Monday, February 9, 2009

Laporan Study Wisata(Sampel)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan hasil study wisata ke pusat perbelanjaan di Palembang yaitu PS (Palembang Square) dan PTC (Palembang Trade Centre).
Dalam penyusunan laporan ini, kami banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya penyusunan laporan ini.
Sebagai manusia, kami tidak lepas dari kesalahan, maka dari itu penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karenanya kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak pembaca sangat kami harapkan.
Demikianlah penyusunan laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi sekolah pada umumnya dan siswa pada khususnya.



Sekayu, 3 Februari 2009


Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kami sebagai siswa SMK Negeri 1 Sekayu dari program penjualan ditugaskan untuk meneliti dan mengamati ke pusat perbelanjaan di Palembang. Adapun hal yang melatarbelakangi kami mengadakan survey ke Palembang adalah dikarenakan belum tersedianya tempat atau lokasi yang memungkinkan untuk kami survey ditempat asal kami. Selain dari itu kegiatan ini juga merupakan program tahunan yang dijalankan oleh program penjualan yang mana setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tahunan ini.

1.2 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan kami melaksanakan study wisata ini adalah :
1. Menjalankan program tahunan jurusan penjualan
2. Melihat atau meneliti tahunan jurusan penjualan
3. Melihat atau meneliti secara langsung tata cara penyusunan atau pengklasifikasian barang yang baik dan benar menurut SOP.
4. Mengamati perilaku konsumen
5. Mengamati tata cara pelayanan pramuniaga dalam melayani konsumen

1.3 Jumlah Peserta
Study wisata ini terdiri dari 58 siswa yang terdiri dari kelas III Pj 1 dan III Pj 2 ditambah 5 guru pembimbing.

1.4 Tanggal, Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Adapun tanggal, waktu dan tempat pelaksanaan adalah sebagai berikut :
- Tanggal : 25 Januari 2009
- Waktu : 07.00 s/d selesai
- Tempat : PS dan PTC



BAB II
HASIL PENGAMATAN

PS (Palembang Square) dan PTC (Palembang Trade Centre) adalah tempat dimana para penjual semua kebutuhan yang diperlukan oleh konsumen mulai dari pakaian, makanan, barang elektronik maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.
PS (Palembang Square) dan PTC (Palembang Trade Centre) dapat disebut juga sebagai pasar modern dikarenakan tempatnya sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dapat membuat para konsumen nyaman untuk berbelanja ditempat tersebut. Adapun fasilitas-fasilitas yang dimaksud diantaranya adalah sebagai beriku :
1. Adanya escalator (tangga berjalan)
2. Adanya lift
3. Ruangan ber-AC
4. Pencahayaan yang cukup
5. Adanya fitting room (kamar pas) bagi pelanggan yang membeli pakaian
6. Ruangan yang bersih, tertata rapi dan keamanan yang cukup terjaga
Dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang terdapat pada PS (Palembang Square) dan PTC (Palembang Trade Centre) tersebut.
Dari kedua tempat tersebut (PS dan PTC), keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri namun pada dasarnya kedua tempat ini sama-sama menyenangkan untuk dimasuki yang membedakan hanya luas area, tempat dan banyaknya stan tempat penjualan. Berdasarkan apa yang kami lihat dan kami amati kami menemukan bahwa pada PTC masih terdapat banyak tempat atau ruangan yang kosong yang agak sedikit mengurangi keindahan tata letak (lay out) di PTC tersebut. Berbeda dengan PS disana tempat semuanya terisi karenanya kemanapun pandangan tertuju akan tetap ada yang dilihat dan diamati.
Adapun dari segi pelayanan kedua tempat tersebut memiliki pramuniaga-pramuniaga yang handal yang mampu menjalankan tugas dengan baik dan mampu melayani pelanggan sesuai dengan semestinya walaupun masih ada oknum-oknum dari pramuniaga SOP (standar operating prosedur) perusahaan sesuai dengan semestinya. Namun pada intinya PS (Palembang Square) dan PTC (Palembang Trade Centre) sama-sama mampu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.



BAB III
ANALISIS

Berdasarkan penelitian ini kami dapat menganalisis berbagai departemen yang dapat kami uraikan sebagai berikut :
1. Departemen Fresh
Dalam departemen ini kami mendapati kesulitan dalam perawatan departemen ini, karena didalam perawatan departemen ini seorang pelayan harus lebih teliti dalam penataannya harus lebih teratur serapi mungkin, sehingga barang-barang tersebut tidak mudah membusuk atau rusak, dan apabila barang-barang tersebut tidak layak untuk dipajang, maka seorang pramuniaga harus cepat-cepat untuk mengganti barang-barang rusak tersebut dengan barang yang masih segar.

2. Departemen Food
Dalam departemen ini kami banyak mengamati dari segi pemajangan dan tata letak suatu departemen food tersebut, yang pemajangannya disusun dengan rapi dan diklasifikasikan dengan sesuai kategorinya, sehingga memudahkan konsumen untuk melakukan proses pembelian atas barang yang diinginkannya.

3. Departemen Non Food
Berdasarkan departemen nonfood itu dapat kami temukan beberapa jenis barang yang dipajang berdasarkan merk dan jenis dikelompokkan berdasarkan kegunaan dan cara-cara untuk pemakaiannya, dimana seorang pramuniaga memberikan instruksi-instruksi untuk cara pemakaian suatu produk tersebut.

4. Departemen Fashion
Seperti diketahui bahwa fashion merupakan cerminan mode yang sedang trend, maka dari itu semua produk yang ada dalam departemen fashion benar-benar mencerminkan mode yang sedang mendunia.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian kami ke pusat pembelanjaan di Palembang kami dapat menyimpulkan bahwa tempat-tempat tersebut mempunyai banyak perbedaan dan kesamaan, baik dari segi pelayanan dan penataan produk atau layout. Adapun tempat yang pertama kami kunjungi yaitu PS (Palembang Square) dimana kami mengamati para penjual pada saat melayani pembeli / konsumen sangatlah baik, dimana pelayan tersebut melayani pelanggannya, sebagaimana layaknya seorang pembeli dan penjual mengadakan suatu transaksi dengan baik.
Ditempat penelitian kami yaitu pada PS dan PTC kami banyak melihat bagaimana cara transaksi pembayaran dilakukan oleh seorang pembeli yang kebanyakan menggunakan mesin IDC dan alat bantu sinar ultra violet, dan sedikitnya lagi masih ada yang menggunakan mesin cash register. Adapun tempat-tempat untuk menyusun / mendisplay suatu barang sudah disusun berdasarkan jenis produknya seperti tempat penjualan produk fashion khusus laki-laki disuruh ditempat pakaian laki-laki, begitu juga dengan pakaian perempuan dan anak-anak disusun sesuai dengan jenis barangnya, sedangkan jenis barang nonfood disusun sesuai dengan kategorinya, sehingga memudahkan pembeli untuk melakukan proses pembelian.
Selain itu kami melihat mall tersebut kami banyak mengamati alat-alat bantu keamanan, seperti terdapatnya CCTV untuk suatu keamanan, dimana setiap tempat itu terdapat alat tersebut. Selain itu dari segi keamanan dan kenyamanan dimana seorang pembeli merasa nyaman karena tidak adanya kejahatan ditempat itu.

4.2 Saran
Agar kegiatan tahunan ini terus dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya agar setiap siswa yang duduk dijurusan penjualan mampu untuk melihat secara langsung kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan jurusan penjualan tersebut.

No comments: