Wednesday, April 29, 2009

TataSuya

BAB 13
TATA SURYA
A. ANGGOTA TATA SURYA
Tata Surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet serta benda langit lainnya yang mengorbit pada Matahari.
Bumi adalah salah satu dari planet-planet yang beredar mengelilingi Matahari. Selain planet-planet, terdapat pula benda-benda langit yang menyusun sistem tata surya.
Beberapa benda langit yang terdapat didalamnya :
- Asteroid - Satelit
- Meteor - Komet
Bidang Ekliptika adalah bumi berevolusi mengelilingi matahari pada suatu bidang orbit.
Bumi memerlukan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik untuk mengelilingi matahari, dengan poros bumi yang membentuk sudut 23,50 terhadap garis yang tegak lurus bidang ekliptika.

1. Planet
Planet adalah benda langit dalam tata surya yang mengelilingi matahari pada suatu lintasan (orbit).
Johannes Kepler (1571-1630) mengemukakan hukum yang dapat menerangkan peredaran planet-planet dalam tata surya, diantaranya :
a. Planet-planet beredar mengelilingi matahari menurut garis edar yang berbentuk elips dan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya. Titik terdekat ke matahari disebut Titik Perihelion. Titik terjauh ke matahari disebut Titik Aphelion.
b. Dalam selang waktu yang sama, garis hubung antara planet dan matahari melingkupi luas yang sama.

Perbandingan planet-planet dalam Tata Surya
No Planet Jaraknya dengan matahari (100 km) Diameter (km) Kala revolusi Kala rotasi Massa (xm bumi)
1
2
3
4
5
6
7
8 Merkerius
Venus
Bumi
Mars
Yupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus 57,9
108,0
149,6
228,0
778,0
1.429,0
2.875,0
4.504,0 4.877
12.104
12.756
6.794
142.984
120.534
51.118
49.528 0,24 tahun
0,62 tahun
1.00 tahun
1,88 tahun
11,86 tahun
29,42 tahun
83,72 tahun
3,72 tahun 58,7 hari
243,0 hari
23,9 hari
24,6 jam
9,8 jam
10,6 jam
24,0 jam
22,0 jam 0,055
0,810
1.000
0,110
3.800
95.000
14.600
17.300

2. Planet Kerdil
Planet kerdil adalah anggota tata surya yang secara bersama-sama menggunakan lintasannya untuk mengelilingi matahari.

3. Komet
Komet adalah benda langit yang menyerupai bintang dengan semburan ekornya. Lintasan komet berbentuk elips yang sangat lonjong.
Komet yang terkenal adalah komet Halley, yang melintas mendekati matahari setiap 76 tahun sekali. Komet Halley kali terakhir terlihat pada 1986. Komet yang paling pendek lintasannya adalah komet Enche. Komet ini mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

4. Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit yang kecil yang mengelilingi matahari. Asteroid terbentuk bersamaan dengan pembentukan planet-planet lain dan diduga berasal dari pecahan-pecahan planet yang hancur.

5. Satelit
Satelit merupakan anggota tata surya yang beredar mengelilingi planet. Satelit melakukan 3 macam gerak sekaligus yaitu :
1. Beredar mengelilingi planet induknya
2. Bergerak mengelilingi matahari bersama planet induknya, dan
3. Berotasi pada sumbunya
Tidak semua planet memiliki satelit. Jumlah satelit yang dimiliki planet berbeda-beda. Bulan merupakan satelit bumi.

6. Meteor
Pada malam hari, kadang-kadang tampak titik cahaya berkelebatan di langit. Orang sering menyebutnya bintang jatuh.
Meteor adalah cahaya yang memijar akibat meteorid yang masuk ke bumi terbakar. Meteorid banyak mengandung besi dan nikel.

B. MATAHARI SEBAGAI BINTANG
Matahari merupakan bintang yaitu benda langit yang senantiasa memancarkan cahayanya sendiri. Matahari merupakan salah satu dari 100 miliar lebih bintang dalam kelompok bintang Bima Sakti.


1. Unsur Penyusun Matahari
Unsur penyusun matahari terbanyak adalah hydrogen sekitar 80% kemudian Hellium sekitar 19% dan selebihnya terdiri atas oksigen, karbon, neon, besi, nitrogen, silikon, magnesium, sulfur, nikel, dan unsure mikro lainnya.

2. Sumber Energi Matahari
Sumber energi matahari adalah reaksi perubahan atom hydrogen (H) menjadi atom helium (He). Setiap reaksi penggabungan mengubah 630 juta ton hydrogen menjadi 625,4 juta ton helium setiap sekon.
Albert Einstein (1879-1955), ilmuan Jerman – Amerika, mengemukakan bahwa massa yang hilang (M) berubah menjadi Energi (E) dan sesuai dengan persamaan berikut : E = MC2.
Ket : M = massa yang hilang (kg)
C = cepat rambat cahaya = 3 x 108 m/s
E = energi (joule)

3. Lapisan-lapisan
Matahari terdiri atas beberapa lapisan yaitu :
a. Inti matahari
Proses perambatan dari inti matahari sampai ke permukaan matahari membutuhkan waktu jutaan tahun. Dari permukaan matahari inilah, energi matahari dipancarkan ke segala arah.
b. Fotosfer
Fotosfer terletak dibawah atmosfer matahari. Fotosfer berasal dari bahasa Yunani, Photos (cahaya) dan Sphere (bola), yang artinya bola yang memancarkan cahaya. Ketebalan fotosfer sekitar 320 km.
c. Kromosfer
Kromosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chromos (warna) dan Sphere (bola), yang artinya bola warna, terletak sekitar 12.00 km di atas permukaan matahari.
d. Korona
Korona merupakan lapisan terluar dari atmosfer matahari. Lubang korona (daerah gelap) yaitu suatu daerah dalam korona yang dingin dan tenang.

4. Aktifitas Matahari
a. Noda Hitam (Bintik Matahari)
Bintik matahari adalah wilayah matahari yang memiliki bentuk tidak teratur dan lebih gelap. Terlihat gelap karena daerah tersebut relatif lebih dingin daripada daerah sekitarnya.
b. Fakula dan Granula Fotosfer (Gumpalan Api)
Fakula adalah daerah-daerah cerah yang tidak teratur dipermukaan matahari. Granula fotosfer adalah sebuah jaringan sel halus yang tampak.
c. Lidah api (Prominensa)
Prominensa merupakan gas panas yang tersembur dengan dahsyat dari permukaan matahari, berwarna kemerahan dan memiliki bentuk yang berbeda-beda.

5. Aurora
Aurora adalah cahaya yang terjadi karena tumbukan partikel-partikel dari sabuk van Allen dan atmosfer.
- Aurora borealis adalah aurora yang tampak dibelahan bumi utara
- Aurora australis adalah aurora yang tampak dibelahan bumi selatan.

C. BUMI
Christoper Columbus (1451-1506) adalah orang yang menetapkan bahwa bumi itu bulat.
1. Gravitasi Bumi
Gaya tarik adalah interaksi massa benda dengan bumi yang mempunyai massa sangat besar. Menurut hasil perhitungan berdasarkan percobaan, massa bumi sebesar 6x1024 kg. sehingga setiap benda diatasnya dapat merasakan gaya tariknya.

2. Rotasi Bumi
Gerak rotasi adalah gerak bumi yang berputar pada porosnya dengan arah dari barat ke timur. Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Rotasi bumi berlangsung selam 23 jam, 56 menit, dan 4,09 sekon sekali putaran. Bumi berevolusi mengelilingi matahari, mengakibatkan terjadinya pergantian musim dibumi.
a. Pergantian siang dan malam
Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya pergantian belahan bumi yang terkena sinar matahari. Belahan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang dan belahan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam.
b. Perbedaan waktu
Daerah yang terletak antara 950 BT sampai 1410 BTdibagi menjadi 3 wilayah waktu :
1. WIB berada diantara garis bujur 950 dan 1050 BT
2. WITA berada diantara garis bujur 1050 BT dan 1200 BT
3. WIT berada diantara garis bujur 1200 dan 1350 BT
3. Revolusi Bumi
Revolusi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Adanya revolusi bumi menjadikan Indonesia mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Selama beredar mengelilingi matahari, ternyata sumbu (poros) bumi miring dengan arah yang sama yaitu 66½0 terhadap garis tengah pada bidang ekliptika.

D. BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI
Bulan tidak mempunyai atmosfer seperti bumi. Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus yaitu :
1. Gerak rotasi, yaitu gerak yang berputar pada porosnya
2. Gerak revolusi, yaitu gerak bulan yang mengelilingi bumi, dan
3. Gerak bulan bersama-sama mengelilingi matahari
Periode revolusi bulan mengelilingi bumi ternyata sama dengan periode rotasinya, artinya besar kecepatan bulan mengitari bumi sama dengan rotasi pada porosnya sehingga permukaan bulan yang menghadap kebumi selalu sama.
Periode sinodis ialah waktu yang diperlukan bulan untuk berevolusi (lebih dari satu putaran) dengan mengacu pada matahari.
1. Fase-Fase Bulan
Ketika bulan berada diantara bumi dan matahari, sisi bulan yang gelap menghadap bumi sehingga bulan tidak terlihat disebut fase dinamakan Bulan Baru. Sesudah bulan baru, bulan sabit yang menyerupai benang terlihat dilangit barat sesudah matahari terbenam.
Sabitnya menjadi tambah lebar hari demi hari, kemudian menjadi bulan separuh.

2. Gerhana
a. Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada diantara bumi dan matahari, posisi ketiga benda langit tersebut sejajar. Posisi bumi yang berada diantara bumi dan matahari menyebabkan sebagian cahaya matahari ke permukaan bumi tertutup bulan. Akibatnya, suasana terang pada siang hari menjadi gelap.
Ada 3 jenis gerhana matahari, yaitu :
1. Gerhana matahari sebagian
2. Gerhana matahari cincin
3. Gerhana matahari total


b. Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada diantara matahari dan bulan. Posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis. Gerhana bulan hanya dapat terjadi ketika bulan purnama.
Ada 2 jenis gerhana bulan, yaitu :
1. Gerhana bulan total
2. Gerhana bulan sebagian

3. Pasang Surut Air Laut
Permukaan air laut yang naik disebut pasang, sebaliknya jika permukaan air laut turun disebut surut. Jadi dapat kita artikan pasang surut air laut adalah kenaikan dan penurunan air laut karena posisi bulan terhadap bumi. Peristiwa pasang surut air laut ini terjadi secara bersamaan. Demikianlah, setiap hari berputar bumi menyebabkan air laut mengalami dua kali pasang dan dua kali surut.

E. SATELIT BUATAN
Satelit Buatan dirancang menyerupai satelit alam, seperti Bulan sehingga dapat beredar mengitari bumi. Satelit buatan diluncurkan dari permukaan bumi dengan menggunakan roket, kemudian dilepaskan pada orbitnya.
1. Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi berfungsi untuk membantu kelancaran komunikasi dari suatu tempat ke tempat lainnya di permukaan bumi. Satelit ini menghubungkan sinyal telepon, televise dan radio antar benua.
Satelit Telekomunikasi Internasional adalah badan internasional beranggotakan 10 negara yang bergabung mendanai jaringan satelit komunikasi dalam orbit geostasioner diatas samudera Atlantik, Pasifik, dan Hindia.
Satelit komunikasi lainnya adalah :
- Teistar
- Sinkron
- Satelit palapa

2. Satelit Cuaca
Satelit cuaca berfungsi untuk mengirimkan data-data yang berkaitan dengan cuaca, seperti keadaan awan, angin, suhu dan kelembaban udara.
Meteosfer, merupakan satelit milik Negara-negara Eropa yang terbang dalam orbit geostationer diatas Afrika Barat.
3. Satelit Penelitian
Satelit penelitian berfungsi untuk melakukan penelitian terhadap bumi, matahari, bintang, komet, dan benda angkasa lainnya. Satelit Landsat bertugas untuk mengirimkan gambar-gambar bumi dalam bentuk sinyal-sinyal elektronik yang kemudian diubah menjadi gambar visual.
Satelit yang bertugas meneliti matahari dan benda langit lainnya adalah :
- Pegasus
- Vanguard, dan
- Explorer

4. Satelit Palapa
Satelit palapa merupakan satelit pemancar ulang (relai) bagi stasiun Bumi yang selanjutnya memancarkan kembali sinyal ke Bumi diwilayah Indonesia. Kekuatan pancar sekitar 10 watt.

F. BUMI DAN ENERGI KALOR
Menurut penelitian radiasi kalor setiap meter persegi yang diterima bumi adalah 1.400 joule.
1. Lapisan Dalam Bumi
Bumi yang diciptakan Tuhan terdiri atas beberapa lapisan, yakni :
- Inti dalam, berupa padat
- Inti luar, berupa cairan
- Mantel
- Lapisan yang paling luar (kerak bumi), berfungsi sebagai pembungkus
a. Litosfer
Manusia hidup dan beraktivitas dilapisan kerak bumi. Kerak bumi di sebut juga litosfer (lithos : bantuan, sphere : lapisan).
Nama ini berarti bahwa lapisan kerak bumi merupakan bagian terkeras dari struktur penyusun bumi.
- Tenaga Endogen adalah tenaga yang diperoleh dari dalam bumi, misalnya : gempa bumi dan gunung berapi.
- Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, misalnya : pelapukan, pengangkutan, dan pengikisan (erosi)

• Pelapukan
a. Pelapukan mekanik
Pelapukan mekanik terjadi karena pengaruh air, angin dan aktivitas makhluk hidup, seperti hewan dan makhluk hidup.
b. Pelapukan kimiawi
c. Pelapukan organik
Pelapukan organik terjadi karena pengaruh zat organik atau organism, lumut kerak dapat mengakibatkan terjadinya pelapukan.
b. Energi Panas Bumi (Geothermal)
Geothermal merupakan bentuk energi kalor yang berasal dari bawah lempeng bumi (astenosfer) dan muncul keatas permukaan bumi secara konduksi.

2. Atmosfer
Atmosfer adalah selimut udara yang mengelilingi dan melindungi Bumi. Udara terdiri atas campuran debu dan uap air. Gas-gas yang terdapat dalam udara tidak berwarna dan tidak dapat dilihat.
Atmosfer terdiri atas 4 lapisan, yaitu sebagai berikut :
a. Troposfer
Sebagian besar cuaca terjadi pada lapisan ini, ketebalannya berubah-ubah dari sekitar 7 km dikutub hingga 28 km pada khatulistiwa. Suhu udara pada lapisan atmosfer terbawah ini berkurang 6,40C setiap naik 1.000 m. Peristiwa-peristiwa cuaca terjadi pada lapisan ini.

b. Stratosfer
Pada lapisan ini terdapat lapisan ozon, suhu pada lapisan ini naik secara perlahan 00c pada ketinggian 50 km.
Hujan asam adalah hujan yang membahayakan, hujan ini dapat merusak bangunan, berbagai peralatan logam, dan memusnahkan pepohonan serta mematikan ikan-ikan dan biota perairan lainnya.
Penyebab polusi udara umumnya berasal dari sisa pembakaran bahan bakar, seperti pembakaran batu bara dipabrik, pembakaran bahan bakar minyak (BBM) dari kendaraan bermotor, dll.

c. Lonosfer
Lapisan ini menjangkau hingga ketinggian 1.000 km. Pada lapisan ini, memungkinkan transmisi gelombang ke seluruh permukaan bumi yang lengkung karena gas terionisasi bertindak sebagai pemantul untuk gelombang pada panjang gelombang tertentu.

d. Eksosfer
Lapisan ini merupakan lapisan terluar dan menyatu dengan radiasi matahari, lapisan ini sangat tipis dan tersusun oleh gas Hidrogen.


DAFTAR PUSTAKA

• Arisworo, Djoko & Yusa. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam. Kelas IX. Jakarta : Grafindo.
• Ananta, P & Mia. S. 1989. Ilmu Pengetahuan Alam. Kelas 6. Jakarta : PT. Intan Pariwara.
• Sulaeman. M. 2004. Ilmu Pengetahuan Alam. Kelas 6. Jakarta Pusat : PT. Setia Purna INVES.

No comments: