Friday, March 13, 2009

PROSES PERKEMBANGAN SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA MANUSIA PURBA DI INDONESIA

DAFTAR ISI


Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 1
1.3 Masalah 2
Bab II Pembahasan 3
2.1 Ciri-ciri sosial dan budaya masyarakat berburu dan menetap 3
2.2 Hasil budaya manusia purba 5
2.3 Corak kehidupan manusia purba 10
2.4 Jenis bangsa manusia purba 11
2.5 Periodisasi dan Kronologi 11
Bab III Penutup 13
3.1 Kesimpulan 13
3.2 Saran 13
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kita ketahui bahwa di zaman manusia purba merupakan zaman yang mungkin kita tidak ketahui namun kita akan mempelajarinya yaitu dengan cara mengetahui bahwa pada proses perkembangan manusia purba telah memiliki ciri-ciri hidup dizaman Palaeolitikum dan Mesolithikum yaitu dengan menggunakan cara Nomaden yaitu mereka yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, tradisi hidup seperti it uterus dilakukan dari generasi ke generasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Von Koenigswald pada 1935, penggunaan batu genggam, kemudian disebut kapak genggam serta tulang-tulang binatang adalah sangat umum di seluruh Indonesia pada zaman Palaelithikum dan Mesolithikum. Sejalan dengan perkembangan waktu jumlah kelompok nomaden semakin banyak menyebar diseluruh kepulauan Nusantara. Persebaran mereka yang berlangsung selama raturan ribu tahun ditunjang kondisi geografis kepulauan Indonesia. Dalam kondisi geografis seperti ini berlangsung perpindahan (migrasi) fauna dan manusia dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu pulau ke pulau lain. Banyak kelompok nomaden yang berasal dari dataran asia menyeberang ke pulau Indonesia membawa alat-alat peradaban budayanya seperti batu alat serpih (flakes) dan batu penetak (chapper). Sejak akhir zaman Mesolithikum dan Neolithikum kehidupan manusia purba Indonesia ditandai dengan tradisi bercocok tanam dan menghasilkan makanan sendiri.

1.2 Tujuan
Pengajaran sejarah di sekolah bertujuan agar siswa memperoleh kemampuan berpikir historis dan pemahaman sejarah. Melalui pengajaran sejarah siswa mampu mengembangkan kompetensi untuk berpikir secara kronologis dan memiliki pengetahuan tentang masa lampau yang dapat digunakan untuk memahami dan menjelaskan proses perkembangan dan perubahan masyarakat serta keragaman sosial budaya dalam rangka menemukan dan menumbuhkan jati diri bangsa di tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia. Pengajaran sejarah juga bertujuan agar siswa menyadari adanya keragaman pengalaman hidup pada masing-masing masyarakat dan adanya cara pandang yang berbeda terhadap masa lampau untuk memahami masa kini dan membangun pengetahuan serta pemahaman untuk menghadapi masa yang akan datang. Pada tingkat SMA dan MA pelajaran Sejarah bertujuan :
• Mendorong siswa berpikir kritis – analitis dalam memanfaatkan pengetahuan tentang masa lampau untuk memahami kehidupan masa kini dan yang akan datang
• Memahami bahwa sejarah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari
• Mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan untuk memahami proses perubahan dan keberlanjutan masyarakat.

1.3 Masalah
1. Apa ciri-ciri dan budaya masyarakat berburu dan masyarakat menetap ?
2. Apakah hasil budaya manusia purba ?
3. Bagaimana cara kehidupan manusia purba ?
4. Apa jenis bangsa manusia purba ?
5. Apa yang dimaksud dengan periodisasi dan kronologi ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ciri-ciri social dan budaya masyarakat berburu dan masyarakat menetap
A. Beda ciri-ciri masyarakat berburu dan masyarakat menetap
1. Masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan
a. Ciri-ciri sosial
1. Tahun 1953 Von Koenigswald menemukan kapak perimbas atau kapak genggam, di daerah Pacitan, Sukabumi, Ciamis, Gombong, Bengkulu, Lahat (Sumatera Selatan) karena penelitian tersebut mula-mula di dareah Pacitan maka dinamakan kebudayaan Pacitan.
2. Alat Serpih
Berbentuk sederhana, kecil. Alat ini juga ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1934 di daerah Sangiran.
3. Alat – alat tulang
Tulang pipih yang kuat. Alat-alat semacam ini dinamakan kebudayaan Ngandong.
4. Kyokkenmoddinger
Yaitu peninggalan di daerah Sumatera Timur Laut, antara Lansa di Aceh dan Medan, Kyokken artinya dapur, modding artinya sampah. Penelitian dilakukan oleh Dn. P.V. Van Stein Callenvens pada tahun 1925.
5. Abis Saus Roche
Penelitian dilakukan oleh Van Stein Callenvens di gua Lawa dekat Sampung antara tahun 1931.
Ciri-ciri sosial masyarakatnya :
1. Hidup dalam kelompok-kelompok kecil
2. Hidup mengembara
3. Mencari makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai atau danau
4. Kelompok-kelompok lainnya yang tinggal di daerah pantai. Mereka mencari binatang kerang sebagai makanannya. Kulit-kulit kerang menjadi menumpuk seperti bukit yang keras.
5. Kemungkinan kematian karena kecelakaan atau karena diterkam binatang buas sangat besar sehingga pertumbuhan penduduk sangat kecil.

b. Ciri-ciri Budaya
1. Hidup dalam kelompok kecil, sudah mempunyai cara pembagian kerja
2. Ruang gerak dibatasi oleh sungai-sungai besar, danau-danau, serta hutan-hutan lebat dengan binatang buas berkeliaran.
3. Mula-mula bisa membuat rakit. Lama kelamaan mereka bisa membuat perahu
4. Belum mengenal cara memasak makanan, satu-satunya cara hanya dengan membakar
5. Sudah mengenal perhiasan yang sangat primitif yaitu dengan cara merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung

Tidak hanya alat-alat pendukung kehidupan sehari-hari yang ditemukan dari masyarakat prasejarah Indonesia. Alat-alat kepercayaan juga ternyata sudah dikenal. Temuan-temuan itu menunjukkan sudah adanya kesadaran akan adanya sesuatu diluar perhitungan manusia. Kesadaran akan adanya kekuatan gaib yang menjadi dasar-dasar kepercayaan. Salah satu wujudnya adalah bentuk-bentuk penguburan orang yang sudah meninggal, serta barang-barang apa saja yang dijadikan bekal bagi yang meninggal. Perkembangan taraf kehidupan manusia purba pada awalnya masih dalam taraf food gathering, sebab pola pikirnya masih sederhana.
Kebudayaan Pacitan yang menjadi milik manusia purba berupa kapak perimbas. Didaerah Ngandong ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang atau tanduk rusa yang dipergunakan untuk pemotong daging hasil buruan.
Zaman logam di Indonesia memberi indikasi bahwa telah mengenal teknologi baru, yaitu teknik melebur biji logam. Tugu batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan menjadi lambing arwah nenek moyang disebut menhir. Manusia purba yang memiliki kebudayaan yang disebut Sampung Bone Culture adalah manusia purba.

2.2. Hasil Budaya Manusia Purba
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
• Bentuk budaya yang bersifat Spritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material

Masyarakat prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris.
• Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.

Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
• Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan.
• Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Mulai mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan.

System bercocok tanam/pertanian
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• System huma untuk menanam padi
• Belum dikenal sistem pemupukan
Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas).

Bahasa
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.


Pertanyaan
1. Jelaskan apa perbedaan dari ciri-ciri masyarakat berburu dan masyarakat menetap ?

2. Apa yang menjadi dasar kepercayaan tentang adanya kekuatan gaib pada manusia?

3. Sebutkan ciri-ciri dari budaya manusia purba ?
4. Apa yang dimaksud dengan zaman logam! Jelaskan ?
5. Jelaskan tentang kehidupan manusia purba pada masa berburu ?
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bentuk budaya yang bersifat spiritual dan yang bersifat material !

7. Sebutkan dan jelaskan pola kehidupan manusia purba ?
8. Jelaskan mengapa perbedaan bahasa antar daerah ?
9. Sebutkan jenis-jenis manusia purba menurut Palaelithikum ?
10. Sebutkan hasil kebudayaan, cara hidup dan jenis-jenis manusia purba menurut Mesolithikum !

11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan food gathering dan berikan ciri-cirinya ?
12. Jelaskan perbedaan antara zaman food gathering dan zaman food producing ?
13. Apa tujuan dibuatnya periodisasi pada manusia purba ? Dan sebutkan hasilnya !
14. Sebutkan pola kehidupan manusia prasejarah dan jelaskan !
15. Sebutkan zaman Neolithikum
a. Hasil-hasil kebudayaan
b. Cara hidup dan kemampuan membuat alat
c. Jenis manusia pendukung / bangsa
16. Jelaskan unsur budaya dan wujud akulturasi berikut :
a. Bahasa
b. Religi
c. Organisasi sosial kemasyarakatan
17. Jelaskan periodisasi sosial ekonomi dan berikan contoh !
18. Sebutkan zaman megalithikum
a. Hasil-hasil kebudayaan
b. Cara hidup dan kemampuan membuat alat
c. Jenis manusia pendukung / bangsa
19. Sebutkan alat-alat rumah tangga, alat-alat prasejarah dan alat berburu untuk ritual dan alat untuk menghormati arwah nenek moyang

20. Sebutkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1935?
No Unsur Budaya Wujud Akulturasi
1. Bahasa - Dikenalnya bahasa Sanskerta. Yang kemudian menambah perbendaharaan bahasa Melayu / bahasa Indonesia.
- Dikenalnya huruf Pallawa yang akhirnya berkembang menjadi huruf Jawa Kuno. Bali dan Bugis.

2. Religi - Dikenalnya agama Hindu dan agama Budha yang sudah mengalami Sinkritisme dengan kepercayaan Animisme dan Dinamism

3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan - Dikenal sistem pemerintahan kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang dikultuskan menjadi seorang dewa.
- Pemilihan raja tidak selalu turun temurun tetapi ada yang menggunakan prinsip musyawarah.
- Dikenalnya sistem kasta yang memiliki peranan dan fungsi yang berbeda di India.

4. Sistem Pengetahuan - Dikenalnya sistem kalender berdasarkan tahun saka dan penulisan tahun saka dengan menggunakan Candrasangkala.
5. Peralatan Hidup - Dikenal teknologi pembuatan candi dan bangunan dasar punden berundak dan berfungsi sebagai sebagai tempat pemujaan nenek moyang atau dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal.

6. Kesenian - Adanya relief candi yang mengambil kisah Ramayana atau Lalitawistara dengan suasana kehidupan di Indonesia.
- Kisah Ramayana dan Mahabrata yang sudah disadur ke dalam bahasa Jawa Kuno dan ada penambahan tokoh puna kawan.
- Kisah tersebut menjadi sumber cerita/lakon pertunjukkan wayang dengan perubahan karakter dari tokoh cerita.



Zaman Hasil Kebudayaan Cara Hidup Jenis Manusia
Palaeolithikum Budaya Pacitan
1. Kapak Penetak (Chopper)
2. Kapak Perimbas


Budaya Ngandong
1. Alat-alat tulang dan tanduk rusa
2. Flakes (alat-alat yang terbuat dari batu-batu kecil) 3. Food gathering awal (berburu, menangkap ikan, mengumpulkan keladi, ubi dan buah-buahan)
4. Nomaden 1. Pithecanthropus
2. Sinanthropus Pekinensis
3. Homo Wajakensis
4. Homo Soloensis
5. Pitchecantropus Erectus
6. Pithecanthropus Robustus
7. Mojokertensis
8. Megantropus Palaeojavanicus

Mesolithikum Budaya Bacson Hoabin
1. Kapak Sumatera/ kapak genggam (Pebble Culture)
2. Alat-alat tulang (Bone Culture)
3. Flakes
4. Kapak Pendek (Hache Courte)
1. Food gathering tahap lanjut
2. Hidup semi nomaden (Sebagian sudah menetap dan sebagian lagi masih mengembara)
3. Abris Sous Roche
4. Kjokkenmoddinger Papua Melanesoide
1. Suku Irian
2. Suku Sakai (Siak)
3. Suku Atca
4. Suku Aborigin
5. Suku Semang
Neolothikum 1. Kapak Lonjong
2. Kapak Bahu
3. Kapak persegi
4. Tembikar
5. Barang-barang perhiasan
1. Masa Food Producing
2. Bercocok tanam
3. Nelayan
4. Beternak Proto Melayu
1. Nias
2. Toraja
3. Sasak
4. Dayak
Megalithikum Kebudayaan Dongson
1. Dolmen
2. Kubur batu
3. Arca
4. Manik-manik
5. Menhir
6. Punden berundak-undak
7. Sarkofagus 1. Food Producing
2. Tempat tinggal menetap
3. Bercocok tanam
4. Nelayan
5. Membuat gerabah
6. Rumah panggung Proto Melayu
1. Nias
2. Toraja
3. Sasak
4. Dayak

2.3 Corak Kehidupan Manusia Purba
Food Gathering
Ciri zaman ini adalah :
• Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
• Nomaden, yaitu hidup berpindah-pindah dan belum menetap
• Tempat tinggalnya : gua-gua
• Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
• Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan zaman batu tengah (Mesolithikum)

Food Producing
Ciri zaman ini adalah :
• Telah mulai menetap
• Pandai membuat rumah sebagai tempat tinggal
• Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
• Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
• Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu, tanah liat dan batu
• Alat-alatnya sudah diupah/diasah
Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan zaman Megalithikum (zaman batu besar)
2.4. Jenis Bangsa Manusia Purba
Dengan adanya migrasi / perpindahan bangsa dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada zaman prasejarah di Kepulauan Indonesia ternyata sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri dari. Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain : kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunanya seperti Suku pulau-pulau Melanesia. Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki ciri-ciri antara lain : Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan). Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki cirri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya. Demikianlah uraian materi tentang jenis bangsa prasejarah Indonesia.

2.5 Periodisasi dan Kronologi
Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks waktu. Dalam kehidupannya, manusia terikat oleh ruang dan waktu. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Ketiganya menunjukkan adanya keseimbangan. Masa lalu akan menentukan masa sekarang dan masa sekarang menentukan masa depan. Untuk memudahkan memahami konsep waktu maka dibuatlah periodisasi dan kronologi dalam sejarah.




1. Periodisasi
Untuk memudahkan mengetahui bagaimana kehidupan manusia dalam rentang waktu dibuatlah periodisasi. Maksud dari periodisasi adalah semacam rangkaian serial menurut urutan zaman.
Periodisasi dibuat dengan tujuan agar dapat diketahui ciri khas atau karakteristik kehidupan manusia sehingga mudah dipahami. Dalam periodisasi ini akan diketahui :
1. Perkembangan kehidupan manusia
2. Kesinambungan antara periode yang satu dengan periode berikutnya
3. Terjadinya fenomena yang berulang
4. Perubahan dari periode yang awal sampai pada periode berikutnya
Perkembangan-terjadi bda, berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat barn hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama.
Pengulangan yang dimakud disini adalah adanya fenomena yang berulang, bukan peristiwa yang berulang. Sebab peristiwa itu terjadi hanya satu kali. Perubahan terjadi bila masyarak-at mengalami pergeseran, sama dengan perkembangan. Akan tetapi asumsinya adalah adanya perkembangan besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya perubahan itu terjadi karena pengaruh dart luar.
Penyusunan Periodisasi bergantung pada jenis sejarah yang akan ditulisnya. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, dan sebagainya. Setiap penults sejarah bebas dalam menetapkan periodisasi, bergantung pada pendiriannya. Periodisasi perkembangan politik akan menyangkut periodisasi kerajaan¬kerajaan kuno atau dinasti. Misalnya, kerajaan–kerajaan kuno di Indonesia mulai dari kerajaan Hind Buddha sampai kerajaan Islam.
Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi misalnya melihat perkembangan kehidupan manusia mulai dari masa berburu mengumpulkan makanan, menanam, berkebun atau, bersawah, sampai dengan masa produksi. Pada setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya. Contoh periodisasi sejarah Indonesia berdasarkan hasil kebudayaan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan selesainya pembuatan makalah ini kami dapat menyimpulkan bahwa kita dapat mengetahui bagaimana cara kehidupan manusia purba, cara kehidupan manusia purba, hasil-hasil kebudayaan purba.

3.2 Saran
Setelah membaca makalah dari kelompok kami mengharapkan siswa dapat mengetahui dan mempelajari tentang hasil-hasil sosial budaya ekonomi manusia purba, kami sangat berterima kasih kepada teman-teman sekalian yang mana atas do’a dan dukunganya sehingga kami dapat menuntaskan tugas makalah ini jika terdapat kesalahan dalam makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.


DAFTAR PUSTAKA

Supriatna, Nana. 2004. Sejarah. Bandung : Grafindo
Odih, Enjang. 2000. Sejarah. Bandung : Ganeca.

No comments: