Friday, June 4, 2010

Kewirausahaan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia-Nya kami bisa menyusun makalah Tugas Kewirausahaan.
Dan kami ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung kami dalam penyusunan makalah ini dengan judul pengembangan lingkungan usaha dan ucapan terima kasih tersebut kami ucapkan kepada para guru terutama guru pembimbing kami yaitu ................ dan teman-teman kami di kelas ............
Kami berharap semua pihak dapat mendukung kami yaitu dengan memberikan kritikannya serta sarannya karena kami menyadari masih banyak sekali kekurangan dalam pembuatan makalah ini.


Sekayu, 2010


Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
PENGAMATAN LINGKUNGAN USAHA 1
A. MENGINDENTIFIKASI BERBAGAI USAHA 1
1. Permasalahan usaha 1
2. Mengidentifikasi keberhasilan usaha 6

B. MENGIDENTIFIKASI PERKEMBANGAN USAHA 9
1. Memulai suatu usaha 9

DAFTAR RUJUKAN


DAFTAR RUJUKAN

Tedjasutisna, Athing. 2004. Kewirausahaan. Bandung. Armico.

PENGAMATAN LINGKUNGAN USAHA

A. MENGIDENTIFIKASI BERBAGAI USAHA
1. Permasalahan Usaha
Pengusaha akan mengatakan alasan bahwa tidak berkembangnya usaha atau bisnis adalah sebagai berikut :
a. Kurangnya modal usaha atau bisnis
b. Kurangnya bimbingan dari pemerintah
c. Usaha atau bisnis adalah dominasi orang Tionghoa
d. Usaha atau bisnis adalah dominasi orang yang bermodal kuat
e. Usaha atau bisnis dominasi modal orang asing

Padahal dari hasil pengamatan dan penelitian, alasan utama kelemahan dan kegagalan dalam bidang usaha atau bisnis adalah :
a. Latar belakang usaha atau bisnis yang kurang memadai;
b. Kurangnya pengalaman dalam usaha atau bisnis;
c. Struktur ekonomi yang belum cocok dengan kondisi ekonomi dunia modern;
d. Hambatan nilai-nilai usaha atau bisnis di dalam masyarakat;
e. Latar belakang pendidikan para pengusaha yang kurang memadai.

Sering kita jumpai kegagalan usaha wirausahawan adalah dalam bidang keorganisasian, keuangan, administrasi, pembukuan, dan pemasaran.
Kelemahan dalam keorganisasian pada umumnya berupa tidak jelasnya struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang, status karyawan, dan sebagainya. Di bidang keuangan, biasanya lemah pada pembuatan anggaran dan pembukuan. Adapun kelemahan di bidang pemasaran adalah ketidakserasian antara program produksi dan penjualan. Begitu pula kelemahan lain, perusahaan sering terjebak dalam perluasan usaha secara emosional, tanpa didukung data dan fakta yang aktual.
Tujuan dan kemajuan di dalam berwirausaha hanya mungkin dapat dicapai melalui :
a. Keyakinan dan keimanan yang kuat;
b. Perjuangan dan pengorbanan dalam berusaha;
c. Kemauan dan keuletan dalam usaha;
d. Berpikir positif terhadap usaha

Faktor kelemahan dan kegagalan yang diidentifikasikan, yaitu sebagai berikut :
a. Terlambat mengadakan penyesuaian dengan kondisi dan situasi bisnis yang sedang berlaku.
b. Terlambat mengadakan pembaharuan di bidang produksi, teknik kerja, pengelolaan usaha, dan pemasaran.
c. Perkembangan usaha yang terlalu mendadak, tanpa diikuti peningkatan sikap dan kemampuan mengelola usaha.
d. Lupa daratan, mabuk kepayang, ikut terjun dalam kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan usaha atau bisnis.
e. Makin menuanya umur pemilik perusahaan dan kepemimpinannya juga turut menua.
f. Sikap para pemilik perusahaan sangat tertutup dan tidak mau menerima adanya pembaharuan-pembaharuan.
g. Tidak melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga waktu perkembangan datang, para pengusaha kalang kabut.

Faktor-faktor penghambat di dalam usaha atau bisnis itu dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
b. Kurangnya pengalaman di dalam usaha
c. Tidak cocok di dalam memilih jenis usaha
d. Keuangan atau permodalan usaha sangat kurang
e. Tidak adanya interes pada bidang usaha yang sedang digeluti
f. Tidak mempunyai keahlian di dalam bidang usaha
g. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri
h. Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
i. Tidak ada dukungan dari pemerintah setempat

Dalam bidang perekonomian di Indonesia pada periode tahun 1945, kegiatan usaha atau bisnis masih kurang berkembang dan menguntungkan, karena :
a. Kurangnya komunikasi dan informasi di bidang usaha atau bisnis;
b. Luar pasar yang sangat terbatas;
c. Masih adanya monopoli kekuasaan di perusahaan-perusahaan Belanda yang ada di Indonesia.
d. Masih adanya kedudukan istimewa keturunan Cina di dalam usaha atau bisnis.

Tumbuhnya dunia usaha atau bisnis yang dijalankan para wirausaha Indonesia melalui cara-cara sebagai berikut :
a. Memberi kemudahan-kemudahan di dalam mendirikan perusahaan.
b. Memberi kemudahan-kemudahan di dalam mendapatkan kredit.
c. Memberi pengeluaran lisensi secara istimewa
d. Membuka atase ekonomi perdagangan di pusat-pusat perdagangan dunia.
e. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional
f. Pendirian dan pembukuan sekolah-sekolah kejuruan dan kursus-kursus usaha atau bisnis.

Akan tetapi, ternyata tidak semua bidang usaha atau bisnis berhasil. Dalam hal ini, permasalahannya disebabkan :
a. Adanya situasi dan kondisi politik ekonomi, keamanan yang tidak menguntungkan
b. Masih kurangnya pengalaman pemerintah dan masyarakat di bidang usaha atau bisnis;
c. Masih kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat dalam bidang usaha atau bisnis.

Hambatan di dalam sistem sosial masyarakat, seperti :
a. Adanya anggapan yang rendah dari masyarakat terhadap dunia usaha atau bisnis;
b. Adanya nepotisme dan feodalisme di dalam bidang usaha atau bisnis;
c. Adanya sikap kompormistis dan kurang ambisius di dalam mengelola bidang usaha atau bisnis.
d. Adanya wirausaha yang tidak berani mengambil resiko di dalam bidang usaha atau bisnis.
Sebagai sikap dasar keberhasilan wirausaha tergantung pada kesediaan untuk bertanggung jawab atas usahanya.
Bidang usaha apapun jenis dan bentuknya, merupakan salah satu sendi kehidupan ekonomi Negara Indonesia, karena :
a. Dunia usaha ikut serta menyediakan lapangan kerja;
b. Dunia usaha merupakan ujung tombak industry nasional;
c. Dunia usaha ikut serta membayar pajak kepada pemerintah;
d. Dunia usaha memproduksi banyak sektor kebutuhan pokok rakyat;
e. Dunia usaha menjadi pedagang perantara

Tujuan dunia usaha atau bisnis adalah ingin mencapai hasil atau keuntungan yang memuaskan bagi pemiliknya, para konsumen, para karyawan, masyarakat, dan pemerintah. Untuk mencapai tujuan tersebut, para wirausaha diharapkan mampu :
a. Merumuskan tujuan usaha, sasaran usaha, dan perencanaan usaha;
b. Merencanakan biaya atau modal usaha;
c. Membuat dan mempraktikkan rencana usaha;
d. Merencanakan laba atau keuntungan usaha

Permasalahan selanjutnya menurut Alex S. Nitisemito dalam bukunya “Sebab-sebab Kegagalan Perusahaan (Ghalia Indonesia 1980), menyebutkan, sebab-sebab kegagalan dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
a. Kurang ulet dan leka putus asa
b. Kurang tekun dan kurang teliti
c. Kurang inisiatif dan kurang kreatif
d. Tidak jujur dan tidak tepat janji
e. Kekeliruan di dalam memilih lapangan usaha
f. Memulai usaha langsung secara besar-besaran
g. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinjaman
h. Mengambil kredit tanpa pertimbangan masak-masak
i. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen atau pembeli
j. Pelayanan yang kurang baik
k. Banyaknya piutang ragu-ragu
l. Banyaknya pemborosan dan penyelewangan
m. Kekeliruan menghitung harga pokok
n. Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial
o. Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan
p. Kemacetan keuangan yang sering terjadi
q. Kurangnya pengawasan atau kurang pengendalian

Sebenarnya para wirausaha tidak perlu harus mengalami kegagalan di dalam usahanya, kalau saja dari semula atau di tengah perjalanan, usahanya dapat menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Analisis SWOT).
Menurut pengamatan Karakaya dan Kobu (1994), mengidentifikasikan tiga kelompok permasalahan penyebab kegagalan usaha atau bisnis yaitu sebagai berikut :
a. Kelompok pertama berkaitan dengan produk dan pasar antara lain :
1) Timing peluncuran (launching) produk yang kurang tepat;
2) Desain produk yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen;
3) Strategi distribusi produk yang tidak cepat;
4) Tidak mampu mendefinisikan usaha yang sedang dijalankannya
b. Kelompok kedua berkaitan dengan masalah finansial, meliputi :
1) Terlalu rendah dalam memperhitungkan kebutuhan dana;
2) Terlalu dini berutang dalam jumlah besar
c. Kelompok ketiga berkaitan dengan masalah manajemen, yaitu :
1) Terlalu bersikap nepotisme;
2) Sumber daya manusia yang lemah;
3) Tidak menggunakan konsep tim
Menurut pendapat Peter Drucker, ada empat jebakan permasalahan yang dihadapi oleh wira¬usaha dan kewirausahaan pada perusahaan, yaitu:
a. Bersikeras bahwa dialah yang lebih mengetahui disbanding pasar;
b. Terlalu yakin bahwa profit adalah segalanya;
c. Tumbuh melebihi kapabelitas manajemen;
d. Mementingkan dirinya sebelum bisnis

2. Mengidentifikasi Keberhasilan Usaha
Untuk menggali usaha atau bisnis, seorang wirausahawan harus berpikir secara positif dan kreatif, di antaranya :
a. Harus percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnisnya bisa dilaksanakan;
b. Harus menerima gagasan-gagasan baru didalam dunia usaha atau bisnis;
c. Harus bertanya kepada diri sendiri;
d. Harus mendengarkan saran-saran orang lain;
e. Harus bersemangat dan bergaul

Usaha atau-bisnis yang memberi peluang untuk maju dan menguntungkan adalah usaha atau bisnis yang mampu meraih keuntungan dengan cara menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Peluang dan kesempatan yang ada dalam usaha atau bisnis, banyak sekali dan akan memberikan suatu keuntungan. Adapun yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan, diantaranya:
a. pola berpikir yang mengarah pada sikap dan kemauan untuk sukses;
b. kepribadian yang kuat untuk sukses;
c. kecakapan dalam mengelola usaha untuk sukses;
d. menerapkan manajemen usaha yang baik;
e. berani memikul segala resiko dalam usaha atau bisnis;
Secara lebih terperinci, keberhasilan usaha atau bisnis yang dikelola seorang wirausahawan, dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a. Keyakinan dalam berusaha
b. Sikap mental yang positif dalam berusaha
c. Keyakinan penuh terhadap diri sendiri
d. Tingkah laku yang bertanggung j awab
e. Kreativitas dan inovatif
f. Sasaran besar yang menantang dalam berusaha
g. Keunggulan dalam berusaha
h. Pengembangan diri
i. Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien
j. Kemampuan berusaha
Keberhasilan dalam bidang usaha adalah suatu pernyataan adanya persesuaian antara rencana dengan pelaksanaannya dan hasil yang dapat dicapai. Letak keberhasilan seorang wirausahawan dalam usaha atau bisnis antara lain ditentukan oleh:
a. kemampuan merumuskan tujuan usaha;
b. pemahaman tentang hakikat dan makna berusaha atau berbisnis.
• Orang yang berputus asa di dalam ber¬bisnis adalah orang yang berkepribadian rendah. Mereka ini adalah orang-orang yang akan selalu mengalami kegagalan.
• Rasa percaya pada diri sendiri merupakan dasar dari keberanian yang harus dijiwai oleh keyakinan untuk maju di dalam bisnis.
Di bawah ini diuraikan cara mentidentifikasi berbagai situasi dan perkembangan usaha atau bisnis yang berkaitan dengan keberhasilan para wirausaha.
a. Mengidentifikasi profil wirausahawan yang berhasil di dalam usaha.
No Karakteristik Profil Ciri wirausahawan sukses yang menonjol
1 Percaya diri Mengandalkan tingkat percaya dirinya yang tinggi dalam mencapai sukses.
2 Pemecahan masalah Cepat mengenali dan memecahkan masalah yang dapat menghalangi kemampuannya mencapai tujuan sukses.
3 Berprestasi tinggi Bekerja keras dan bekerja sama dengan para ahli untuk memperoleh prestasi.
4 Pengambil risiko Tidak takut mengambil resiko, tetapi akan menghindari risiko tinggi bilamana dimungkinkan
5 Ikatan emosi Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang menganggu
6 Pencari status Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang mengganggu misi usahanya.
7 Tingkat energi tinggi Berdedikasi tinggi dan bersedia bekerja dengan jam kerja yang panjang untuk membangun usahanya.

b. Mengindetifikasi wirausahawan yang berhasil di dalam usaha
No Karakteristik Sukses Ciri wirausahawan sukses yang menonjol
1 Pengendalian pribadi Mengenali arti penting pribadinya bagi kegiatan usaha.
2 Pemikiran kreatif Akan selalu mencari suatu cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu di dalam bisnis.
3 Pengendalian diri Ingin dapat mengendalikan semua yang mereka lakukan.
4 Mengusahakan diselesai-kannya urusan Menyukai aktivitas yang menunjukkan kemajuan-kemajuan yang berorientasi pada tujuan.
5 Pemilik obyektif Tidak takut untuk mengakui jika keliru.
6 Pemecahan masalah Akan selalu melihat ke pilihan-pilihan untuk memecahkan setiap masalah.
7 Mengarahkan diri sendiri Memotivasi diri sendiri dengan suatu hasrat yang tinggi untuk berhasil di dalam usaha.
8 Mengelola usaha dengan sasaran Cepat memahami tugas rinci yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran usaha.

Secara singkat, keberhasilan usaha atau bisnis seorang wirausahawan di dalam mengelola usahanya dapat diidentifikasi terletak pada :
1) Sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya yang nyata;
2) Keberanian untuk berinisiatif;
3) Kecakapan atau keahlian;
4) Kreatifitas dan percaya diri;
5) Pengalaman dan pendidikan
B. MENGIDENTIFIKASI PERKEMBANGAN USAHA
1. Memulai suatu usaha
Untuk menjadi pengusaha yang baik dan berhasil, harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya sebagai berikut:
a. Memiliki pendidikan formal dan berdaya kreasi.
b. Mempunyai semangat etos kerja yang tinggi, berani, dan bertanggung jawab
c. Terampil dan berpikir ulet
d. Berwatak atau berkepribadian dengan kemam¬puan tinggi
e. Mampu mengorganisasi diri sendiri, bawahan, dan teman sekerja
f. Mampu bergaul atau luwes dalam pergaulan
g. Mengutamakan keberhasilan yang meng¬untungkan dalam usaha
h. Tidak konsumtif, tidak boros, dan dapat berhemat
i. Mempunyai pengalaman dalam berbisnis.

Perkembangan dan kemajuan usaha suatu bangsa akan menimbulkan :
a. persaingan yang bersifat negatif dan positif;
b. mempertahankan pasaran yang sudah ada dan mencari daerah pemasaran baru;
c. berkembangnya usaha-usaha baru dan bangkrutnya usaha-usaha lama.

Faktor penghambat dan pendorong pertumbuhan dalam usaha ada tiga kategori.
1. Adanya kehidupan perekonomian yang baik, seperti adanya kebijakan pemerintah, praktik usaha, struktur pasar, pemasaran, konsumen, dan lain sebagainya.
2. Adanya ukuran sosiokultur yang berlaku di masyarakat yaitu adanya ukuran baik dan buruk.
3. Adanya dunia pendidikan kejuruan, kursus¬kursus, atau bisnis.

Adapun yang menjadi dorongan masyarakat untuk memulai berwirausaha adalah sebagai berikut :
a. Adanya kemampuan untuk mensejahterakan keluarga.
b. Adanya keinginan untuk mencapai tingkat pendapatan yang lebih baik.
c. Adanya kebutuhan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.
Pada era globalisasi, sudah tiba waktunya bagi pemerintah, pihak perencana ekonomi nasional, pihak intelektual untuk membantu dan menyela¬matkan, serta mengembangkan dunia usaha atau bisnis. Memulai suatu usaha atau bisnis, sebenar-Jaya gampang-gampang susah. Berusaha atau berbisnis, jika berhasil akan. memberikan suatu keuntungan yang berlipat ganda daripada bekerja pada orang lain, namun risikonya juga sepadan dengan hasilnya.

Adapun alasan yang menyebabkan seorang wirausaha memulai usaha atau bisnisnya sendiri, antara lain:
a. keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan;
b. keinginan untuk meningkatkan ekstensi diri;
c. keinginan untuk mendapatkan kebebasan
Beberapa pertimbangan yang perlu dipikir dan diserapi oleh para pewirausaha, adalah sebagai berikut :
a. Bidang usaha yang pada masa lampau menga¬lami keberhasilan, belum tentu berhasil pada masa sekarang.
b. Keeakapan usaha yang dipunyai dan dikem¬bangkan, belum tentu berguna bagi masyarakat sekitarnya.
c. Bidang usaha yang berhasil, yang ditangani oleh orang lain, belum tentu berhasil apabila kita tangani sendiri.
d. Bidang usaha yang dapat berkembang di suatu tempat atau daerah, belum tentu dapat ber¬kembang di tempat atau daerah lain.

Faktor pengalaman, kemampuan, keeakapan, keterampilan, waktu, dan tempat usaha sangat menentukan kemungkinan keberhasilan suatu usaha atau bisnis. Dengan demikian, pemilihan bidang usaha atau bisnis, memerlukan pertimba¬ngan yang masak serta analisis situasi ekonomi secara cermat, agar para wirausahawan dapat memperoleh sukses di dalam usahanya.
Analisis terhadap situasi dan kondisi ekonomi, hendaknya memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Keuntungan dalam usaha atau bisnis
b. Modal keuangan dalam usaha atau bisnis
c. Menejemen usaha atau bisnis
d. Kemampuan dalam pengelolaan usaha
e. Pengalaman dalam bidang usaha atau bisnis
f. Permintaan konsumen terhadap produk
g. Risiko usaha atau bisnis
h. Tenaga keij a atau sumber Jaya manusia
i. Bahan baku atau bahan mentah
j. Persaingan dalam usaha atau bisnis
k. Pemasaran hasil. Produksi
l. Peralatan dan fasilitas produksi
m. Produk usaha atau bisnis pada mass depan
n. Peraturan pemerintah yang berlaku
Perkembangan usaha atau bisnis di kalangan masyarakat pada umumnya bergerak dalam lapangan usaha berikut ini :
a. Industri dan kerajinan, yang meliputi :
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajin
b. Pertambangan dan energi
c. Pemberian jasa, yang meliputi :
1) Perbankan
2) Asuransi
3) Transportasi
4) Perhotelan
5) Restoran
6) Pariwisata
7) Koperasi

d. Perdagangan yang meliputi :
1) Perdagangan besar
2) Perdagangan menengah
3) Perdagangan kecil
e. Agrarian
1) Pertanian
2) Perkebunan
3) Kehutanan
4) Perikanan
5) Peternakan
Pada prinsipnya memilih bidang usaha dapat dikelompokkan, sebagai berikut:
a. Bidang usaha perdagangan atau distribusi
Bidang usaha ini merupakan usaha yang bergerak dalam kegiatan memindahkan barang dari produsen ke konsumen atau pembeli. Bidang usaha ini, diantaranya bergerak dalam bidang pertokoan, rumah makan, peragenan, penyalur, pedagang perantara, tengkulak, dan lain sebagainya.

b. Bidang usaha produksi atau industri
Bidang usaha ini merupakan usaha yang bergerak dalam kegiatan proses pengubahan suatu bahan atau barang, menjadi barang lain yang berbeda bentuknya atau sifatnya dan mempunyai nilai tambah. Kegiatan bidang usaha ini, dapat berupa produksi atau industri pangan, pakaian, peralatan rumah tangga, kerajinan, bahan bangu¬nan, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan lain sebagainya.

c. Bidang usaha jasa
Bidang usaha ini merupakan usaha yang bergerak dalam kegiatan pelayanan atau tidak atau menjual jasa. Contoh usaha ini terdiri atas beberapa usaha asuransi, perbankan, konsultan, biro perjalanan, pariwisata, bengkel, salon kecantikan, pengiriman barang, praktik dokter, dan lain sebagainya.

Adapun faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan bidang usaha adalah sebagai berikut:
a. Faktor keuangan usaha
b. Faktor penguasaan teknis usaha
c. Faktor pemasaran produk
d. Faktor bahan baku
e. Faktor tenaga kerja
f. Faktor risiko usaha
g. Faktor persaingan usaha
h. Faktor modal usaha
i. Faktor fasilitas kemudahan usaha
j. Faktor manajemen usaha

Adapun langkah-langkah yang dilalui untuk memilih bidang usaha adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui bidang usaha yang ada berikut kebaikan dan kelemahannya, serta mengetahui syarat-syarat pendiriannya.
b. Menyeleksi dengan seksama bidang usaha yang cocok. Untuk itu dapat dibuat daftar pemilihan bidang usaha dengan menggunakan faktor¬faktor tertentu.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh seorang wirausaha di dalam memilih bidang usaha, yaitu:
a. masalah modal usaha;
b. masalah risiko usaha;
c. masalah konsekuensi usaha;
d. masalah teknis usaha.

Bagi seorang wirausaha yang memilih bidang usaha dari semula harus sadar dan mampu menganalisis situasi diri dan situasi lingkungan usaha secara cermat, teliti, dan tepat. Di sini seorang wirausaha harus memperhatikan ling¬kungan usaha, yaitu:
a. peluang usaha;
b. seluk beluk bidang usaha;
c. peraturan bidang usaha;
d. luasnya pasar yang akan dilayani;
e. para pesaing dalam bidang usaha;
f. menentukan lokasi usaha;
g. teknik pembuatan barang;
h. pensuplai barang yang potensial;
i. peralatan yang dibutuhkan;
j. penambahan modal usaha;
k. cara mendapatkan tenaga kerja.

No comments: