Monday, February 9, 2009

Haji & Umrah

IBADAH HAJI DAN UMRAH

1. Pengertian Ibadah Haji
Haji adalah berkunjung ke Baitullah (Kakbah) di Mekah pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah dengan amalan-amalan yang ditentukan oleh syariat. Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima. Mekah adalah kota suci di Arab Saudi yang merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di kota Mekah terdapat Masjidil Haram yang ditengah-tengahnya terdapat Kakbah yang merupakan kiblat kaum Muslim di seluruh dunia ketika melakukan ibadah salat.
Kewajiban haji ini dijelaskan Allah SWT dalam Q.S. Ali Imran, 3 : 97 dan Al-Hajj, 22 : 27. Sebagaimana firman Allah SWT :
  ••      
Artinya :
“dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu.” (Q.S. Ali Imran, 3:97)
  ••           
Artinya :
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (Q.S. Al-Hajj, 22:27)

Kandungan ayat diatas mengandung perintah diwajibkannya ibadah haji bagi yang mampu. Maksud kata mampu di sini adalah mampu secara material (biaya dirinya dan keluarga yang tinggal), mampu secara fisik (sehat), dan mempunyai pengetahuan tentang manasik haji dan informasi tentang Arab Saudi. Orang Islam yang sudah mampu tetapi belum menunaikan haji, dia akan mendapat dosa karena meninggalkan kewajiban.
Haji bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu sebagai berikut :
a. Haji Ifrad, yaitu mengerjakan haji terpisah dengan umrah dalam bulan haji yang sama. Pertama mengerjakan haji dilanjutkan dengan umrah.
b. Haji Tamattu’ yaitu umrah dikerjakan lebih dulu baru kemudian melakukan haji dalam bulan haji yang sama.
c. Haji Qiran, yaitu mengerjakan haji dan umrah secara bersamaan.


2. Syarat Wajib Haji
Para ulama menetapkan syarat wajib haji untuk seorang Muslim yang akan naik haji, syarat tersebut, antara lain :
a. Islam, orang kafir/non-Muslim tidak wajib naik haji
b. Berakal, orang akalnya kurang sehat tidak wajib haji sampai ia sembuh.
c. Balig, anak yang belum balig tidak wajib naik haji.
d. Merdeka, dudak tidak ada kewajiban untuk pergi haji. Pada saat ini syarat merdeka tidak relevan karena sudah tidak zamannya lagi perbudakan.
e. Mampu, artinya fisiknya kuat, biayanya mencukupi baik untuk perjalanan maupun untuk keluarga, tersedia kendaraan dan aman dalam perjalanannya.
f. Dilaksanakan pada waktunya.
g. Khusus bagi perempuan, harus disertai suami atau muhrimnya atau orang lain yang dapat diberi amanah.
h. Wajib hanya sekali seumur hidup.

3. Rukun Haji
Rukun Haji yaitu kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan. Jika tidak dilakukan, ibadah haji seseorang tidak sah. Dan pelanggarannya tidak bisa diganti dengan membayar denda atau dam. Melainkan dengan cara mengulanginya pada tahun depan.
Rukun haji adalah sebagai berikut:
a) Ihram atau berniat haji, yaitu memakai pakaian ihram sambil berniat melakukan haji. Pakaian ihram adalah pakaian yang berwarna putih. Untuk pria terdiri dari dua potong kain lembaran tidak berjahit. Cara memakainya sepotong kain dililitkan di badan dan satunya di selendangkan. Ia juga tidak boleh memakai celana dalam. Bagi perempuan, pakaian ihram adalah pakaian biasa yang berwarna putih yang tidak menutup wajah dan telapak tangan.
b) Wukuf di Padang Arafah, yaitu berhenti sebentar di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Dimulai saat masuk Dzuhur sampai fajar tanggal 10 zulhijah.
c) Tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah kebalikan dengan arah jarum jam sebanyak tujuh kali.
d) Sa’i atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah
e) Tahalul atau mencukur rambut.
f) Tertib, artinya dilakukan secara berurutan


4. Wajib Haji
Wajib haji adalah sebagai berikut :
a. Ber-ihram dari miqat (tempat yang ditentukan). Bagi jamaah haji Indonesia tempat miqat-nya adalah Bandara King Abdul Azis di Jeddah atau Bir Ali di Madinah (Miqat makani). Waktunya yaitu awal Syawal dan sampai terbit fajar hari Idul Adha (miqat zamani).
b. Bermalam (mabit) di Muzdalifah. Waktunya pada malam Idul Adha. Dimulai dari matahari terbenam sampai tengah malam. Di Muzdalifah calon haji mengambil kerikil/batu-batu kecil secukupnya untuk persiapan melontar jamrah di Mina.
c. Melontar jamrah aqabah pada hari Idul Adha. Jamrah aqabah adalah sebuah monument yang berupa tugu. Letaknya di Mina. Kegiatan ini dilakukan setelah calon haji selesai melaksanakan mabit. Diutamakan dikerjakan setelah matahari terbit pada tanggal 10 Zulhijjah. Dalam mengerjakan kegiatan melontar jamrah ini, calon haji melempar tugu/jamrah dengan batu sebanyak 7 butir. Sesudah itu, ia mencukur rambutnya paling sedikit tiga helai. Inilah yang disebut dengan tahalul awal. Setelah tahallul awal ini dilanjutkan dengan pergi ke Mekah untuk melaksanakan ifadah/ tawaf haji dan sa’i.
d. Melontar tiga jamrah, yaitu jamaah ula, jamrah wusta, dan jamrah aqabah. Tiga jamrah ini letaknya juga di Mina. Oleh karena itu calon haji harus kembali ke Mina sesudah melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i di Mekah. Kegiatan melontar jamrah ini dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijjah.
e. Bermalam (mabit) di Mina pada hari-hari tasyrik (malam tanggal, 11, 12, dan 13 Zulhijah).
f. Menjauhkan diri dari semua perbuatan yang dilarang.

5. Larangan di Waktu Melaksanakan Haji
Perbuatan-perbuatan yang dilarang saat melakukan ibadah haji yaitu :
a. Memakai pakaian yang dijahit dan memakai tutup kepala bagi laki-laki yang sedang ihram.
b. Menutup muka dan kedua telapak tangan bagi perempuan yang sedang ihram
c. Memakai harum-haruman baik pada badan atau pakaian
d. Mencukur atau menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain
e. Memotong kuku
f. Menikah dan menikahkan atau menjadi wali
g. Bersetubuh
h. Berburu atau membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan
i. Menebang pohon atau memotong rerumputan

6. Sunah-Sunah Haji
a. Membaca talbiah dengan suara nyaring bagi laki-laki dan lemah lembut bagi wanita, waktunya sejak ihram sampai melontar jamrah aqabah pada hari raya kurban. Lafal talbiah adalah sebagai berikut :


Artinya :
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi dan tidak ada sekutu bagi-Mu, dan aku taat pada-Mu sesungguhnya pujian, karunia, dan kerajaan itu milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.” (H.R. Bukhari & Muslim)
b. Membaca selawat Nabi.
c. Melaksanakan tawaf qudum, disebut juga tawaf tahiyyah, karena tawaf ini merupakan tawaf penghormatan bagi Kakbah.
d. Masuk ke Baitullah dan Hijr Ismail

7. Dam (Denda)
Dam yaitu denda yang dikeluarkan karena meninggalkan wajib haji atau mengerjakan haji dengan cara tamattu’ dan qiran, atau melakukan larangan ihram.
Ketentuan Dam sebagai berikut :
a. Bila larangan pada ihram yang dilakukan kecuali bersetubuh, berburu atau membunuh binatang, mencabut atau memotong pepohonan serta akad nikah, maka dam-nya adalah menyembelih seekor kambing atau bersedekah kepada 6 orang miskin (2 mud = 1 1/5 kg) atau berpuasa 3 hari.
b. Suami istri bersetubuh, dam-nya adalah :
• Menyembelih seekor unta, atau
• Menyembelih seekor sapi, atau
• Menyembelih 7 ekor kambing, atau
• Memberi makan fakir miskin di tanah haram senilai harga seekor unta
Bila dilakukan sebelum tahallul awal maka wajib membayar dam dan hajinya batal. Dan bila dilakukan setelah tahallul awal maka wajib membayar dam dan hajinya sah.
c. Jamaah haji yang melaksanakan haji tamattu’ atau qiran maka damnya sebagai berikut :
• Menyembelih seekor kambing yang sah untuk kurban atau sepertujuh unta atau sapi
• Bila tidak sanggup, harus berpuasa 10 hari; 3 hari sewaktu ihram, paling lambat sampai hari raya haji dan 7 hari sisanya dilaksanakan di tanah air.
d. Akad nikah di waktu ihram, sanksinya tidak membayar dam tapi nikahnya tidak sah (batal)
e. Berburu atau membunuh binatang atau mencabut / memotong pepohonan di tanah haram maka dam-nya adalah :
• Menyembelih kurban yang sebanding dengan yang diburu/pohon yang dicabut
• Memberi makan fakir miskin senilai dengan binatang yang dibunuh / pohon yang dicabut.
• Binatang buruan dan pohon yang dicabut diperbandingkan dengan besar kecilnya hewan kurban.
Besar = sapi
Sedang = kambing
Kecil = senilainya

B. Ibadah Umrah
1. Pengertian Umrah
Pengertian umrah secara bahasa artinya berkunjung. Sedangkan secara istilah adalah berkunjung ke Kakbah dengan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan umrah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Umrah disebut juga haji kecil, karena beberapa ketentuannya hamper sama dengan haji. Misalnya, tentang syarat-syarat, rukun atau larangan-larangannya. Apalagi perintah umrah disejajarkan umrah lebih sederhana dibandingkan pelaksanaan haji. Begitu juga dengan syarat dan larangan umrah sama dengan haji.
Sabda Rasulullah saw


Artinya :
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda: ‘Umrah satu ke umrah yang lain dapat menghapus dosa antara keduanya. Dan tidak ada pahala lain bagi haji mabrur kecuali surge”. (Muttafag ‘Alaih)

2. Rukun Umrah
Rukun umrah adalah sebagai berikut :
a. Ihram disertai niat
b. Tawaf
c. Sa’i
d. Tahallul
e. Tertib

3. Wajib Umrah
Wajib umrah adalah sebagai berikut :
a. Ihram dari miqat
b. Menjauhkan diri dari segala larangan sebagaimana larangan haji. Perihal migat untuk umrah tentunya tidak ada miqat zamani, artinya sepanjang tahun boleh mengerjakan ibadah umrah. Sedangkan untuk miqat makani sama dengan haji.

C. Fungsi Ibadah Haji dan Umrah
Fungsi ibadah haji maupun umrah antara lain adalah sebagai berikut :
1. Gugur kewajiban, artinya bagi jemaah haji sudah gugur kewajiban sebab kewajiban haji hanya sekali selama hidup.
2. Mempererat persaudaraan, sebab kita dapat bertemu sesama Muslim dari berbagai dunia.
3. Mengenal tempat-tempat sejarah, seperti Kakbah, Bukit Safa dan Marwah, Sumur Zam-zam, serta kota Mekah, Madinah, dan Mina.

No comments: