Saturday, February 14, 2009

Pembesaran Ayam Kampung

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, berkat rahmat dan nikmatnya penulis dapat menyusun makalah ini, agar pembaca dapat memahami isi ringkasan makalah ini dan diharapkan dapat mempraktekkan teori makalah ini dalam kehidupan sehari-hari.
Di samping itu, dalam penyusunan makalah ini, penulis berusaha mendekatkan konsep-konsep Pembesaran Ayam Kampung pada aplikasinya dalam bidang teknologi dan industri, yang didasari dengan pengetahuan penulis.
Dalam makalah ini, konsep Pembesaran Ayam Kampung dibahas secara ringkas dengan ilustrasi dan contoh-contoh yang mudah dicerna para pembaca, dengan maksud agar konsep-konsep itu dapat ditelusuri dan dipelajari pembaca sendiri pada setiap konsep atau sub-konsep, diberikan penjelasan yang singkat.
Dengan selesainya penyusunan Makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pencetak buku yang isinya dapat kami dalami makalah ini yang banyak memberikan masukan-masukan yang cukup berharga sehingga makalah ini dapat terwujud.
Namun, tetap disadari bahwa makalah ini masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat berharap adanya kritik, saran dan komentar dari guru pembimbing maupun pembaca untuk menjadi bahan perbaikan pada pembuatan makalah berikutnya.



Sekayu, Februari 2009
Penyusun,


Agus Brata

DAFTAR ISI


Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab 1
Pendahuluan 1
Perumuan masalah 1
Tujuan 2
Bab 2
Uraian 3
Bab 3
Penutup 10
Kesimpulan 10
Saran-saran 10
Daftar Pustaka



BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini, yang penting dalam hidup ini adalah sehat, dengan sehat manusia bisa melakukan apa saja yang diinginkannya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, maupun untuk hari-hari yang akan datang. Jika manusia dalam kondisi sakit, berarti manusia tersebut banyak kekurangan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama zat karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.
Oleh karena itu, supaya tidak kekurangan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, biasakanlah mengkonsumsi makanan dan minuman 4 sehat dan 5 sempurna. Dengan mengkonsumsi makanan dan minuman 4 sehat 5 sempurna, maka kemungkinan kecil penyakit akan menyerang.
Salah satunya adalah ayam, ayam merupakan salah satu pangan 4 sehat. Mengapa dikatakan begitu, karena ayam merupakan bagian pangan 4 sehat yang banyak mengandung zat-zat yang sesuai dengan tubuh manusia. Salah satunya ayam banyak mengandung zat karbohidrat yang berfungsi menghasilkan energi.
Di samping itu, ayam tidak sulit didapati dalam kebutuhan sehari-hari, karena ayam cukup banyak dijual dipasaran. Salah satunya adalah ayam kampung, cukup banyak juga masyarakat yang mempunyai ternak ayam, tapi ayam yang lebih bagus untuk dikonsumsi adalah ayam kampung pedaging. Selain zat-zatnya yang cocok untuk tubuh manusia ayam ini juga memiliki badan yang sehat karena perawatannya yang intensif dan dagingnya yang padat.

2. Perumusan Masalah
1. Kenapa ayam tidak bisa terbang ?
2. Apakah perbedaan ayam kampung pedaging dengan ayam buras ?
3. Mengapa lokasi pemeliharaan ayam kampung pedaging harus ditentukan ?
4. Mengapa pakan ayam harus ditentukan ?
5. Mengapa ayam kampung pedaging digolongkan kedalam bangsa Galliformes (Unggas) ?
6. Mengapa umur induk ayam kampung pedaging harus berumur 1-2 tahun ?



3. Tujuan
1. Dapat memenuhi pangan 4 sehat masyarakat
2. Sebagai sumber pekerjaan
3. Meningkatkan kualitas pasar
4. Sebagai sarana berbisnis
5. Pelestarian ayam
6. Sebagai dua sumber manfaat
7. Sebagai dua sumber penghasilan
8. Sebagai lapangan kerja
9. Melengkapi sarana pasar
10. Meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia)



BAB II
URAIAN

1. Yang Perlu Diketahui Tentang Ayam Kampung
A. Mana yang disebut ayam kampung
Jika dibandingkan, memilih ayam kampung diantara sekumpulan ayam-ayam lain bisa dikatakan lebih mudah dari pada menyebutkan definisi ayam kampung itu sendiri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ada yang menyamakan pengertian ayam kampung dengan ayam buras (bukan ras) sementara, ada juga yang mengatakan antara keduanya berbeda.
Ayam kampung memiliki tubuh yang kecil, produktivitas telurnya rendah, pertumbuhan tubuhnya lambat, dan tak pantas dijadikan ayam hias, baik dari segi suara atau penampilan meskipun ayam ini banyak dibudidayakan tetapi pemeliharaannya lebih banyak dipercayakan kepada alam.

B. Burung yang tak bisa terbang
Dalam dunia hewan, ayam kampung digolongkan ke dalam bangsa Galliformes (unggas). Meskipun mempunyai sayap, jenis ungga yang satu ini tak bisa terbang. Kepakan sayapnya tak mampu mengangkat tubuhnya ke udara, aktivitas gerak lalu dipercayakan pada kaki yang memang bisa digunakan untuk berlari cepat. Sekalipun fungsi kakinya lebih banyak digunakan untuk berjalan dan berlari, tetapi kaki tersebut juga bisa digunakan untuk bertengger.
Seperti jenis unggas lainnya, ayam kampung berkembang biak dengan bertelur dalam setiap periode bertelur, ayam kampung menghasilkan rata-rata Sembilan butir telur. Pada akhir periode bertelur ayam betina akan mengeram telurnya. Telur akan menetas setelah dierami selama 21 hari.

2. Merencanakan Peternakan Ayam Kampung Pedaging
A. Potensi pasar ayam kampung
Meskipun daging ayam kampung sudah akrab di lidah masyarakat, tetapi usaha peternak ayam ini tidak terlalu banyak peminatnya. Karena itu, tidak mengherankan jika peminatnya konsumen terhadap daging ayam kampung belum bisa terpenuhi.
Dapat dikatakan sampai sekarang masih jarang peternak yang dapat memasak ayam kampung dalam jumlah tertentu dan kontinu dalam keadaan seperti ini pedagang pengumpullah yang paling berperan. Mereka mengumpulkan ayam kampung dari berbagai daerah untuk dibawa ke kota besar.
B. Menentukan lokasi usaha
Lokasi usaha sering kali diabaikan dalam usaha peternakan ayam kampung. Jika peternak ayam kampung pedaging akan dijadikan sebagai usaha yang benar-benar menguntungkan, penentuan lokasi usaha harus dipikirkan secara matang.
Selama pemliharaan ayam kampung dilakukan secara ekstensif, usaha ini sepertinya tak menimbulkan masalah bagi lingkungan. Pencemaran udara, air dan tanah akan segera merebak dilingkungan sekitar untuk itu calon pengusaha perlu mengetahui rencana pengembangan wilayah didaerah yang akan dijadikan lokasi usaha, keterangan tentang hal ini dapat ditanyakan kepada pemerintah daerah setempat. Selain itu, lokasi usaha juga harus dapat menjamin kemudahan mendapatkan pakan dan memasarkan produk.

C. Menentukan Sistem Pemeliharaan
1. System pemeliharaan ekstensif, dilakukan oleh masyarakat di dusun-dusun
2. Sistem pemeliharaan semi intensif, yaitu kebutuhan ayam terhadap pakan sebagian disediakan oleh pemelihara.
3. Sistem pemeliharaan intensif, yaitu sistem pemeliharaan intensif pantas dipilih, dalam pemeliharaan ini, semua kebutuhan ayam disediakan oleh pemeliharaannya.

3. Bibit dan Cara Mendapatkannya
A. Mengusahakan Bibit Ayam
Ciri-ciri fisik diantaranya berbadan sehat dan tegap, berbulu mengkilat, tidak cacat dan sakit, serta produktivitas telurnya baik (rata-rata 115 butir per tahun). Umur induk yang baik berkisar antara 1 – 2 tahun. Umur tersebut berlaku untuk induk betina maupun jantan. Secara khusus sifat-sifat fisik induk bibit, baik jantan maupun betina, dapat dilihat sebagai berikut :
1. Tidak ada bagian tubuh yang rusak atau cacat, misalnya kaki utuh dan leher lurus. Otot kebal dan kuat, terutama dibagian paha dan dada.
2. Susunan bulunya teratur, saling menghimpit, dan tampak mengkilap
3. Mata cerah dan pandangannya tampak tajam
4. Gerakannya gesit, yaitu mudah berontak jika dipegang
5. Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk
6. Induk pejantan mempunyai jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh, paruh pendek, tajam dan kuat.


B. Membeli Bibit Ayam
Cara membedakan anak ayam :
1. Leher anak ayam dijepit diantara jari tengah dan jari manis tangan kiri.
2. Badan dan kepalanya diarahkan ke bawah, kemudian perut bagian bawah di kaba dengan ibu jari dan kelingking jari.
3. Punggungnya diketuk hingga kotorannya keluar
4. Bagian bawah anus ditekan, kemudian lubang anus dibuka hingga bagian dalamnya menonjol.
5. Bagian bawah kloaka diamati, jika terlihat ada titik pertanda anak ayam itu jantan dan jika tidak ada titik petanda betina.

4. Memilih pakan yang efisien
1. Mengandung karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh tubuh ayam untuk menghasilkan energi.
2. Mengandung lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang berfungsi sebagai penghasil energy dan juga berfungsi sebagai pelarut Vitamin A, D, E dan K.
3. Mengandung protein
Protein berfungsi vital sebagai pengganti sel-sel tubuh yang rusak dan sebagai pembangun tubuh.
4. Mengandung mineral
Meskipun dibutuhkan hanya sedikit, mineral mempunyai peran yang sangat penting bagi fungsi fisiologi tubuh ayam.
5. Vitamin
Vitamin yang dibutuhkan oleh ayam dapat digolongkan menjadi dua golongan. Vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak ialah vitamin A, D, E dan K, sedangkan yang larut dalam air ialah kelompok Vitamin B (B1, B2, B6 dan B12) dan vitamin C.
6. Air
Meskipun air tidak mengandung gizi dan juga tidak dapat menghasilkan energi, tetapi keberadaan sangat dibutuhkan oleh ayam.





5. Menyusun Ransum Ayam Kampung Pedaging
Karena belum ada kepastian tentang susunan ransum untuk ayam kampung maka penyusunan ransum berdasarkan teori bahwa ayam dalam masa pertumbuhan memerlukan kadar protein yang tinggi dalam pakannya. Berdasarkan pengalaman beberapa peternak, kadar protein sekitar 20% dapat diterapkan pada ransum ayam kampung pedaging umur 1-8 minggu. Setelah ayam berumur 9-12 minggu atau siap jual, kandungan protein dalam ransum dikurangi menjadi sekitar 16%.

Kandungan Protein dan Energi Metabolis
Beberapa Jenis Pakan
Jenis Bahan Kandungan
Protein (%) Energi Met. (KKal/kg)
1. Jagung guling
2. Bekatul
3. Bingkai kedelai
4. Tepung ikan
5. Tepung daun lamtoro 9
10,8
44,4
61,8
23,2 3.360
2.800
2.850
2.910
1.140

Contoh Penyusunan Ransum untuk Ayam Kampung
Pedaging Umur 1-8 Minggu
Bahan Ransum Persentase Bahan Energi Metabolis Persentase Protein
1. Jagung
2. Bekatul
3. Bungkil kedelai
4. Tepung ikan
5. Tepung batu
6. Rhodiamix 22
7. Garam dapur
8. Vit B12 58
12
16
11
1
0.5 (500 g/100 kg makanan) 0,58 x 3.360 =1.948,8
0,12 x 2.800 = 336
0,16 x 2.850 =456
0,11 x 2.910 = 320,1
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung 0,58 x 9 = 5,22
0,12 x 10,8 = 1,296
0,16 x 44,4 = 7,104
0,11 x 61,8 = 6,798
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung

Jadi peternak yang berpendapat bahwa ayam kampung dapat juga diberi pakan ayam ras (buras) untuk anak ayam kampung pedaging maka jenis yang dapat diberikan berupa pakan broiler starter pada umur 1-4 minggu. Selanjutnya, pada umur 5-8 minggu pakan yang diberikan berupa pakan broiler finisher.


Contoh Penyusunan Ransum untuk Ayam Kampung
Pedaging Umur 9-12 Minggu
Bahan Ransum Persentase Bahan Energi Metabolis Persentase Protein
1. Jagung
2. Bekatul
3. Bungkil kedelai
4. Tepung ikan
5. Tepung batu
6. Rhodiamix 22
7. Garam dapur
8. Vit B12 60
20
10
7
1
0,5(500g/100kg makanan)
0,25
1,25 0,60 x 3.360 =2.016
0,20 x 2.800 = 560
0,10 x 2.850 = 285
0,07 x 2.910 = 203,7
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung 0,60 x 9 = 5,4
0,20 x 10,8 = 2,16
0,10 x 44,4 = 4,44
0,07 x 61,8 = 4,326
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung
Tidak dihitung

Ransum ini perlu ditambah dengan hijauan segar, kangkung, bayam, selada air, atau kecambah yang telah di Rajang sebagai tambahan vitamin dan mineral. Hijauan segar diberikan kurang lebih 1,5 kg tiap 100 ekor ayam. Hijauan ini mulai diberikan ketika ayam telah berumur satu bulan.

Kebutuhan Pakan Untuk Ayam Kampung Pedaging
Umur ayam
(minggu) Konsumsi pakan
(g/ekor/hari) Perkiraan berat badan
(g)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11 9
18
27
34
41
45
46
47
48
49
52 45
65
95
130
180
240
310
360
450
550
650
12 55 750

6. Pembesaran Dengan Sistem Intensif
A. Kandang
Kandang untuk pembesaran ayam kampung pedaging ada tiga macam :
1. Kandang Sapih
Anak ayam yang baru menetas dari telur sangat peka terhadap perubahan suhu. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menganggu kesehatannya, gangguan terhadap kesehatan anak ayam biasanya beresiko sangat besar, yaitu kematian.
Kandang untuk anak ayam yang barus menetas dibuat dari bahan kayu, tripleks, dan kawat kasa dengan lubang berukurang 1,5 cm x 1,5 cm. Setiap kandang dapat dibuat dengan ukurang panjang 100 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 75 cm. Tinggi kaki kandang sekitar 25 cm, kandang dengan ukuran seperti ini dapat diisi sekitar 50 ekor anak ayam yang baru menetas.
Agar tempat pakan dan minuman mudah dimasukkan, atap kandang dapat difungsikan sebagai pintu. Caranya salah satu sisi atau diberi engsel, bisa juga atap hanya ditumpangkan diatas kandang.

2. Kandang untuk anak ayam berumur 5-8 minggu
Anak ayam kampung berumur 5-8 minggu masih memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, tetapi sudah memiliki toleransi agak besar terhadap perubahan suhu lingkaran.

3. Kandang untuk anak ayam berumur 9-12 tahun
Anak ayam yang telah berumur Sembilan minggu kelihatan lebih aktif dari pada umur sebelumnya, pertumbuhan otot atau dagingnya juga mulai tampak jelas, ayam seumur ini selanjutnya dipelihara di kandang liter atau baterai hingga berumur dua belas minggu.
a. Kandang liter
Kandang liter ialah kandang dengan lantai dari tanah atau semen dengan lapisan sekam, gergaji, atau bahan sejenis lainnya diatasnya.
b. Kandang baterai
Ada dua jenis kandang baterai yang dikenal secara umum. Jenis pertama adalah kandang baterai yang atapnya bersatu dengan kerangka kandang. Jenis kedua adalah kandang yang atapnya terpisah dengan kerangkanya karena terletak pada suatu bangunan yang permanen.

B. Pemeliharaan
1. Pemeliharaan DOC hingga berumur empat minggu
a. Pemasangan pemanas atau induk buatan
Pemanas atau induk buatan berfungsi untuk melindungi tubuh DOC dari pengaruh dingin pada awal pemeliharaan, induk buatan sangat dibutuhkan oleh DOC karena bulu-bulu tubuh anak ayam belum mampu melindungi tubuhnya sendiri dari kedinginan.
b. Pemotongan paruh
Jika dikandangkan secara berkelompok, kadang kala ayam kampung memiliki sifat kanibal, mematuk sesamanya.

c. Mengurangi kepadatan kantong
Pada empat minggu pertama pemeliharaan, tubuh ayam mengalami pertumbuhan.

d. Vaksinasi
Anak ayam perlu diberi Vaksin ND agar terhindar dari penyakit ND (Newcastle disease) atau tetelo.

2. Pemeliharaan ayam yang berumur 5-8 minggu
Setelah berumur lima minggu atau lebih anak ayam tidak memerlukan induk buatan. Induk buatan hanya digunakan jika cuaca sangat buruk.

3. Pemeliharaan ayam yang berumur 9-12 minggu
a. Pemeliharaan anak ayam dalam kandang liter
Kandang liter sangat praktis untuk membesarkan anak ayam kandang ini tak perlu dibersihkan setiap hari.

b. Pemeliharaan anak ayam dalam kandang baterai
Pemeliharaan ayam dengan kandang baterai menuntut peternak menyediakan perlengkapan yang lebih banyak.



BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu dalam melaksanakan / melakukan pembesaran ayam kampung pedaging harus diperhatikan dan diurus secara intensif agar ayam kampung tersebut tampak sehat, badannya padat dan bebas dari penyakit yang akan menyerang dan sesuai yang diinginkan.

2. Saran-saran
a. Pembaca dapat mempraktekkan teori dari makalah ini untuk kehidupan sehari-hari.
b. Pembaca dapat memahami bahwa dalam beternak ayam harus dilakukan prosedur sesuai dengan kebutuham ayam.
c. Pembaca dapat memperluas isi dari makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA


Mulyono, Subangkit. Memelihara Ayam Buras Berorientasi Agribisnis. (Jakarta : Penebar Swadaya, 1996)

Rohmah, Nur dan N. Thamrin Nawawi, Ransun Unggas (Surabaya Trubus Agrisarana, 1997)

Sudaryani, Titik dan Hari Santosa, Pembibitan Ayam Buras (Jakarta : Penebar Swadaya, 1996)

2 comments:

OPEN MIND said...

Artikel "Pembesaran Ayam Kampung" sangat memberi banyak hal baru bagi saya yang ingin memulai usaha ayam kampung. Selanjutnya saya mohon info tentang: penjual DOC ayam kampung (nomor yang bisa dihubungi), penjual pakan ayam kampung buatan sendiri (bukan pabrikan besar, MAHAL) dan pembeli ayam kampung. Demikian, terimaksih.

Saya, Bp Amir (08567226639)
amiradil.amx@gmail.com

indo biotech said...

PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

menyediakan BIOFAST untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro