut ditimbun dengan tanah terutama pada bagian yang memiliki ruas. Pada ruas tersebut akan tumbuh akara dan tunas.
3. Menempel dan menyambung
Menpel (Okulasi) dan menyambung bertujuan mengambungkan sifat dua tanaman sejenis atau semarga. Prinsip opulasi adalah emnumbuhkan bagian tanaman pada tanaman lain. Biasanya, bagian yang ditemnpelkan adalah mata tunas.
Prinsip dalam menyambung adalah memindahkan ujung ranting atau pun ujung cabang suatu tanaman pada bagian ujung ranting tanaman lain. Kemudian, sambungan tersebut diuikat.
4. Menyetek
Merupakan cara paling umum dilalakukan karena mudah di kerjakan.Kita hanya memotong cabang sekitar 20 cm dan membenamkanya dalam tanah sedalam 5-10 cm.Arah mata tunas sebaiknya menghadap ke atas.
5. Kultur jaringan
Kemajuan ilmu hormon tumbuhan mendorong para ahli pertanian mengembangkan pola produksi vegetative melalui teknik kultur jaringan. Jaringan tersebut diambil dari daun, batang , akar, ataupun bagian tumbuhan lainya. Melalui teknik ini dapat menghasilkan tumbuhan yang sangat banyak dalam waktu singkat.
2. Reproduksi Generatif
a. Reproduksi generative Pada Gymonspermae
Gymonspermae adalah tananman biji terbuka. Disebut demikian karena tidak terbungkus daging buah sehingga tampak dari luar. Contoh tumbuhan yang termasuk Gymonspermae adalah melijo, pinus, dan pakis haji.
Gymonspermae belum mempunyai bunga sebagai organ perkembangan biakannya. Alat kelamin jantan dan kelamin betinanya dihasilkan oleh sporofil yang berbentuk badan yang disebut Strobilus atau runjung atau konus. Gymonspermae berkelamin satu, alat kelamin jantan dan kelamin betinanya terletak pada Strobilus yang berbeda, baik pohon yang sama atau berbeda. Akibatnya, terdapat strobilus jantan dan betina.
Strobilus jantan susun atas mikrosporofil. Setiap mikrosporofil mengandung dua mikrospora yang masing-masing akan mengahasilkan 4 mikrospora haploid (n). mikrospora ini akan menjadi setelah menjantan atau serbuk sari atau polen.
Strobilus betina tersusun atas daun buah (makrosporofil). Setiap makrosporofil tersebut berbentuk sisik dan mengandung dua ovolum. Makrosporofil tersebut dilindungi oleh makrosporangium yang didalamnya mengandung sel induk makrospora. Sel induk membela secara miosis mengahasilkan empat maskropora. Tiga makrospora akakn tereduksi. Akibatnya, hanya satu makrospora yang akan berkembang menjadi sel telur.
b. Reproduksi Generatif Pada Angiospermae
Angiospermae merupakan tumbuhan yang berbiji karena bijinya terbungkus oleh daun buah. Akibatnya, biji tersebut tidak dapat dilihat secara langgsung. Jenis tumbuhan anggesperma sangat banyak dengan cirri utama berupa bunga. Sebutkan contohnya! Oragan reproduksi Angiospermae adalah bunga. Bunga lengkap terdiri atas dasar bunga (Reseptakulum), kelopak (Xaliks, sepal) mahkota (korola), benang sari (Stamen), dan putik (pistilum).
Alat kelamin jantan tumbuhan Angiospermae adalah benang sari, sedangkan alat kelamin betina adalah putik. Benang sari terdiri atas kepala sari (Antera) dan tangkai sari (Filamen). Adapun putik terdiri atas kepala putik (Stigma), tangkai putik (Stilus), dan bakal buah (Ovarium). Benang sari akan mengahasilkan sel kelamin jantan ataupun serbuksari, sedangkan putik akan menghasilkan sel kelamin betina atau sel telur.
Pada saat yang sama dengan membentukan serbuk sari didalam ovarium tterjadi pembelahan sel induk kandung lembaga (2n) dua kali secara meiosis sehingga terbentuk empat sel megsapora(n). tiga sel megaspore akan lenyap dan satu berkembang menjadi inti kandung lembaga primer (n). ini inti kandung lembaga primer ini akan belah. Masing-masing belahan bergerak menuju kutub yang berlawanan, yaitu menuju kalaza dan menuju mikropil. Sesampainya dikutub, setiap belahan akan membelah buah dua kali sehingga jumlah semua nya adalah 8 inti. Satu iniyi dari setiap kutub akan bergerak ketengah dan melembur menjadi inti kandung lembaga sekunder (2n). tiga inti kalaza akan menempel kediding dan disebut anti poda. Adapun dua inti dimikropil berubah menjadi sinergit yang mengapit inti lainnya yang berbubah menjadi sel telur (ovum) yang siap diubahi.
B. PEMENCARAN PADA MAKHLUK HIDUP
Organism seperti ini sisebut kosmopolit, mesalnya lumut, paku-pakuan, dan kecoak. Adapu norganisme yang memilki daerah distribusi yang sempit. Organisme juga disebut Endemik misalnya bunga raplesia arnoldi yang hanya trdapat dibengkulu, dan penguin yang hanya terdapat diantartikal. Daerah distribusi suatu makhluk hidup dapat berubah-ubah. Perubahan ini trejadi karena pengaruh alamia atau karena adanya campur tangan manusia.
1. Pemencaran Pada Tumbuhan
Tumbuhan memperluas daerah distribusinya dengan cara memencarkan alat perkembang biakan vegetative dan generative. Pemencaran ini dapat trejadi secara aktif yaitu tanpa bantuan factor luar, maupun secara pasif, yaitu dengan bantuan daerah luar.
a. Pemencaran Tumbuhan tanpa bantuan factor luar
Cara pemencaran ini dinamakan pula pemencaran mekanik. Pemencaran ini disebabkan oleh proses yang terjadi pada organism itu sehingga jarak pemencarannya tidak begitu jauh dari induknya. Pemencaran tanpa bantuan factor luar dapat dilakukan melalui pertumbuhan bagian vegetative, mekanisme letupan, dan gerak hikprosofis
b. Pemencaran tumbuhan dengan factor luar
Pemencaran tumbuhan dapat pula dibantu oleh factor luar. Alat pembiakan tumbuhan yang pemencarannya dibantu oleh factor luar tersebut biasanya memilki bebrapa modifikasi yang mendukung proses pemencaran tersebut berdasarkan factor yang menjadi perantara dalam penyebarannya, pemencaran jenis ini dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bantuan air, bantuan hewan, dan bantuan manusia
2. Pemencaran dengan Bantuan Air
Pemencaran dengan bantuan air disebut juga hidrokori. Alat perkembang biakan yang sesuai dengan pemencaran ini adalah yang mempunyai berat jenis biji lebih kecil dari pada air dan memilki pelindung bagi embrionya sehingga selama dalam air tidak mengalami kerusakan.
Contohnya tumbuhan yang diperncarkan dengan bantuan air, adalah kelapa (cocosnucipera) tanaman bakau (baring tonia sp), nyamplung (Kalaupilum sp), vabisnereia spiralis, dan teratai (laotus sp) alat perkembang biakan yang hanyutkan air tidak hanya berupa buah, tetapi juga dapat berubah tunas (anak) yang tepisah dari induknya dan kemudian terapung, misalnya eceng gondok (Echornia kerastisesklub).
3. Pemencaran Dengan Bantuan Hewan
Pemencaran dengan perantara hewan disebut juga zokori. Alat kembang niak mungkin menempel pada bagian luar tubuh hewan (epizopori) atau dinamakan kemudian dikeluarkan bersama-sama dari feces (Hedrozokori).
Alaty perkembang biakan yang dipencarkan dengan cara epizopori mempunyai titik khusus seperti memilki pengait, duri-duri dan rambut yang keras dan runcing. Contoh tumbuhan yang dipencarkan secara epizopori (Adropogon Aciculatus) dan pulutan (Polanisia fiscosal). Alat perkembang biakan yang dipencarkan secara zopori dapat dikelompokan berdasarkan kelompok binatang yang memencarkannya.

C. REPRODUKSI PADA MAMALIA
Mamalia merupakan heewan yang mempunyai kelenjar susu (mamae) sehingga anak-anak nya menyusui pada induknya. Reproduksi pada mamalia trejadi didalam tubuh. Telur yang ditelah buahi akan berkembang menjadi embro dalam rahim (uterus).
Beikut akan dijelaskan reproduksi pada manusia yang menjadi proses pembentukan gamet (gametogenesis), alat-alat reproduksi, hormone yang berperan dalam reproduksi, seperti relisasi, dan prinsip-prinsip kontrasepsi.
1. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel-sel kelamin (gamet). Sel kelamin jantan disebut sperma sehingga proses pembentukan dinamakan sperma togenesis. Adapun sel kelamin betina disebut ovum dan proses pembentukannya dinamakan oogenesis.
a. Sperma togenesis
Sperma togenesis terjadi didalam testis (tunggal: tes-tes). Testis merupakan kelenjar reproduksi mamalia jantan sebagai tempat sperma dan hormone androgen. Dalam bahasa sehari-hari testis disebut buah zakar atau pler. Testis diselubungi oleh selaput yang membentuknya kantung yang disebut stroktum. Pada saat udara dingin rectum akan mengkerut sedangkan pada udara hangat struktum akan mengendur.
b. Oogenesis
Oogenesis trejadi didalam ovarium. Didalam ovarium terdapat banyak oogenonium atau sel induk telur (ovum) yang bersifat diploi. Oogonium akan tumbuh menjadi oosif primer atau oosif satu melalui pembelahan mitosis. Oosit primer akan membelah secara miosis menghasilkan satu kelenjar sekunder atau oosit dua dan satu badan ketub 1 atau badan kutub primer. Oosis sekunder akan mengalami pembelahan akan menghasilkan sebuah ootik yang akan berkembang menjadi sel telur dan sebuah badan kutub 2 yang akan bergenerasi. Badan kutub 1 akan membelah menghasilkan dua kutub yang tidak akan mengalami degenerasi.
2. Alat-alat Reproduksi
Pada hewan petebrata termasuk mamalia, reproduksi terjadi secara seksual untuk reproduksi ini melibatkan alat-alat reproduksi pria dan alat reproduksi wanita.
a. Aalt-alat reproduksi pria
Alat-alat reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, kelenjar aksesoris, dan penis.
b. Alat-alat reproduksi wanita
Alat reproduksi wanita dikelompokan alat reproduksi luar dan dalam. Alat reproduksi luar terdiri atas monspubis, labia mayora, labia minora, kliktoris, slaput darah (Himen), dan kelenjar polini.
3. Hormone Pengaturan Daur Nestruasi, Kehamilan Dan Persalinan
Salahn satu prilaku reproduksi pada wanita adalh menstruasi yang membentuk suatu daur. Daur tersebut dianamakan daur menstruasi atau esktrus. Menstruais mulai terjadi awal puber sekitar usia 11 sampai 15.
a. Menstruasi
Daur menstruasi dipengaruhi oleh hormone FSH, LH, estrogen, dan rogesteron. Berikut proses-prosees dan perubahan tanda hormone selama daur menstruasi. Daur menstruasi terdiri atas 4 fase yaitu fase menstruasi Prasovulasi, ovulasi, dan paska ovulasi.
b. Kehamilan
Kehamilan akan dimulai jika sel telur akan dinamakan pembuahan (pertilisasi). Pembuahan ini baru akan mengahsilkan zigot (2n). hanya jika terjadi peleburan antara inti sperma dan inti sel telur. Peleburan antara kedua inti sel kelamin tersebut dinamakan sigami.
c. Kelahiran
Pada tahap ini hormone yang berpengaruh adalah relaksin, opsitosin, estrogen, dan lostakladim. Dua hormone pertama berfungsi untuk kontraksi uterus. Opsitosis juga berfungsi merangsang dilepaskannya hormone prolaktin yang berpengaruh terhadap kelenjar air susu. Adapun dua hormone teakhir berfungsi pengaruh hormone progesterone yang dapat menghambat kontrasi uterus
5. Prinsip-prisip kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang bearti mengalam dan konsepsi yang berarti pembuahan. Jadi, kontrasepsi berarti mencega bertemunya sperma tozoa sehingga tidak terjadi pembuahan yang mengakibatkan kehamilan. Prinsip reproduksi dalam kontrasepsi pada dasarnya mencegah terjadinya pencegahan. Hal ini dapat dilakukan melalui penghentian populasi, menggunakan kondom bagi laki-laki dan diofrakma bagi wanita, pemakaian serpama sida, fasek toni dan tubek toni serta penggunaan sistem kelender. Pada bab sebelas telah dibahas pula mengenai teknik keluarga bencana. Pada bab ini akan dibahas kembali lebih dalam. Secara umu, kontrasepsi dilakukan m,elalui cara makanik, kimia (hormone), dan stelisasi.
a. Mekanik
Cara mekanik pengaturan kelahiran dengan cara mekanik digunakan mencegah bertemunya sperma dengan sel telur. Contohnya kotrasepsi cara mekanik adalah penggunaan kondom pada pria, IUD (intra Uterin devis) pada wanita berbentuk firal atau koperT. Selain itu, dapat pula digunakan jeli tablet busa atau font yang mengandung pembunuh sperma. Sperma sida yang dimasukan kedalam vagina.
Cara lain yaitu dengan menggunakan diaflagma (cervical cap) yang digunakan untuk menutupi ulterus sehingga mencegah sperma memasuki piterus.


b. Cara Kimia Hormon
Cara ini digunakan untuk mencegah populasi dengan pemakaian pel KB, susuk, atau suntikan. Pel KB yang mengandung hormone hestogen dan porgesteron dimakan berdasarkan aturan tertentu yang akan mencegah opulasi. Begitu pula susuk yang dilekatkan pada kulit mengeluarkan hormone untuk mencegah opulasi.
c. Cara serisasi
Cara srelisasi atau disebut juga permanen, yaitu memotong saluran kelamin, baik sal;uran kelamin wanita ataupun kelamin pria. Akibatnya, sel telur yang dihasilkan ovarium dan sperma yang dihasilkan oleh testis tidak dapat dikeluarkan metode operasi poada wanita dikenal dengan nama tubektumi. Adapun metode oparasi sterisasi pada pria dikenal dengan nama vasektomi.

Sistem Koordinasi

Kata Pengantar


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang secara pesat begitu juga ilmu Biologi, yang terus melaju dengan inovasi-inovasi saat ini, biologi telah memasuki era rekayasa genetika dan biotekhnologi yang tentu saja menghasilkan temuan-temuan baru yang tak terduga sebelumnya. Jadi, Biologi begitu penting dalm menunjang Ilmu Pengetahuan saat ini.

Pemerintah, khususnya Departemen Pendidikan Nasional, menyusun suatu kurikulum yang dapat diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah beberapa kali melakukan perubahan yang bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum pendidikan menjelang tahun 2004 Pemerintah berencana memberlakukan kurikulum pendidikan yang baru, yaitu Kurikulum Standar Nasional yang berbasis pada kompetensi dasar. Kurikulum ini lebih memeberi penekanan dan pada proses dan pemahaman terhadap materi yang diberikan.

SISTEM KOORDINASI

Tubuh manusia terdiri atas bermacam-macam sistem organ tubuh, sistem-sitem organ tersebut bekerjasama dan saling mendukung dalam menjalankan aktifitas metabolisme tubuh. Sebagai pengatur dan pengontrol aktifitas tubuh tersebut, ada suatu sistem yang disebut sistem koordinasi. Otak adalah salah satu penyusunnya. Sistem koordinasi ini mengatur semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Jika kita mendengar berita sedih, kita akan merasakan kesedihan tanpa disadari, aktifitas tersebut memerlukan pengkoordinasian yang cukup rumit, walau tampaknya sederhana. Sistem koordinsai bekerja untuk menerima rangsang, mengolahnya, kemudian rangsangan itu diteruskan di otak. Tentu saja otak kita perlu istirahat, untuk bekerja dengan baik.
Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, alat indera, dan sistem indoktrin atau sistem hormon. Kegiatan tubuh, seperti memasukkan makanan, merupakan kegiatan yang disadari. Kedua aktifitas tersebut, dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktifitas lainnya dan sistem koordinasi merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan aktifitas organ-organ tubuh.

A. Sistem Saraf
Sistem saraf pada dasarnya mrupakan sistem komunikasi. Sitem saraf mengontrol dengan merubah rangsang atau impuls menjadi muatan listrik dan menghantarkan impuls menuju sasaran berupa alat gerak atau efektor.
Pada dasarnya, sistem saraf berfungsi untuk merasakan perubahan-perubahan didalam dan diluar tubuh dan menginterpretasikannya untuk memeberi tanggapan terhadap perubahan tersebut. Tanggapan tersebut biasanya berupa kontraksi otot atau sekresi kelenjar.
Jaringan saraf, tersusun atas 2 jenis sel, yaitu neuron dan neuroklia. Neuron merupakan penghantar impuls baik dari organ penerima impuls ke pusat saraf ataupun sebaliknya. Adapaun neuroklia berfungsi untuk memberi nutrisi dan bahan lain pada neuron.
Sel saraf atau neuron tersusun atas 3 bagian, yaitu badan sel, dendrit, dan akson. Badan sel terdiri atas nukleu, nukleoulus, dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat organel seperti lisosom dan mitokondria. Badan sel terdiri atas abu-abu. Dendrit berupa tonjolan sitoplasma yang berasal dari badan sel, yang berfungsi sebagai penghantar impuls ke badan sel. Biasanya dalam satu neuron terdapat beberapa dendrit. Akson atau neurit juga merupakan tonjolan panjang dari badan sel yang berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke sel lain.
Sel dalam keadaan istirahat tidak dapat menghantarkan impuls pada saat itu, bagian dalam saraf bermuatan negatif, sedangkan muatan luarnya bermuatan positif. Keadaan ini menimbulkan potensial istirahat pada saat itu, membran saraf dalam keadaan terpolarisasi. Jika sebuah impuls merambat melalui akson, dalam waktu singkat bagian dalam saraf menjadi positif, sedangkan bagian luar menjadi negatif. Perubahan tiba-tiba pada saat potensial istirahat ini menyebabkan potensial aksi yang menyebabkan membran saraf menjadi depolarisasi. Proses tersebut terjadi dalam waktu singkat dan akan segera kembali dalam keadaan terpolarisasi.
Di dalam gelembung-gelembung sinapsis terdapat zat kimia, yang disebut neurontransmitter atau neurohumor. Zat ini memegang peranan penting dalam merambatkan impuls ke saraf lain. Contoh neurontransmitter adalah asetilkolin dan noratneralin. Perambatan impuls melalui zat kimia seperti ini disebut, sinapsis kimiawi. Adapaun perambatan melalui arus listrik dinamakan sinapsis yang banyak digunakan dalam percobaan.
Kerja asetilkolin dapat dihambat oleh enzim kolinestilasi, akibatnya asetilkolin menjadi tidak aktif. Perambatan impuls pada sinapsi kimiawi hanya berlangsung ke satu arah, yaitu ke ujung akson menuju dendrit pada neuron lain.
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dikelompokkan ke dalam 3 macam, yaitu sel saraf sensorik (Saraf Aferon), Saraf motorik (Saraf Eferen), dan Saraf Konektor (Dalam saraf efisiasi atau ajustor). Sel saraf sensorik merupakan saraf yang membawa rangsang dari reseptor, misalnya kulit, menuju saraf pusat. Sel saraf motorik merupakan saraf yang membawa rangsang dari saraf pusat ke efektor (sasaran rangsang), misalnya otot dan kelenjar. Adapun sel saraf konektor merupakan saraf yang menghubungkan sel saraf sensorik dengan sel saraf motorik. Sel saraf ini terdapat pada otak dan sumsum tulang belakang.

1. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum. Piameter merupakan lapisan yang langsung menempel pada permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Diantara piameter dan arachnoid terdapat rongga subarachanoid yang berisi cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung otak dan sumsum tulang belakang, serta penghantar makanan ke sistem saraf pusat.
a. Otak
Otak terdapat didalam rongga kepala yang terlindung atas tulang tengkorak (Cranium), Selaput Otak (Meninges), dan cairan serebrosfinol.
1. Otak Besar atau Serebro merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Otak besar terdiri atas otak depan (Lobus Frontalis) dan otak belakang (Lobus Oksipitalis), dan otak samping (Lobus Temporalis). Lobus frontalis merupakan pengndali pergerakan otot, lobus oksipitalis merupakan pusat penglihatan, adapun lobus temporalis merupakan pusat pendengaran.
2. Otak Tengah atau Mesensefalon terletak di depan otak kecil. Bagian terbesar otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (Gangleon) yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan kedudukan tubuh.
3. Otak Depan atau Diensefalon terdiri atas talames dan hipotalames. Talames berfungsi menerima segala rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensor.
4. Otak Kecil merupakan pusat keimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serra posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelu terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar dan otak kecil.
b. Sumsum
Sumsum merupakan bagian dari sistem saraf pusat.
1. Sistem lanjutan juga disebut batang otak. Struktur ini merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.
2. Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan medula oblon data. Fungsi sumsum tulang belakang adalah penghubung impuls dari dan ke otak serta memberi kemungkinan terjadinya gerak refleks

2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi juga disebut sistem saraf perifer :
a. Sistem saraf Kraniosfinal, sistem saraf terdiri atas 12 pasang saraf yang keluar dari otak dan 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang
b. Sitem saraf otonom, sistem saraf ini merupakan sistem saraf yang mengtendalikan aktifitas tubuh yang tidak disadari, seperti denyut jantung, gerak saluran pencernaan dan sekresi enzim.




B. Pengaruh Obat-obatan terhadap kerja sistem saraf
Obat-obatan biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita suatu penyakit.
a. Alkohol, alkohol yang beredar dapat berupa metanol, etanol, ataupun butanol.
b. Narkotika, merupakan terjemahan dari narkose yang berarti menidurkan.
c. Obat-obat psikotropika, adalah berbagai jenis obat untuk pengobatan yang berdaya kerja keras dan dapat menimbulkna efek adiksi sebagai mana narkotik sehingga penggunanya harus dalam pengawasan dokter.
d. Bahan penikmat, merupakan bahan yang sehari-hari sering digunakan, seperti nikotin yang terkandung dalam tembakau (Rokok), dan kafein yang terdapat dalam kopi.

C. Reseptor-Reseptor pada alat Indera
1. Reseptor pada mata
Mata sebagai organ penglihatan mempunyai sejumlah reseptor untuk cahaya atau fotoreseptor. Itulah sebabnya kita dapat melihat benda dan dapat membedakan warna. Bola mata terdiri atas tiga lapis, yaitu sklera, koroid dan retina.
2. Reseptor pad Telinga
Telinga merupakan indera pendengar sehingga banyak dilengkapi reseptor khusus untuk getaran dan keseimbangan. Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan. Intereseptor khusus yang berfungsi sebagai alat keseimbangan tersebut terletak pad telinga dalam yang disebut saluran gelung (labirin).
3. Reseptor pada Kulit
Kulit merupakan indera peraba. Akibatnya, kulit banyak mengandung reseptor yang yang peka terhadap panas, dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Ujung-ujung reseptor tersebut terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis.

4. Reseptor pada Lidah
Makanan yang dapat diketahui rasanya karena adanya, reseptor pengecap pada lidah yang disebut sel-sel pengecap atau puting pengecap.
5. Reseptor pada hidung
Hidung merupakan indera pembau sehingga didalamnya banyak sel-sel sensoris yang peka terhadap gas-gas kimia yang berhubungan dengan bau dan aroma.

D. Sistem Hormon
Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar buntu (endoktrin) yang berfungsi untuk pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku dan keseimbangan.
1. Kelenjar Hipofisis, kelenjar ini terdapat di dasar otak yaitu sella tursica.
a. Hipofisis bagian depan
b. Hipofisis bagian tengah
c. Hipofisis bagian belakang
2. Kelenjar Tiroid, atau kelenjar gondok terletak pada leher bagian depan dibawah jakun.
3. Kelenjar Paratiroid, berjumlah 4 buah dan terletak di belakang kelenjar tiroid
4. Kelenjar Adrenal, atai kelenjar anak ginjal berjumlah 2 buah dan terletak diatas ginjal
5. Kelenjar Pankreas, terletak dekat usus 12 jari dan hati
6. Kelenjar Kelamin.
a. Kelenjar Kelamin Pria, atau testis akan mensekresikan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi merangsang pematangan sperma dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pria, seperti pertumbuhan kumis, janggut dan bulu dada.
b. Kelenjar kelamin Wanita, atau ovarium berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen dan progesteron

E. Hormon dan Tekhnik Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menciuptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtewra melalui pengaturan kelahiran.
Pengaturan kelahiran dapat dilakukan dengan cara mekanik, sterilisasi, permanen, serat kimiadan hormon.

F. Hubungan Saraf dan Hormon
Sistem saraf dan sistem hormon merupakan sistem koordinasi. Kedua sistem ini mengatur dan mengendaluikan semua aktivitas tubuh secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan dan pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk penyampaian dan pengolaha sistem informasi uyang kemudian dijawab dalam bentuk respon atau tanggapan. Antara sistem saraf dan sistem hormon terdapat hubungan yang erat. Sistem hormon dapat bekerja jika ada pengendalian dari sistem saraf.

Monday, January 12, 2009

AKADEMI PERAWAT: Soal Semester Agama (bag 2)

21. Pengikut ajaran Islam dikenal dg…
a. Mukmin b. Muslim c. Muhaimin d. Pengikut Islam

22. Wahyu pertama dalam Islam turun pada…
a. tahun 611 b. Gua Hira c. Muhammad saw d. Semua benar

23. Muhammad dilahirkan pada tanggal…
a. 11 Rabi’ul Awal b. 12 Rabi’ul Awal c. 13 Rabi’ul Awal d. 14 Rabi’ul Awal

24. Ibunya meninggal ketika Muhammad saw berusia…
a. 6 Tahun b. 7 Tahun c. 8 Tahun d. 9 Tahun

25. Isteri pertama Muhammad saw…
a. Aisyah b. Siti Khadijah c. Hafsah d. Zainab

26. Yang dikenal dengan khumairoh…
a. Aisyah b. Siti Khadijah c. Hafsah d. Zainab

27. Isteri nabi yang paling pencemburu…
a. Aisyah b. Siti Khadijah c. Hafsah d. Zainab

28. Isteri Nabi Yang merupakan putrid Abu Bakar…
a. Aisyah b. Siti Khadijah c. Hafsah d. Zainab

29. Isteri kedua nabi yang merupakan putrid khalifah Umar…
a. Aisyah b. Siti Khadijah c. Hafsah d. Zainab

30. Hijrah nabi ke Madinah pada tahun…
a. 611 M b. 622 M c. 633 M d. 644 M

31. Apa yang diucapkan Muhammad menjadi sumber hukum Islam yang disebut…
a. Al-Qur’an b. Ijma’ c. Qiyas d. Hadits

32. Ilmu yang mempelajari keesaan Allah
a. Aqidah b. Akhlak c. Tauhid d. Taaddud

33. Dalam bahasa sansekerta, agama berarti…
a. Yang dianut b. Tradisi c. Ambisi d. Kepercayaan

34. religi berasal dari kata…
a. Sansekerte b. Arab c. Latin d. Melayu

35. religi berarti…
a. menampung b. mengumpulkan c. Mengikat kembali d. Meyakini keesaan

36. Agama dengan penganut terbesar dunia
a. Islam b. Kristen c. Katholik d. Budha

37. Dasar dinamakannya Islam…
a. QS. Ali Imran ayat 18 b. QS. Ali Imran ayat 19
c. QS. Ali Imran ayat 20 d. QS. Ali Imran ayat 21

38. tiga unsur agama…
a. Iman, Islam, Ihsan b. Ilmu, Amal, Ikhlas
c. Allah, Malaikat, Rasul d. Lisan, Hati, Keyakinan

39. Derajat tertinggi dalam Islam…
a. Muslim b. Mukmin c. Muhajir d. Mujahid

40. Derajat terendah dalam Islam…
a. Muslim b. Mukmin c. Muhajir d. Mujahid

41. Konsep tauhid tertuang jelas dalam…
a. QS. Al-Ikhlas b. QS alFatihah c. QS alBaqarah d. QS alMaidah

42 Sumber hukum Islam, kecuali…
a. Qiyas b. Liqa’ c. Maslahah Mursalah d. Urf

43. Sumber hukum berarti “kebiasaan”…
a. Qiyas b. Liqa’ c. Maslahah Mursalah d. Urf

44. Menetapkan hukum yang sama terhadap 2 permasalahan berbeda…
a. Qiyas b. Liqa’ c. Maslahah Mursalah d. Urf












45. Jan Pieterszoon Coen, pelopor…
a. Protestan b. Katholik c. Khong Hu Cu d. Budha

46. Sakramen Katolik Roma, kecuali…
a. Baptis b. Ekaristi c. Ekspektasi d. Pengurapan orang sakit

47. 3 cabang Kristen, kecuali…
a. Prostestan b. Ortodoks Timur c. Radikal Barat d. Katolik

48. Martin Luthern adalah pelopor…
a. Prostestan b. Ortodoks Timur c. Radikal Barat d. Katolik

49. Mesias merupakan bahasa…
a. Arab b. Sansekerta c. Ibrani d. Yunani

50. Mesias berarti…
a. yang diberkati b. yang hormati c. yang disanjung d. yang diurapi

51. christos atau kristus, bahasa…
a. Arab b. Sansekerta c. Ibrani d. Yunani

52. Perpecahan terbesar Katolik Roma…
a. Abad ke- 16 b. Abad ke- 17 c. Abad ke- 18 d. Abad ke- 19

53. Yesus dihukum mati oleh…
a. Pontius Marvell b. Pontius Marshel c. Pontius Pelatea d. Pontius Pilatus

54. Doktrin Tri Tunggal…
a. Alah(bapak), anak, Ibu b. Alah(bapak), anak, Kakek
c. Alah(bapak), anak. Roh Kudus d. Alah(bapak), anak, Yesus

55. Manakah pernyataan yang benar…
a. Injil bagian dari alkitab b. Alkitab bagian dari Injil
c. Taurat bagian dari Injil d. Alkitab bagian dari Taurat

56. 3 energi tuhan dalam agama Hindu, kecuali…
a. Uma b. Saraswati c. Laksmi d. Shristi

57. Pustaka Suci agama Hindu, kecuali…
a. Weda b. Bhagawadgita c. Moksa d. Purana

58. Buddha berarti…
a. yang bertobat b. yang sadar c. yang lurus d. yang diberkati

59. 3 jenis golongan Buddha kecuali…
a. Samma-Sambuddha b. Pacceka-Buddha
c. Savaka-Buddha d. Arahat Buddha

60. Arahat berarti…
a. Pengikut kesadaran b. Penunjuk jalan
c. Pembawa berkah d. Kaum teraniaya

61. Dua dari 3 hal yang menurut Nabi tidak boleh ditunda pelaksanaannya…
a. Haji dan Umrah b. Sholat dan Pemakaman
b. Puasa dan Zakat d. Mandi Wajib Puasa Sunat

62. Tahapan Penciptaan Manusia menurut surat al-Mukmin ayat 67…
a. Nutfah…………. Mudghoh………….. alaqah…………… Manusia
b. Mudghoh…….. Alaqah……………… Nutfah……………. Manusia
c. Nutfah………… Alaqah………………. Mudghoh……….. Manusia
d. Nutfah……….. Mudghoh………….. Alaqah……………. Manusia

63. Untuk menumbuhkan suasana mawaddah warahmah, merupakan hak…
a. Suami b. Isteri c. Anak d. Suami & Isteri

64. Ayat al-Qur’an yang menyatakan bahwa isteri adalah ujian dalam menjalankan agama…
a. at-Taubah ayat 24 b. at-Taghabun ayat 14
c. al-Furqon ayat 74 d. an-Nisa’ ayat 34









65. Tanda-tanda isteri shalihah, kecuali…
a. Menjaga sholat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan
b. Sering berada di rumah, dan sangat jarang keluar rumah
c. Menjadikan Isteri-isteri Rasulullah saw sebagai teladan
d. Rajin mengikuti pengajian yang dilaksanakan di setiap masjid di kampungnya.

66. Pemberian orang tua kepada anak yang paling utama menurut hadits riwayat Tirmidzy adalah…
a. Pendidikan yang baik
b. harta yang bermanfaat
c. Teladan sepanjang zaman
d. kasih saying

67. Amalan apakah yang paling utama setelah sholat tepat pada waktunya, menurut Bukhori…
a. Jihad fi sabilillah b. berbuat baik kepada orang tua
c. Menuntut ilmu c. Menyingkirkan duri dari jalan

68. Jika seorang anak Adam mati, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, kecuali
a. shodaqoh Jariyah b. ilmu yang bermanfaat
c. anak sholeh yang mau mendoakannya d. Tetangga yang terhindar dari kejahatannya

69. Hukum merawat jenazah…
a. wajib b. Fardlu kifayah c. Fardlu ‘ain d. sunat muakkad

70. Hak dan kewajiban terhadap jenazah, kecuali…
a. Memandikannya b. Mensalatkannya c. mendo’akannya d. menguburkannya

71. Cara-cara memandikan/membersihkan jenazah, kecuali…
a. lepaskan cincin dan gigi palsunya b. Remas bagian perut untuk mengeluarkan kotorannya
c. potong kukunya d. bersihkan rongga mulutnya

72. Sholat jenazah terdiri dari…
a. Empat takbir b. empat rakaat
c. tujuh takbir d. tujuh rakaat

73. Do’a “Robbij ‘alni muqima sholati” berarti…
a. Ya Tuhanku jadikanlah aku orang yang sabar dalam mendirikan sholat
b. Ya Tuhanku jadikanlah aku orang yang tepat waktu dalam mendirikan sholat
c. Ya Tuhanku jadikanlah aku orang yang mendirikan sholat
d. Ya Tuhanku jadikanlah aku orang yang menjaga sholat lima waktu

74. Innasholata “tanha” ‘anil fakhsya’I wal munkari, tanha berarti…
a. Menolak b. Mencegah c. menjauhkan d. mendekatkan pada Allah

75. Sumber hokum Islam setelah al-Qur’an dan Hadits, kecuali…
a. Ijtihad b. Maslahah Mursalah c. ‘Urf d. Sunnah

76. Nabi lebihmencintai umatnya yang…
a. banyak anak b. sedikit anak c. ikut program KB d. Tidak memiliki anak

77. 4 alasan ketika memilih perempuan untuk dinikahi, kecuali…
a. harta b. warisan c. orang tua/keturunan d. kecantikan

78. Ayat berikut ini menerangkan tentang:
            ••   •      


a. Hak bersama suami isteri b. Hak suami
c, Hak Isteri d. Hak anak

79. Ayat berikut ini menerangkan tentang:
                                  









a. Adab suami kepada isteri b. Adab Isteri kepada suami
c. Adab orang tua kepada anak d. Adab anak kepada orang tua

80. Ayat ini menerangkan tentang:
                                       •     

a. Adab suami kepada isteri b. Adab Isteri kepada suami
c. Adab orang tua kepada anak d. Adab anak kepada orang tua

81. Ayat ini menerangkan tentang:
      •      •               

a. Anak yang sholeh b. Isteri yang sholehah
c. Suami bertanggung jawab d. Tamu yang beradab

82. Hukum menutup aurat…
a. Sunat b. wajib bagi yang mampu
c. Wajib d. Sunat Muakkad

83. Aurat laki-laki…
a. Dari mata kaki sampai lutut b. dari mata kaki sampai pinggang
c. dari lutut sampai pusar d. dari lutut sampai dada

84. aurat perempuan…
a. seluruh anggota tubuh kecuali lengan
b. seluruh anggota tubuh kecuali rambut
c. seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak
d. Seluruh anggota tubuh kecuali kedua mata

85. Mana yang lebih baik…
a. Sibuk mencari ilmu
b. Sibuk menghafal ilmu
c. Sibuk mengamalkan ilmu
d. sibuk mengajarkan ilmu

86. Bagi perempuan muslimah, mana yang lebih baik…
a. Sholat di rumah b. sholat di kamar c. sholat di masjid d. sholat di mushola

87. Bagi laki-laki mana yang lebih baik…
a. Sholat di rumah b. sholat di kamar c. sholat di masjid d. sholat berjamaah

88. Dari 3 hal yang menurut Nabi tidak boleh ditunda pelaksanaannya, antar alain…
a. Haji,Umrah dan ziarah b. Sholat, Pemakaman, pernikahan
b. Puasa, haji dan Zakat d. Mandi Wajib, puasa kifarat dan Puasa Sunat

89. Orang yang keluar dari agama Islam disebut…
a. Murtad b. Munafik c. Kafir d. Fasiq

90. Bila berkata bohong, bila berjanji mengingkari, bila dipercaya berkhianat…
a. Murtad b. Munafik c. Kafir d. Fasiq

91. Sholat istisqo’ gunanya…
a. Minta rizki b. minata anak c. minta hujan d. minta jodoh








92. sholat sunat rawatib ialah…
a. sholat sunat di pagi hari b. sholat sunat di malam hari
c. sholat sunat yang mengikuti sholat wajib d. sholat sunat setelah tahajud

93. sholat lail ialah…
a. sholat sunat di pagi hari b. sholat sunat di malam hari
c. sholat sunat yang mengikuti sholat wajib d. sholat sunat setelah tahajud

94. Dua kelompok/agama yang tidak akan pernah bias hidup berdampingan dengan Islam…
a. Yahudi dan Kristen b. Budha dan Hindu c. kong hu cu dan yahudi d. Kristen dan katholik

95. Perempuan yang boleh dinikahi ialah…
a. bekas isteri bapak b. ibu yang melahirkannya
c. Anak paman d. anak dari saudara perempuan laki-laki

96. apa hukumnya mengusap telinga ketika wudlu…
a. Wajib b. Sunat c. Makruh d. Mubah

97. Wahana dari gambar ini adalah…
a. Perempuan b. Singa c. Payung d. Pedang

98. Sakyamuni berarti…
a. orang yang jujur dari kaum Sakya b. orang bijak dari kaum Sakya
c. orang terhormat kaum Sakya d. orang diberkati dari kaum Sakya

99. Pratyeka Buddha juga berarti…
a. Samma-Sambuddha b. Pacceka-Buddha
c. Savaka-Buddha d. Arahat Buddha

100. 3 mustika juga berarti, kecuali…
a. Tri Ratna b. Tri Pedia
c. Ratna Traya d. Tiratan