Friday, March 13, 2009

ENSEFALITIS

Definisi
Ensefalitis yaitu infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikro organisme.

Etiologi
Berbagai macam mikroorganisme dapat menimbulkan ensefalitis, misalnya bakteri, protozoa, cacing, jamur, spirokaeta dan virus penyebab yang terpenting dan tersering ialah virus. Infeksi dapat terjadi karena virus langsung menyerang ke otak atau reaksi radang akut karena infeksi sistemik atau vaksinasi terdahulu.
Berbagai jenis virus dapat menimbulkan meskipun gejala klinisnya sama, sesuai dengan jenis virus serta epidemiologinya diketahui berbagai macam ensefalitis virus.

Klasifikasi
1) Infeksi virus yang bersifat epidemik
a. Golongan enterovirus : poliomyelitis virus coxsac kie virus echo.
b. Golongan virus ARBO : Western egune enceptilitis
2) Infeksi virus yang bersifat sporadik :
Rabies, Hepas simpleks, herpes zoster, limfogranuloma, mumps, lymphocytic dan jenis lainnya.
3) Ensefalitis pasoa infeksi : pasca – morbili, pasca rubella, pasca vaksinia

Gejala Klinis
Meskipun penyebabnya berbeda-beda, gejala klinis ensefalitis lebih kurang dan khas sehingga dapat digunakan sebagai criteria diagnosis. Umumnya didapatkan suhu yang mendadak naik. Sering kali ditemukan hiperpereksia. Kesadaran dengan cepat menurun, anak besar, sebelum kesadaran menurun sering mengeluh nyeri kepala dan muntah sering ditemukan.


Diagnosis
1. Biakan darah. Viremia berlangsung hanya sebentar saja sehingga sukar untuk mendapatkan hasil positif.
2. Pemeriksaan serologis : uji fikasi komponen, uji inhibisi hemaglutinasi dan uji neuralisasi.
3. Pemeriksaan patologi anatomis post mortem hasil ini juga tidak dapat memastikan diagnosis telah diketahui bahwa satu macam virus dengan gejala-gejala yang sama dapat menimbulkan gambaran yang berbeda.

Pengobatan
Obat anti konvulsif diberikan segera untuk memberantas kejang tergantung dari kebutuhan obat diberikan intramuskulus atau intravena. Obat yang diberikan ialah valium dan luminal.
Segera dilakukan pemasangan IVFD dan jenis cairan yang diberikan tergantung keadaan anak.
Untuk mengatasi hiperpereksia, diberikan surface cooling dengan menempatkan es pada permukaan tubuh yang mempunyai pembuluh besar. Missal pada kiri dan kanan leher, ketiak, selengkangan, daprah proksimal betis dan diatas kepala.

Prognosis dan Komplikasi
Angka kematian untuk ensefalitis ini masih tinggi berkisar antara 35 – 50% dari penderita yang hidup 20 – 40% mempunyai komplikasi atau gejala sisa berupa paresis / paralisis pergerakan koreo atatoid, gangguan penglihatan atau gejala neurologis lain.
Penderita yang sembuh tanpa kelainan neurologis yang nyata dalam perkembangan selanjutnya masih mungkin menderita retordasi mental masalah tingkah laku dan epilepsy.



Diagnosa :
- Defisit volume cairan berhubungan dengan mual muntah
- Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia
- Nyeri berhubungan dengan infeksi pada jaringan otot
- Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot
- Gangguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan nyeri

No comments: