Saturday, April 11, 2009

WUDHU

B. WUDHU
1. Pengertian Wudhu’
Wudhu menurut bahasa berarti bersih atau indah. Sedangkan menurut Syara’ adalah membersihkan anggota wudhu’ dengan air yang suci menyucikan berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Perintah wudhu’ bersamaan dengan perintah shalat fardhu, yaitu satu tahun setengah sebelum tahun Hijrah.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah : 6, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku-siku dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim , Abu daud dan At-turmudzi dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Allah tidak menerima shalat salah seseorang di antara kamu, jika ia berhadats, sampai ia berwudhu’ lebih dahulu”.

2. Syarat Wudhu’
Syarat-syarat wudhu adalah :
a. Islam
b. Mumayyiz
c. Menggunakan air yang suci menyucikan (air mutlak)
Air mutlak diharuskan untuk berwudhu.
d. Tidak yang menghalangi sampainya air wudhu’ pada anggota wudhu misalnya cat, getah, minyak dan lain sebagainya.
e. Tidak dalam keadaan berhadats besar misalnya haid dan nifas
f. Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunnat





3. Rukun Wudhu’
Rukun-rukun wudhu’ adalah :
a. Niat
Niat menurut bahasa berarti menyengaja. Sedangkan menurut syara’ adalah menyengaja sesuatu berbarengan dengan melakukannya karena tunduk kepada Allah SWT.

b. Membasuh muka
c. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
d. Mengusap sebagian rambut kepala
e. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
Mata kaki adalah tulang yang menonjol dari kiri kanan sendi yang mempertemukan antara betis dan telapak kaki.
f. Tertib
Tertib adalah berurutan sesuai dengan aturan yang disebutkan dalam firman Allah SWT Surat Al-Maidah : 6, yaitu mulai dari membasuh muka, membasuh kaki sampai mata kaki (mendahulukan mana yang harus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan)

4. Sunnat Wudhu’
Sunnat-sunnat wudhu’ adalah :
a. Membaca basmallah
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Berwudhu lah kamu dengan membaca nama Allah”.
b. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan sebanyak tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam bejana.
c. Bersiwak (mengosok gigi)
d. Berkumur-kumur
e. Membersihkan lubang hidup dengan air
f. Mengusap seluruh kepala
g. Membasuh sela-sela jenggot yang tebal
h. Menyela-nyelai diantara jari-jari tangan dan kaki dengan air.
Didalam hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Apabila engkau berwudhu’ hendaklah engkau sela-selai anak jari tanganmu dan anak jari kakimu”.
i. Membasuh kedua telinga luar dan dalam
j. Membasuh seluruh anggota wudhu masing-masing tiga kali
k. Mendahulukan anggota yang kanan daripada kiri
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Apabila kamu berwudhu, maka mulailah dengan anggota kanamu”.
l. Berturut-turut
m. Tidak boleh berbicara, kecuali sangat terpaksa
n. Menggosok
Maksudnya adalah ketika membasuh anggota wudhu dengan air hendaklah tangan dilewatkan untuk menggosok bagian anggota wudhu.
o. Menggunakan air secukupnya
p. Menghadap kea rah Kiblat
q. Tidak meminta bantuan kepada orang lain, kecuali terpaksa misalnya sakit
r. Tidak diseka, kecuali terpaksa misalnya karena udara yang sangat dingin
s. Menjaga supaya percikan air wudhu itu tidak kembali ke badan
t. Melebihkan/memperluas badan yang dibasuh dari batas yang diwajibkan misalnya membasuh tangan sampai keatas siku.
u. Berhati-hati ketika membasuh, agar jangan sampai anggota tidak sampai tertinggal atau kering.
v. Memperpanjang ghurrah dan tahjil
Ghurrah adalah membasuh sebagian dari kepala bagian depan, sedangkan tahjil adalah membasuh sebelah atas siku, ketika membasuh kedua tangan, dan sebelas atas maka kaki ketika membasuh kaki.

w. Membaca dua kalimat syahadat dan berdo’a setelah selesai wudhu.

5. Hal-hal yang membatalkan wudhu’
Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu seseorang adalah :
a. Keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur
b. Hilang akal
c. Tidur nyenyak yang tidak menetap
d. Bersentuhan, antara kulit laki-laki dan perempuan yang dewasa dan bukan muhrim, baik muhrim turunan, pertalian, persusuan maupun muhrim perkawinan tanpa kain penutup atau penghalang.
e. Menyentuh kemaluan

6. Hal-hal yang Dimakruhkan Dalam Berwudhu
a. memukul air pada wajah
b. menambah atau mengurangi dari tiga kali basuhan atau usapan dengan yakin
c. bersengketa dalam berkumur dan menghirup air ke dalam hidung bagi orang yang berpuasa
d. menyeka air bekas wudhu dengan kain
e. minta bantuan orang dalam membasuh anggota wudhu tanpa udzur
f. menggunakan air berlebihan atau terlalu hemat

C. TAYAMMUM
1. Pengertian Tayammum
Tayammum menurut bahasa berarti menuju. Sedangkan menurut syara’ adalah mengusapkan (meratakan) tanah atau debu yang suci ke muka dan kedua tangan sampai siku sebagai pengganti wudhu dan mandi dengan syarat dan rukun tertentu.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah : 6, yang artinya : “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang iar atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”.
Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda : “Dan bumi seluruhnya dijadikan masjid bagi kita sebagai sesuatu untuk bersuci apabila kita tidak mendapatkan air”.

2. Syarat Tayammum
Syarat-syarat Tayammum adalah :
a. Telah masuk waktu shalat
b. Telah berusaha mencari air tapi tidak mendapatkannya
c. Menggunakan tanah atau debu yang suci
d. Ada halangan (udzur)
e. Menghilangkan najis terlebih dahulu
f. Berusaha mengetahui arah Kiblat sebelum bertayammum

3. Rukun Tayammum
Rukun-rukun tayammum adalah :
a. Niat
Niat tayammum adalah wajib.
b. Mengusapkan kedua telapak tangan yang berdebu pada muka seluas yang diwajibkan ketika wudhu dengan dua kali usapan.
c. Mengusap kedua tangan sampai siku
d. tertib
4. Sunnat Tayammum
Sunat-sunat tayammum adalah :
a. membaca Basmallah
b. mengibaskan kedua telapak tangan atau meniupnya, supaya debu di atas tangan menjadi tipis.
c. Mendahulukan anggota kanan daripada yang kiri
d. Menebarkan jari-jari ketika menepukkannya pada tanah, agar dapat meratakan debu dan mengusapkannya secara merata pada wajah dan kedua tangan.
e. Berturut-turut (tidak diselingi apapun)
f. Membaca dua kalimat syahadat dan berdo’a ketika selesai tayammum

5. Sebab-sebab Tayammum
Sebab-sebab Tayammum adalah :
a. Tidak ada air
b. Jauh dari air
c. Ada udzur
Misalnya sedang sakit parah dan apabila terkena air akan mengakibatkan penyakit bertambah parah semakin lama sembuhnya.
d. Udara yang sangat dingin sehingga orang takut menggunakan air karena tidak mampu untuk menghangatkan tubuhnya.

6. Hal-hal yang Membatalkan Tayammum
Hal-hal yang membatalkan Tayammum adalah :
a. Segala yang membatalkan wudhu’ juga membatalkan tayammum
b. Memperoleh air sebelum shalat
c. Telah mampu menggunakan air, misalnya orang yang sakit lalu sembuh
d. Murtad, yaitu orang yang keluar dari agama Islam.

No comments: