Saturday, February 14, 2009

PRAMUKA MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada masa-masa ini, perkembangan lingkungan strategis seperti globalisasi, krisis ekonomi, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, bukan lagi merupakan kendala dan ancaman saja melainkan sudah menjadi permasalahan nyata serius proporsinya. Dengan kata lain, tantangan yang dihadapi organisasi pendidikan di Indonesia sekarang jauh lebih besar dan lebih berat dari pada masa sebelumnya. Hal tersebut memang tidak dapat kita ingkari lagi. Kenyataannya pun dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari kelompok yang paling peka dalam hal ini adalah remaja.
Remaja sebagai kelompok individu yang sedang dalam masa mencari identitas diri, selalu cenderung mencari hal-hal baru, yang dapat membuat mereka menjadi orang modern. Mereka tidak ingin ketinggalan zaman, sehingga ada kecenderungan untuk muda menerima hal-hal yang berbau globalisasi, krisis ekonomi dan sebagainya.
Remaja perlu dibekali kemampuan untuk menanggapi dan mengatasinya agar menjadi arsitek-arsitek pengembangan dirinya sendiri untuk menjadi orang yang otonom dan mandiri, siap sedia membantu bertanggung jawab dan dapat diandalkan, sambil mengembangkan potensi-potensi mereka sepenuhnya sebagai pribadi dan sebagai masyarakat.
Gerakan pramuka merupakan gerakan pendidikan dengan tugas menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu mengisi kemerdekaan nasional. Kurangnya pengetahuan remaja tentang gerakan pramuka, menyebabkan remaja kurang berminat untuk menjadi anggota pramuka. Oleh karena itu, karya tulis ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para remaja dalam mengisi kemerdekaan nasional.



B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut diatas maka diperoleh rumusan bahwa remaja kurang mengetahui secara detail apa yang dimaksud dengan kepramukaan, sejarah kepramukaan dan perkembangan kepramukaan serta peranannya.

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mensosialisasikan bentuk dan kegiatan kepramukaan
2. Menambah wawasan remaja tentang pentingnya kegiatan kepramukaan

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk
1. Agar dapat menumbuhkan sifat cinta tanah air bagi para remaja
2. Menambah wawasan tentang gerakan pramuka
3. Menumbuhkan kesadaran bagi para remaja akan pentingnya pendidikan kepramukaan




BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian
Gerakan pramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Sedangkan yang dimaksud dengan “Kepramukaan” adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda dibawah tanggung jawab orang dewasa yang dilaksanakan diluar lingkungan pendidikan sekolah dan diluar lingkungan keluarga dan dialam terbuka dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

B. Sejarah Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden Powell, seorang Letnan jenderal angkatan bersenjata Britania Raya, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai Jamboree) di kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan dari serangan tentara Boer. Ketika itu pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting, misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell keseluruh anggota militer dikota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan pramuka internasional.
C. Perkembangan Gerakan Pramuka
Tak lama setelah buku dengan judul “Scouting For Boys” yang ditulis oleh Baden-Powell (yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan edisi pertama) diterbitkan, pramuka mulai dikenal diseluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri secara pertahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.
Unit kepanduan diluar kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Giblartar pada tahun 1908 yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malto. Kanana ialah koloni Inggris pertama yang mendapat izin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan diikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Chili ialah Negara pertama di luar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan parade pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada tahun 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Mexico, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.



BAB III
TUJUAN, PRINSIP, DAN METODE KEPRAMUKAAN

Landasan kepramukaan secara umum dinyatakan dalam tiga unsur, yaitu tujuan, prinsip dan metode. Landasan ini merupakan perumusan umum dan abstrak, yang tetap berlaku dengan sempurna sepanjang masa, tidak terkait dengan kurun waktu atau korteks tertentu.

A. Tujuan
Gerakan pramuka bertujuan mendidik dan membina anak muda Indonesia agar menjadi :
A.1 Manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa kuat mental dan tinggi moral, tinggi kecerdasan dan mutu keterampilan yang kuat dan sehat.
A.2 Warga Negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri, serta secara bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan Negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

B. Prinsip Dasar
Prinsip dasar kepramukaan adalah
B.1 Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
B.2 Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya
B.3 Peduli terhadap diri pribadinya
B.4 Taat kepada kode kehormatan pramuka



C. Metode
Konsep dasar kepramukaan adalah pendidikan diri. Pendidik utama anak muda adalah dirinya sendiri, metode kepramukaan adalah perangkat yang telah dirancang untuk menuntun dan mendorong masing-masing anak muda pada jalan pertumbuhan pribadi ini yang berdasarkan sistem belajar progresif melalui :
C.1 Pengamatan kode kehormatan
C.2 Kegiatan yang menarik dan meningkat yang mengandung pendidikan yang sesuai dengan rohani dan jasmani peserta didik.
C.3 Sistem tanda kecakapan
C.4 Sistem Among
C.5 Belajar dan melakukannya
C.6 Satuan terpisah untuk putra dan putri
C.7 Kegiatan dalam alam terbuka



BAB IV
TINGKATAN KEPRAMUKAAN

A. Pramuka Siaga
Siaga adalah sebutan bagi anggota pramuka yang berumur 7-10 tahun disebut pramuka siaga karena sesuai kiasan masa perjuangan bangsa Indonesia yaitu ketika rakyat Indonesia menyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

B. Pramuka Pengalang
Penggalang adalah suatu tingkatan dalam pramuka setelah siaga biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 10-15 tahun.

B.1 Tingkatan dalam penggalang
Penggalang memiliki beberapa tingkatan dalam golongannya yaitu
a. Ramu
b. Rakit
c. Terap
d. Penggalang garuda
Tingkat penggalang jika memiliki Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau mendapatkan tanda kecakapan khusus (SKK).

B.2 Sistem kelompok satuan terpisah
Satuan terkecil dalam penggalang disebut regu. Setiap regu diketuai oleh seorang pemimpin regu (Pinru) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Dalam gugus depan penggolong yang dapat berisi lebih dari satu regu putra/putri terdapat peserta didik yang bertugas mengkoordinir regu-regu tersebut peserta didik itu disebut Pratama / Pratami.
Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama regu putra diambil dari nama binatang misalnya harimau, kobra, elang dan seterusnya. Sedangkan untuk putri diambil dari nama bunga, semisal anggrek, anyelir, mawar dan sebagainya.

C. Pramuka Penegak
Penegak adalah anggota gerakan pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 – 21 tahun.

C.1 Tingkatan dalam pramuka penegak
Ada beberapa tingkatan dalam penegak yaitu :
* Bantara
* Laksana
* Garuda
Dimana tingkatan tersebut pramuka garuda ialah golongan tertinggi dalam golongan penegak. Sepuluh orang penegak disebut sangga, didalam satu sangga dipimpin salah seorang penegak yang disebut pimpinan sangga (Pinsa). Beberapa sangga terbentuklah yang namanya Ambalan, yang dipimpin oleh pradana untuk ambalan putra dan pradani untuk ambalan putri.
Di dalam ambalan terdapat struktur organisasi yang lengkap misal krani, juru uang, juru adat dan anggota. Setiap ambalan mempunyai bermacam-macam nama, bisa nama pahlawan tokoh pewayangan dan lain sebagainya.

C.2 Kegiatan-kegiatan penegak
Berikut ini merupakan acara-acara pertemuan penegak
• Lompat tali (kegiatan ini dilakukan diambulan masing-masing)
• Pelantikan penegak laksana dan bantara
• Gladian pemimpin sangga (DIANPINSA)
• Raimuna
• Perkemahan wirakarya
• Perkemahan bhakti

D. Pramuka Pendega
Pendega adalah golongan pramuka setelah penegak. Anggota pramuka yang termasuk dalam golongan ini adalah yang berusia dari 21-25 tahun, golongan yang ini disebut juga dengan Dewan Muda. Kegiatannya sama saja dengan kegiatan penegak sehingga di kwartir ditangani oleh Dewan Kerja, yang lebih dikenal dengan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.




BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Gerakan pramuka adalah gerakan pendidikan yang mampu menjadi sesuatu kekuatan perubahan sosial nasional, walaupun tergolong pendidikan non-formal, kepramukaan sebagai suatu sistem pendidikan yang lengkap dan utuh bukan semata-mata organisasi kepemudaan.
Gerakan pramuka merupakan kesinambungan gerakan kepanduan dan tetap merupakan gerakan pendidikan dengan tegas menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang lebih baik sanggup bertanggung jawab dan mampu mengisi kemerdekaan.

B. Saran
B.1 Peranan gerakan pramuka perlu mendapatkan pengakuan yang dinyatakan dengan tegas dalam kebijakan pendidikan nasional.
B.2 Diharapkan adanya sosialisasi lebih lanjut tentang kepramukaan.

No comments: