Sunday, July 10, 2011

Analisis Anggaran dan Realisasi Penjualan (Sampel Laporan Akhir bag 1)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam situasi ekonomi dewasa ini, keadaan perekonomian Indonesia sedang mengalami perubahan kearah yang lebih baik, maka peran pengusaha menjadi penting dalam rangka mendongkrak kembali perekonomian, pengusaha dituntut untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya agar tujutan dapat tercapai dan terkendali. Dengan tercapainya tujuan maka perusahaan berperan aktif dalam rangka mencapai stabilitas ekonomi.
Perusahaan adalah organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan dalam menjaga dan mengembangkan kelangsungan usahanya serta mendapat laba yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan sebuah anggaran oleh perusahaan.
Budgeting atau penganggaran merupakan salah satu bentuk perencanaan aktivitas perusahaan di masa yang akan datang dengan tujuan kesinambungan perusahaan serta hasil usaha yang diharapkan yaitu berupa laba. Penganggaran ini mencakup seluruh bidang dalam perusahaan seperti bidang penjualan, pengadaan produksi, keuangan dan pemasaran.
Dalam upaya pencapaian laba bagi suatu perusahaan, salah satu aktifitas yang memegang peranan penting adalah penjualan, karena dengan adanya transaksi penjualan, perusahaan akan memperoleh sumber pendapatan yang diharapkan mampu membiayai segalah kebutuhan operasional perusahaan. Untuk dapat melaksanakan aktifitas penjualan dengan baik maka diperlukan perencanaan dan pengendalian penjualan yang baik pula. Perencanaan dan pengendalian adalah dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Karena perencanaan tanpa pengendalian akan menyebabkan target yang ditetapkan tidak tercapai secara optimal, dan pengendalian tanpa perencanaan akan sia-sia karena tidak ada target yang jelas yang ingin dicapai sehingga tidak jelas apa yang harus dikendalikan.
Perencanaan dan pengendalian atas penjualan dilakukan dengan sasaran untuk mencapai target penjualan yang diinginkan sehingga manajemen dapat memperkirakan laba yang diperoleh dalam satu periode tertentu. Salah satu alat yang digunakan manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengendalian adalah dengan melakukan perhitungan yang akurat terhadap anggaran (budget) penjualan karena dalam pelaksanaannya penganggaran penjualan bersifat dinamis, oleh karena itu sangat diperlukan suatu perhitungan yang komprehensif serta memerlukan tingkat analisa semuanya itu didasarkan pada pengalaman sebelumnya.
Pengertian anggaran penjualan adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan dalam periode yang akan datang, yang didalamnya meliputi tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualan.
Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat pengkoordinasian kegiatan dari seluruh bagian yang ada di perusahaan. Kegiatan-kegiatan seluruh bagian perusahaan akan saling menunjang dan bahu-membahu apabila terdapat perencanaan agar dapat bersama-sama menuju sasaran yang telah ditetapkan. Tanpa adanya rencana, akan sangat sulit terdapat koordinasi kerja sama diantara masing-masing bagian perusahaan dan akan sangat menganggu kelancaran jalannya perusahaan. Anggaran sangat penting bagi perusahaan sebagai langkah awal agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Anggaran bermanfaat dalam meningkatkan proses perencanaan dan pengendalian. Anggaran bermanfaat dalam proses perencanaan karena dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas organisasi. Anggaran bermanfaat dalam proses pengendalian yaitu menciptakan suatu basis untuk mengevaluasi kinerja.
Tujuan perhitungan suatu anggaran adalah memaksimalkan seluruh bagian yang ada dalam suatu perusahaan tersebut yang idealnya dapat memperkecil biaya yang harus dikeluarkan dan memaksimalkan laba kotor dari kombinasi produksi. Anggaran harus terkoordinasi, jelas dan komprehensif. Perhitungan pada suatu anggaran harus didasarka pada hasil yang diperoleh dari tahun atau periode sebelumnya.
PT. ................ Cabang ....... merupakan salah satu perusahaan dagang yang bergerak dibidang penjualan. Dalam perusahaan tersebut anggaran sangatlah dubutuhkan agar aktivitas-aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik dan dapat terkendali laba yang diharapkan yang akan tercapai. Tidak dipungkiri bahwa penjualan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan PT. ............. Cabang ........ dalam memperoleh laba. Sumber utama uang kas dari suatu perusahaan berasal dari penjualan, untuk itu diperlukan adanya suatu pengukuran terhadap penjualan. Salah satu alat pengukuran terhadap penjualan dari suatu pusat pertanggung jawaban adalah anggaran perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas maka dalam penyusunan laporan akhir ini penulis tertarik untuk menganalisa mengenai “Analisis Anggaran dan Realisasi Penjualan pada PT. ................ Cabang .............”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka perumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini yaitu: Bagaimana Perhitungan Anggaran Penjualan dan Realisasinya pada PT. .............. Cabang .............?

1.3 Ruang Lingkup Permasalahan
Pembahasan ini dibatasi hanya pada penganalisisan terhadap perhitungan Anggaran Penjualan dan realisasinya pada PT. ............... Cabang .......... selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2007, tahun 2008, tahun 2009, dan tahun 2010.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.4.1 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan penulisan ini yaitu :
1. Untuk mengetahui bagaimana perhitungan anggaran penjualan pada PT. .............. Cabang .......
2. Untuk membandingkan antara anggaran penjualan dengan realisasinya apakah sudah menggunakan metode perhitungan anggaran yang benar pada PT. ................. Cabang .......

1.4.2 Manfaat Penulisan
Manfaat yang penulis harapkan dalam penyusunan laporan akhir ini adalah:
1. Sebagai bahan masukan untuk PT. .............. Cabang ............. dalam penyusunan dan pelaksanaan pelaporan anggaran penjualan perusahaan serta proses pengendalian anggaran penjualan untuk menghindari adanya penyimpangan dimasa yang akan datang sehingga tujuan dapat tercapai sesuai target yang diharapkan.
2. Sebagai referensi dalam penyusunan Laporan Akhir dimasa yang akan datang bagi mahasiswa tahun berikutnya.

1.5 Sistematika Penulisan
Tujuan dari sistematika penulisan laporan akhir adalah untuk dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menjelaskan tentang laporan akhir ini, sehingga dapat menggambarkan hubungan antara bab yang satu dengan bab yang lainnya. Laporan akhir ini terdiri dari lima bab yaitu:

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini penulis menguraikan tentang berbagai hal yang penting dalam pembuatan laporan akhir ini, yang meliputi latar belakang pemilihan judul, batasan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan dan manfaat penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini penulis memaparkan landasan teori yang melandasi analisa yang akan dilakukan dalam pembuatan laporan akhir ini, antara lain pengertian anggaran, manfaat anggaran, faktor dan pertimbangan dalam anggaran, jenis-jenis anggaran, penyusunan anggaran, metode penyusunan anggaran, pengertian anggaran penjualan, analisa penyimpangan anggaran penjualan.
BAB III : TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini penulis akan menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan umum perusahaan PT. ................. Cabang ............., antara lain mengenai sejarah singkat berdirinya perusahaan PT. Mandala Multifinance, Tbk Cabang Sekayu, visi misi perusahaan, peraturan dan kebijakan perusahaan, deskripsi perusahaan, struktur organisasi, uraian tugas dan prosedur penyusunan anggaran.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini akan membahas dan menganalisis anggaran penjualan dengan melakukan perhitungan anggaran penjualan, dan analisis varians anggaran penjualan agar penyimpangan dapat diminimalisir dan target penjualan yang realistis.

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN
Setelah diadakan penganalisaan dalam BAB IV maka akan dibuat simpulan dari penulis tentang permasalahan pada PT. ................. Cabang ................ yang belum menggunakan metode serta kebijakan dari pimpinan perusahaan dan saran-saran yang mungkin dapat dijadikan masukan bagi kemajuan PT. ............... Cabang ..........

No comments: