Monday, January 12, 2009

TUGAS BAHASA DAERAH

BAHASA OGAN


Bahasa Ogan adalah bahasa daerah yang dipakai di daerah Marga Pegagan Ilir Suku II, Kecamatan Tanjung Raja, dan daerah Ogan Komering Ilir. Bahasa Ogan mempunyai beberapa dialek, yaitu dialek Penesak, dialek Pegagan, dialek Rantau Alai, dan dialek Santapan.
Wilayah yang menggunakan Bahasa Ogan meliputi tiga kabupaten, yaitu kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Ogan Ilir. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, pemakaian Bahasa Ogan terdapat di Kecamatan Pengandonan, Kecamatan Batu Raja, dan Kecamatan Peninjauan. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, pemakaian Bahasa Ogan terdapat di Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kecamatan Penepangan dan beberapa desa di kecamatan kota Kayuagung, misalnya desa Arisan Buntal, Serigeni, dan desa Tanjung lubuk. Di Kabupaten Ogan Ilir, pemakaian Bahasa Ogan terdapat di Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Indralaya dan Kecamatan Pemulutan.
Bahasa Ogan terletak pada seluruh peta Kecamatan Sirah Pulau Padang dan Kecamatan Pampangan. Adapun batas Bahasa Ogan untuk Kecamatan Sirah Pulau Padang berbatasan dengan Bahasa Kayuagung pada bagian hulu, dan untuk bagian hilir berbatasan dengan bahasa Musi (Kabupaten Banyuasin).
Jumlah penutur asli Bahasa Ogan di Kecamatan Sirah Padang adalah 50.332, yang terdiri dari 14 desa, termasuk mereka yang ada di rantauan (Data kantor Kec. SP. Padang, 26 November 2008).
PASANGAN MINIMAL FONEM BAHASA OGAN
Fonem Posisi
Awal Tengah akhir
/b/-/p/ barang ‘barang’ tapa ‘ikan tapa’ sembab ‘sembab’
parang ‘parang’ tapa ‘tabah’ lembab ‘tembab’
/d/-/t/ due ‘dua’ - -
tue ‘tua’ - -
/g/-/k/ garang ‘bengis’ - palag ‘ilmu perbintangan’
karang ‘karang’ - palak ‘kepala’
/m/-/n/ manek ‘maka’ - setam ‘ikan setam’
nangke ‘nangka’ - setan ‘setan’
/ng/-/ny/ nyakou ‘mencari’ - -
ngakou ‘terkejut’ - -
/i/-/r/ liyou ‘leher’ - mentol ‘timbul bintil’
riyo ‘ribut’ - mentor ‘lentur’
/w/-/y/ wang ‘orang’ awak ‘badang’ -
yang ‘yang’ ayak ‘ayak’ -
/a/-/o/ ayek ‘air’ ngayak ‘mengayak’ -
oyek ‘pakan ikan dari ubi’ ngayok ‘bersetubuh’ -
/e/-/E/ - - bene ‘benar’
- - bene ‘benih’
/e/-/u/ - - mate ‘mata’
- - matu ‘membantu’


PASANGAN MINIMAL FONEM BAHASA OGAN
No. Fonem Posisi
Awal Tengah akhir
1. /b/ bungen ‘pasir’ mabok ‘mabok’ serop ‘sirup’
2. /p/ petek ‘petik’ ape ‘apa’ lembab ‘lembab’
3. /d/ dak ‘tidak’ mandek ‘mandi’ bedad ‘koyak’
4. /t/ tadek ‘tadi’ matek ‘mati’ kokot ‘peniti’
5. /g/ gemok ‘gemuk’ magne ‘makna’ montog ‘montok’
6. /K/ kesa ‘pergi’ maken ‘makin’ lemak ‘enak’
7. /m/ mandek ‘mandi’ nampi ‘menampi’ minom ‘minum’
8. /n/ nabok ‘tampar’ dendek ‘tidak mau’ mungken ‘mungkin’
9. /ng/ ngiyek ‘merontokan padi’ mangke ‘maka’ abang ‘merah’
10. /ny/ nyakou ‘mencari’ genyek ‘benci’ enyek ‘nenek’
11. /r/ rasan ‘kehendak’ ngeruek ‘marah’ melor ‘malas’
12. /i/ lembot ‘lembut’ ngileng ‘giling’ tompol ‘tumpul’
13. /h/ - mahap ‘maaf’ -
14. /w/ turang ‘orang’ menue ‘ular piton’ rimow ‘harimau’
15. /y/ yaken ‘yakin’ iyek ‘kakek’ -
16. /a/ aih ‘hari’ muare ‘muara’ mara ‘marah’
17. /o/ ormat ‘hormat’ belore ‘canda’ -
18. /e/ eran ‘heran’ merth ‘memelihara’ bene ‘benih’
19. /i/ idop ‘hidup’ sediket ‘sedikit’ kemai ‘kemarin’
20. /u/ ubat ‘obat’ luat ‘muak’ malu ‘malu’
21. /s/ sisok ‘besok’ baseng ‘suka-suka’ temas ‘cemas’
22. /j/ ja’o ‘ya’ manjat ‘memanjat’





IMBUHAN BAHASA OGAN
No. Imbuhan Kata Posisi
Awal Sisipan Akhir
1. Be- belaki ‘bersuami’ be- - -
betepok ‘bertepuk’ be- - -
2. Te- teplisu ‘keseleo’ te- - -
tetijak ‘terinjak’ te- - -
3. Nge ngerabe ‘meraba’ nge- - -
ngekek ‘terkekeh’ nge- - -
4. Be-an begocoan ‘saling pukul’ be- - -an
bebacean ‘membaca sesuatu’ be- - -an
5. Ke-an kepayahan ‘kelelahan’ ke- - -an
kematek'an ‘kematian’ ke- - -an
6. Ng-ke ngomongke ‘membicarakan’ ngo- - -ke
ngeribotke ‘meributkan’ nge- - -ke
7. -ke cakouke ‘carikan’ - - -ke
tebaske ‘tebaskan’ - - -ke

CONTOH KALIMAT
DALAM BAHASA OGAN

1. Kalimat Berita
1. Dari berite yang kudengou, die itu matek karne ngok racon.
‘Dari berita yang saya dengar, dia mati karena menenggak racun’
2. Ikan ruan banyak semunyi di lompor.
‘Ikan gabus banyak bersembunyi di lumpur’
3. Gara-gara bebini due, laki dibakar bini sampe matek.
‘Karena beristri dua, suami dibakar istri sampai mati’

2. Kalimat Tanya
1. Sape yang ngurui ume nyek ?
‘Siapa yang mengurusi sawah nenek?’
2. Makmene ceritenye, Mang ?
‘Bagaimana ceritanya, Paman ?
3. Di mane tempat meli mentelot itu ?
‘Di mana tempat membeli pensil itu ?’


3. Kalimat Seru
1.Dak bule ngOdut !
‘Dilarang merokok !’
2.Cobe ngan ambekke sudu itu !
‘Coba kau ambilkan sendok itu !’
3.Awas, kalu dak nengou !
‘Awas, kalau tidak mendengar !”

No comments: