Saturday, January 31, 2009

PETA BENTUK DAN POLA BUMI

KATA PENGANTAR

Tiada kata lain menyampaikan rasa terima kasih atas kehadirat Tuhan YME yang telah membantu kami dalam menyelesaikan Makalah ini dengan sebaik-baiknya dan sesingkat-singkatnya dengan Judul MAKALAH ILMU PENGETAHUAN SOSIAL, dan pada kesempatan ini kami mengucapkan rasa terima kasih kepada guru pembimbing JANIAH, S.Pd yang telah member pembelajaran kepada kami untuk membuat makalah ini, segala saran dan kritik demi penyempurnaan makalah ini, kami ucapkan terima kasih.

Sekayu, 2 Februari 2009
Penulis

BAB 1
PETA BENTUK DAN POLA BUMI

A. Bentuk-Bentuk Permukaan Bumi pada Peta
Tenaga endogenik merupakan tenaga yang berasal dari dalam, sedangkan tenaga eksogenik merupakan tenaga yang berasal dari luar. Adapun contoh tenaga endogenik adalah tektonisme dan vulkanisme. Tektonisme juga masih dibedakan atas dua macam lagi, yaitu proses lipatan dan patahan. Contohnya tenaga eksogenik antara lain erosi, sedimentasi, dan pelapukan.
Beberapa bentukan alam maupun sosial di permukaan bumi pada peta dengan mengamati jenis symbol yang digunakannya. Misalnya, bentukan gunung. Contoh simbol sederhana untuk menggambarkan gunung adalah dengan menggunakan simbol geometrik, yaitu berupa segitiga sama sisi dan di bagian dalamnya diberi warna secara penuh, seperti hitam dan ada juga yang merah.
Gunung dan ketinggian tempat merupakan fenomena yang bersifat fisikal. Contoh lain, misalnya simbol penggunaan lahan. Simbol penggunaan lahan sebenarnya dapat digambarkan dengan jelas, baik pada peta tematik. Simbol penggunaan lahan bersifat baku, sebagian besar simbol penggunaan lahan digambarkan dengan simbol yang bersifat abstrak dan piktoral.
Adapun pada peta tematik, pola penggunaan lahan biasanya digambarkan secara sederhana, misalnya dengan bantuan penggunaan warna sehingga antara pola yang satu dan yang lainnya dapat dibedakan. Selain melalui peta, identifikasi fenomena di permukaan bumi juga dapat diketahui dari citra penginderaan jauh. Citra merupakan hasil dari proses penginderaan jauh. Penginderaan jauh adalah ilmu, teknik dan seni untuk memperoleh data dari objek geografi tetapi tanpa harus kontak langsung dengan objek yang bersangkutan.

B. Penampang Bentuk Permukaan Bumi
Bentuk permukaan bumi pada peta, baik peta tematik ataupun peta umum tentu saja tidak akan mampu memberikan gambaran yang sangat bervariasi. Misalnya, di darat ditemukan perbukitan, pegunungan dan lembah. Adapun di lautan dapat ditemukan palung (cekungan berbentuk V), trough (cekungan berbentuk U), dan landas kontinen yang merupakan kelanjutan dari benua yang terendam air laut.
Salah satu cirri utama dari peta topografi adalah penggunaan garis kontur. Garis kontur (contour line) merupakan garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama. Melalui garis kontur, kamu akan dapat mengetahui tiruan sebuah gunung dan perbukitan.

C. Pola dan Bentuk Objek Geografis pada Bentang Alamnya
Objek geografi tersebar di permukaan bumi, baik yang bersifat fisikal maupun non fisikal (budaya) merupakan materi yang telah disiapkan oleh alam, tanpa rekayasa manusia. Adapun objek budaya merupakan hasil rekayasa atau ciptaan manusia. Objek geografi yang bersifat fisik biasanya akan memengaruhi terhadap keberadaan objek budaya.
Pola persebaran objek-objek geografis sangat penting untuk dikenali, terutama bagi para perencana tata ruang, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Secara umum, bentang lahan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan.
1. Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan suatu wilayah yang secara langsung mendapatkan pengaruh laut. Di daerah pantai biasanya terdapat beberapa bentukan sebagai hasil dari gerakan yang terjadi di wilayah laut, misalnya teluk, tanjung, dan delta.
a. Teluk
Teluk adalah pantai yang bentuknya cekung ke arah daratan. Beberapa contoh teluk di Indonesia, yaitu Teluk Bone, Teluk Tomini, Teluk Tolo, Teluk Berau, dan Teluk Cendrawasih.

b. Tanjung
Tanjung adalah wilayah daratah yang menjorok ke arah laut. Beberapa tanjung di Indonesia, yaitu Tanjung Ujung Kulon di Banten, Tanjung Jabung di Jambi, dan Tanjung Blambangan di Jawa Timur.
c. Delta
Delta adalah daratan yang terletak di muara sungai. Beberapa jenis delta di Indonesia, yaitu Delta Mahakam, Sagara Anakan, Kapuas, Musi, dan Bengawan Solo.

2. Dataran Rendah
Dataran rendah dapat diartikan sebagai suatu wilayah yang dilandai atau datar. Di daerah rawa dan pinggiran-pinggiran pantai, biasanya ditemukan tumbuhan bakau (mangrove). Tanaman bakau sangat bermanfaat untuk memperkecil abrasi pantai.
3. Dataran Tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang bentuknya datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Di beberapa tempat, ada dataran tinggi yang sudah menjadi plato (plateau). Plato adalah dataran tinggi yang cukup luas, puncaknya datar dan dikelilingi oleh lereng yang curam.

4. Pegunungan
Daerah pegunungan merupakan daerah yang terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung sehingga tampak membentuk suatu rangkaian. Ada dua system pegunungan lipatan muda di permukaan bumi, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
a. Sirkum Mediterania
Sirkum Mediterania berawal dari Pegunungan Alpen di Eropa kemudian menyambung ke Pegunungan Himalaya di Asia dan masuk ke wilayah Indonesia melalui Pulau Sumatra. Pegunungan Sirkum Mediterania ini terbagi menjadu dua jalur utama, yakni sebagai berikut :
1. Busur dalam
Busur dalam dari rangkaian Sirkum Mediterania bersifat vulkanis.
2. Busur luar
Busur luar dari rangkaian Sirkum Mediterania, tidak bersiat vulkanis.
b. Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, kemudian bersambung ke Pegunungan Rocky di Amerika Utara.

KESIMPULAN

Bahwa peta merupakan suatu gambaran (simbol) untuk mempermudah mencari bagian permukaan bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu.

BAB 2
PEMBEBASAN IRIAN BARAT

A. Upaya-Upaya Perjuangan Pembebasan Irian Barat
1. Perjuangan Diplomasi
Beberapa upaya diplomasi tersebut, diantaranya :
a. Antara 1950 – 1953, pemerintah RI dan Belanda mengadakan berbagai perundingan secara bilateral dalam lingkungan ikatan Uni Indonesia-Belanda. Namun, upaya ini tidak berhasil.
b. Pemerintah RI berupaya memasukkan masalah Irian Barat dalam agenda pembicaraan Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.
c. Pemerintah RI berupaya memasukkan masalah Irian Barat dalam agenda sidang Dewan Keamanan dan Sidang Umum PBB.
d. Pemerintah RI membatalkan secara sepihak kerja sama Uni Indonesia-Belanda pada 1954 dalam persetujuan KMB pada 1956.
e. Pemerintah RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda yang diumumkan melalui Pidato Presiden Soekarno yang berjudul “Jalannya Revolusi Kita Bagaikan Malaikat Turun dari Langit” (Jarek)

B. Konfrontasi Ekonomi
a. Pada 18 Nopember 1957, diadakan rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta.
b. Mulai Desember 1957, diadakan aksi pemogokan total buruh-buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda
c. Pada 2 Desember 1957, pemerintah melarang beredarnya semua terbitan dan film yang menggunakan bahasa Belanda.
d. Pada 5 Desember 1957, pemerintah meminta semua kegiatan perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan.

B. Tri Komando Rakyat (Trikora)
Setelah upaya melalui diplomasi dan konfrontasi ekonomi tidak mengubah sikap Belanda untuk menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia, pemeritah RI kemudian merencanakan upaya merebut Irian Barat dengan jalan operasi militer.
Perkembangan tersebut mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan tiga komando pada 19 Desember 1961 dalam sebuah rapat raksasa di Yogyakarta. Isi Trikora yaitu :
a. Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan Belanda colonial
b. Kibarkanlah Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
c. Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan bangsa.

B. Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)
Penyelenggaraan dilakukan melalui tiga tahap di antaranya sebagai berikut ;
1) Tahap pertama (24 Maret 1969) adalah konsultasi dengan Dewan-Dewan Kabupaten di Jayapura mengenai tata cara penyelenggaraan Pepera.
2) Tahap kedua adalah pemilihan anggota Dewan Musyawarah Pepera yang berakhir pada Juni 1969.
3) Tahap ketiga adalah pelaksanaan Pepera itu sendiri yang dilakukan kabupaten per kabupaten mulai 14 Juli 1969 di Merauke dan berakhir pada 4 Agustus 1969 di Jayapura.

BAB 3
KERJA SAMA DAN PERAN INDONESIA DALAM DUNIA INTERNASIONAL

A. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Regional
1. Konferensi Asia-Afrika di Bandung
a. Latar Belakang
Konferensi Asia-Afrika muncul dalam Konferensi Kolombo yang berlangsung pada 28 April – 2 Mei 1954. Konferensi ini dihadiri oleh Perdana Menteri UNu dari Burma (Myanmar), Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru dari India, Perdana Menteri Sir John Kotelawala dari Sri Lanka, serta Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dari Indonesia.

b. Konferensi Bogor (28 – 29 Desember 1954)
1) Mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955.
2) Menetapkan kelima Negara peserta Konferensi Pancanegara di Bogor sebagai Negara-negara sponsor Konferensi Asia-Afrika.
3) Menetapkan 30 negara Asia-Afrika yang akan diundang.
4) Menetapkan agenda acara dan merumuskan pokok-pokok tujuan Konferensi Asia-Afrika

c. Konferensi Asia Afrika (KAA) 18 – 24 April 1950
Akhirnya, pada 18-24 April 1955 berlangsung Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara dari 30 negara yang di undang.

d. Hasil Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA berhasil merumuskan piagam Dasasila Bandung sebagai berikut :
1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
2) Menghormati kedaulatan dan integritas territorial semua bangsa.
3) Mengakui persamaan semua ras dan semua bangsa besar maupun kecil

2. Association of South East Asia National (ASEAN)
a. Latar Belakang
ASEAN merupakan organisasi regional yang dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok.

b. Tujuan
Tujuan didirikannya ASEAN menurut Deklarasi Bangkok yaitu :
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi / kemajuan social, dan perkembangan kebudayaan.
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional

c. Struktur Organisasi
Struktur organisasi ASEAN mengalami pengembangan dan penyempurnaan sejak pembentukannya sampai sekarang. Struktur organisasi ASEAN sebelum KTT di Bali pada 1976 terdiri atas :
1) Pertemuan tahunan para menteri luar negeri
2) Standing Committee

d. Bidang Kerja Sama
Secara formal, ASEAN melakukan kerja sama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Bentuk-bentuk kerja sama negara-negara ASEAN terdiri atas beberapa bidang berikut.
1) Bidang Politik
2) Bidanh Ekonomi
3) Bidang Sosial Budaya

B. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Internasional
1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
a. Berdirinya PBB
Pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN) diawali pertemuan dua tokoh besar dunia, yaitu Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill. Pertemuan berlangsung pada 14 Agustus 1941, di atas kapal penjelajah Augusta milik Amerika Serikat yang sedang berlabuh di Teluk Placentia, tepi Pantai New Founland, Samudra Atlantik.

b. Tujuan dan Keanggotaan PBB
Di dalam pasal 1 Piagam PBB tercantum tujuan PBB sebagai berikut :
1) Mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional
2) Mempererat persahabatan antarbangsa berdasarkan hak-hak yang sama dan hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
3) Meningkatkan kerja sama antarbangsa dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
4) Mengakui PBB sebagai organisasi yang dapat mewujudkan cita-cita tersebut

c. Peran Indonesia dalam PBB
Berikut beberapa peran Indonesia dalam PBB.
1) Mengirimkan Pasukan Garuda I pada 1957
2) Mengirimkan Pasukan Garuda II dan III pada 1960 sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB untuk menyelesaikan perang saudara di Kongo.
3) Mengirimkan Pasukan Garuda IV dan V pada 1973 sebagai pasukan pengawas gencatan senjata di Vietnam

2. Gerakan Non-Blok (GNB)
a. Gerakan Belakang dan Penggagas Gerakan Non-Blok
Adapun penggagas Gerakan Non-Blok, yaitu

No comments: