Monday, April 13, 2009

RESUME: PELUANG DAN TANTANGAN DUNIA BISNIS DI ERA GLOBAL

PELUANG DAN TANTANGAN DUNIA BISNIS DI ERA GLOBAL

Di tengah oftimisme perdagangan bebas ada beberapa gejala yang mewarnai perdagangan dunia di masa mendatang ( Noporin, 1994 ) , yaitu muncul dan semakin kuatnya blok perdagangan, pudarnya paham marxisme, tergesernya Amerika serikat ( AS ) sebagai lokomotif ekonomi oleh Jepang, serta berakhirnya perang dingin antara AS dengan Negara-negara bekas Uni soviet. Gejala-gejalah ini menyebabkan semakin kompleksnya tantangan pemasaran internasional.
Pasar domestik tidak lagi kaya akan peluang. Berbagai perusahaan asing secara agresif memasuki negara lain dengan produk-produknya. Karena Amerika secara agresif pula mendorong perusahaan-perusahaan Amerika untuk berusaha keluar negeri.
Semangat promosi diekspor tidak terbatas pada AS aja, semua negara di Dunia berusaha mendorong perusahaan-perusahaan bisnisnya untuk terjun ke pasar internasional.
Menurut Philip kotler ( 1997:29 ) ada beberapa faktor yang dapat menarik suatu perusahaan ke arena internasional.
1. Perusahaan global yang menawarkan produk lebih baik atau harga lebih murah mungkin menyerang pasar domestic perusahaan itu, perusahaan itu mungkin menyerang balik pesaing ini di pasar asal mereka untuk merugikan sumberdaya mereka.
2. Perusahaan itu mungkin menemukan beberapa pasar asing memberikan peluang laba lebih tinggi dari pada pasar domestik.
3. Perusahaan itu mungkin membutuhkan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai skala sekonomis.
4. Perusahaan itu mungkin ingin mengurangi ketergantungan pada satu pasar untuk mengurangi resikonya
5. Pelanggan perusahaan itu mungkin pergi ke luar negeri dan membutuhkan pelayanan Internasional.
Sedangkan menurut Fandy Tciptono ( 2003:330 ) secara umum ada dua kelompok pertimbangan atau alasan yang mendasari suatu perusahaan untuk” go International “ yaitu alasan yang bersifat proaktif dan reaktif.
1. Alasan froaktif adalah sebagai berikut:
a. Untuk memperoleh manfaat-manfaat tertentu.
Dengan memindahkan pabrik ke luar negeri maka perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja murah, lebih dekat dengan sumber bahan baku, memperoleh tanah yang lebih murah, menghindari tarif, tor dari luar negeri serta dapat memperoleh keuntungan dari flukuasi valuta asing.
b. Perusahaan memiliki produk yang unik, yang sumber-sumbernya tidak ada di Negara lain.
c. Perusahaan ini memanfatkan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi
d. Adanya informasi eksklusif tetang pasar international secara lebih murah.
e. Berkomitmen memanajemen untuk tujuan ke arena international
f. Untuk memanfaatkan kemudahan regulasi ekspor yang diberikan pemerintah untuk mendorong ekspor.
g. Untuk memperoleh skala ekonomis dalam produksi
h. Untuk meningkatkan citra perusahaan
i. Untuk memperoleh peluang riset ( menguji produk pasar asing )
j. Untuk mengekspor teknologi ke Negara-negara terbelakang dalam rangka membuka pasar
k. Untuk meningkatkan pengaruh politik perusahaan
2. Sedangkan secara reaktif antara lain sebagai berikut:
a. Perusahaan menghadapi ancaman akan kehilangan pasar di kandang sendiri karena di serbu berbagai perusahaan asing dengan produk-produknya yang bermutu tinggi dan bernilai lebih
b. Perusahaan mengalami over produksi sehingga kelebihannya di pasarkan ke luar negeri
c. Untuk mengatasi penurunan penjualan akibat pengaruh perubahan variable demografi di dalam negeri misalnya pertumbuhan penduduk yang melambat.
d. Untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas
e. Untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar
f. Untuk menghindari resesi dalm negeri
g. Untuk mendekatkan perusahaan dengan konsumen demi kepentingan lalu lintas komunikasi yang cepat dan efektif dari konsumen ke produsen atau sebaliknya dan menurunkan biaya istribusi.

Untuk terjun kepasar asing, ada beberapa masalah yang perlu menjadi pertimbangan Philip kotler ( 1992:499 ) menjelaskan resiko / kendala terjun ke pasar asing.
a. Utang luar negeri yang besar
Sehinggah membayar bungannya saja mereka tidak mampu.
b. Pemerintahan tidak stabil
Utang yang besar, laju inflasi yang tinggi, serta angka penganguran yang tinggi di beberapa Negara telah mengakibatkan sangat tidak stabilnya pemerintahan.
c. Ketidak stabilan nilai tukar
Utang yang besar dan ketidak stabilan politik memaksa uang Negara yang bersangkutan di devaluasi, atau setidak-tidaknya nilainya menjadi tidak stabil.
d. Peraturan masuk oleh pemerintah asing
Saham mayoritas berada di tangan mitra usaha domestic, menunjukan warga Negara setempat untuk menduduki jabatan dalam manajemen, alih teknologi dalam hal rahasia dagang serta batasan repatriasi keuntungan.
e. Peraturan tarif dan hambatan-hambatan lainnya
Tarif tinggi yang tidak wajar. Terhadap barang-barang infor guna “ mensubsidi “ atau melindungi industry mereka sendiri.
f. Korupsi
Mereka sering kali memberikan bisnis kepada pemberi suap yang terbesar dan bukan kepada penawaran yang terbaik.
g. Pembajakan teknologi
Local mereka mempelajari cara membuat produk dan kemudian mamisahkan diri untuk bersaing secara terbuka ataupun sembunyi-sembunyi.
h. Biaya produksi yang tinggi dan adaptasi komunikasi
Beroperasi di Negara asing harus mempelajari tiap-tiap pasar asing secara cermat, peka terhadap situasi ekonomi, politik dan budaya disana, dan harus melakukan adaptasi dalam produk maupun komunikasi agar cocok dengan selera asing.
Setiap perusahaan yang melakukan pemasaran internasional akan menghadapi lingkungan ekonomi yang berbeda-beda disetiap negara yang dimasuki. Dewasa ini semakin banyak bermuculan pasar dari pesaing global yang bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para pemasar Internasional.
Menurut keegan ( 1995 ) ada lima perubahan mendasar yang terjadi dalam beberapa decade yang lalu.
1) Perpindahan modal ( capital moverments ) telah mengambil alih peranan perdagangan sebagai driving force perekonomian dunia.
2) Aspek produksi mulai dapat terlepas dari aspek ketenaga kerjaan, pada keyataan bahwa meskipun jumlah tenaga kerja dalam sector industry dan pertania cenderung konstan atau bahakan mengalami penurunan, tetapi jumlah produksi tetap meningkat.
3) Produksi primer memang tidak lagi mendominasi ekonomi industry adanya penurunan secara drastic dalam harga barang mentah tertentu misalnya minyak bumi tidak akan menyebabkan despresi ekonomi dunia.
4) Makro ekonomi sebagai pengendali ekonomi tidak lagi pada tingkat Negara, tetapi berkembang pada tingkat ekonomi dunia
5) Konteks selama 75 tahun anatar kapitalisme dam sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang nyata dari sistem kapiltalisme dibanddingkan dengan model komunis yang terkendali dan terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunis sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan ekonomi dan sebagai sebuah ideologi.

Menurut fandy Tciptono ( 2001:332 ) tahap-tahap perkembangan pasar dapat diklasipikasikan menjadi lima kategori.
1) Kasus keranjang ( Basket case ) yaitu sebuah negr dengan masalah ekonomi, social dan politik yang sanagt serius.
2) Negara berpenghasilan rendah atau Negara pra industry yaitu, Negara-negara yang memiliki GNP perkapita kurang dari US $400 pada tahun 1992 ( diantaranya, Banglades dan india )
3) Negara berpenghasilan menengah ke bawah atau negara berkemban Yaitu perkapita antara US $400 dan kurang dari US $2000 di tahun 1992 ( diantaranya Polandia, Cile, Fiji,Irak )
4) Negara yang berpenghasilan menengah atau Negara industry baru, yitu Negara-negara yang mempunyai GNP antara US $2001 dan US $12000 perkapita pada tahun 1992 ( diantaranya Hongaria,Iran,Arab Saudi )
5) Negara berpenghasilan tinggi atau Negara maju industry, pasca industry, yaitu Negara-negara yang memiliki GNP di atas US $12000 per kapita.( diantaranya adalahJepang,kanada,Singapura,Hongkong,Belgia,Jerman,Perancis,Italia,Inggris,Australia,Kuwait,Uni Emirat Arab ).
Sementara itu lingkungan mikro ekonomi merupakan lingkungan yang mempengaruhi kepentingan produksi dan atau pasar sebuah perusahaan. Pada dasarnya lingkungan mikro ekonomi menyangkut aspek persaingan yang bisa berasal dari tiga sumber utama, yaitu bisnis lokal, perusahaan lainnya dalam negara yang sama dan perusahaan luar negeri.
Setiap pesaing yang berbeda dapat berupaya memenuhi jenis permintaan yang berlainan, yaitu :
1) Existing demand, situasi dimana untuk memuaskan kebutuhan tertentu,
2) Latent demand, situasi dimana kebutuhan tertentu telah diketahui atau diidentifikasi, tetapi belum ada produk yang ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan tersebut,
3) Incipient demand, suatu kebutuhan yang diperkirakan akan muncul apabila konsumen menyadari pada suatu saat di masa datang.

Disamping aspek ekonomi internasional, aspek politik internasional juga memegang peranan penting dalam bisnis international. Factor penyebab utamanya adalah karena politik yang dianut suatu Negara tidaklah selalu seragam.

Umumnya pemerintahan stiap Negara berusaha menciptakan lingkungan politik yang kondusif didalam negeri agar bisnis domestic dapat berkembang.Upaya yang dilakukan antara lain mengurangi hambatan perdagangan untuk menarik minat investasi asing dan mendorong peningkatan kemampuan eksport. Melalui upaya ini diharapkan perekonomian suatu Negara dapat meningkat, yang ada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Negaranya. Keinginan seperti ini tidaklah hanya dimiliki oleh suatu Negara, tetapi hamper semua Negara meskipun kadar, bentuk kepentingan dan cara merelesasikannya berbeda. Kondisi ini menyebabkan lingkungan politik yang dihadapi oleh perusahaan global menjadi sangat kompleks karena melibatkan tiga jenis lingkungan politik yang berbeda.
a. Politik asing ( Foreign politics ), yaitu politik Negara tujuan ( Host Country )
b. Politik domestic ( Domestic politik ) yaitu politik yang ada di Negara asal ( Home Politik )
c. Politik International, Yaitu Interaksi antara keseluruhan factor-faktor lingkungan antara dua Negara atau lebih

Pada dasarnya setiap perusahan global dipengaruhi Factor politik dalam tiga aspek yaitu :
1. Pola kepemilikan dalam perusahaan induk atau perusahaan cabang
2. Arah dan sifat perkembangan perusahaan cabang
3. Arus produk; teknologi dan keterampilan manajerial dalam perusahaan-perusahaan yang bernaung dalam perusahaan global tertentu.

Permasalahan yang timbul dalam kaitannya dengan menjalankan bisnis di Negara asing umumnya bersumber pada dual hal berikut ini.
1. Kedaulatan politik, yaitu hasrat untuk memaksakan otoritasnya atas bisnis asing melalui berbagai macam sanksi yang bersifat regular dan evolusioner
2. Konflik politik yaitu konflik yang bersifat tidak menentu ( ireguler ) revolusioner dan atau discontinuos konflik politik dapat berupa huru hara, perang saudara, konspirasi.

Bagaimanapun juga resiko politik tidak mungkin dihapuskan sama sekali, akan tetapi resiko politik bisa diminilisasikan. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan yaitu:
1. Merangsang pertumbuhan ekonomi local
2. Memperkerjakan tenaga local
3. Membagi kepemilikan
4. Menerapkan political neutraly,
5. Lisensi
6. Melakukan lobbying
7. Mengantisipikasi resiko politik dengan cara
a. Asuransi resiko
b. Pengembangan system dan jaringan intelijen
c. Pengembangan rencana kontingesi dan
d. Membentuk database mengenai kejadian-kejadian politik masa lalu di setiap Negara yang dimasuki perusahaan.
8. Menghindari usaha yang berkaitan dengan produk yang sensitive secara politik seperti minyakbumi, gula, makanan, obat-obatan, semen, baja, besi, mesin kontruksi senjata, peralatan nuklir, bahan peledak.

KESIMPULAN

Globalisasi bias membuat suatu masyarakat atau Negara semakin maju, sejahtera atau bahakan semakin terpuruk .
Untuk terjun kepasar asing ada beberapa masalah yang perlu menjadi pertimbangan Philip khotler ( 1992:499 ) menjelaskan resiko / kendalah terjun kepasar asing.
a. Utang luar negeri yang besar
b. Pemerintahan tidak asing
c. Ketidak stabilan nilai tukar
d. Peraturan masuk oleh pemerintah asing
e. Peraturan tariff dan hambatan-hambatan lainnya
f. Korupsi
g. Pembajakan teknologi
Bagaimana juga resiko politik tidak mungkin dihapuskan sama sekali, akan tetapi resiko politik bias diminimaliskan, ada beberapa cara yang dapat diterapkan yaitu :
1. Merangsang pertumbuhan ekonomi lokal
2. Memperkerjakan tenaga local
Mengantisipasi resiko politik yaitu
a. Asuransi resiko
b. Pengembangan system dan jaringan intelejen
c. Pengembangan rencana konstigasi
d. Membentuk database mengenai kejadia-kejadian politik masa lalu disetiap Negara yang dimasuki perusahaan.

No comments: