Tuesday, September 6, 2011

Hutang

BAB. I
HUTANG LANCAR

A. Pengertian Hutang Lancar.
Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru

Penggolongan utang lancar :

a) Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti

b) Hutang yang jumlahnya ditaksir

c) Hutang bersyarat

B. Pengertian dan Karakteristik Hutang
1. Untuk dapat dikatakan hutang, kriteria yang harus dipenuhi:
2. Kewajiban itu ada dan merupakan transaksi di masa lalu
3. Ada kewajiban untuk menyertakan aktiva yang dapat diterima oleh yang bersangkutan di masa yang akan datang
4. Kewajiban itu dapat diukur / dinyatakan dalam satuan mata uang dengan jumlah yang pasti atau dapat ditaksir jumlahnya
5. Kreditur dan tanggal jatuh tempo dapat diketahui atau ditentukan
6. Tidak ada hak untuk membatalkan atau melepaskan diri dari hutang tersebut
C. Penilaian Terhadap hutang ( lancar )
Idealnya hutang harus diukur berdasar nilai tunai ( present value0 dari jumlah uang yang diperlukan membayar (kembali) hutang tersebut di masa yang akan dating. Tetapi di dalam prateknya, hutang lancer khususnya di catat di dalam rekening-rekening pembukuan dan disajikan didalam laporan keuangan berdasarkan nilai jatuh tempo (yaitu jumlah uang yanguang yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempohnya).

D. Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti
Yang termasuk dalam kelompok hutang ini adalah meliputi semua kewajiban untuk membayar yang jumlah dan tanggal jatuh temponya sudah pasti. Terhadap hutang tersebut tidak ada lagi unsure ketidak kepastian yang menyangkut :
1. Akan adanya kewajiban yang yang melekat pada hutang tersebut maupun,
2. Jumlah yang harus dibayar untuk menyelesaikan kewajiban tersebut di kemudian hari.

Berbagai hutang yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
1. Hutang Dagang
Adalah hutang yang berasal dari transaksi pembelian barang dagangan, bahan baku dan penolong, macam-macam supplies dan dagang timbul dari kegiatan normal perusahaan

2. Hutang Wesel (Jangka Pendek)
Hutang wesel adalah utang yang berbentuk bukti tertulis formal, yang isinya tertulis kesanggupan untuk membayar pada tanggal tertentu
Huatang yang di dukung dengan surat pengakuan hutang atau surat pernyataan kesedian untuk membayar yang biasanya dapat diklasifikasikan sebagai hutang lancar adalah :
a. Wesel bayar yang di buat dalam rangka kegiatan normal perusahaan
b. Pinjaman dengan disertai wesel (bayar) jangka pendek
c. Bagian hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo

3. Hutang Jangka Panjang yang segera jatuh tempo
Hutang wesel adalah utang yang berbentuk bukti tertulis formal, yang isinya tertulis kesanggupan untuk membayar pada tanggal tertentu. Orang atau perusahaan yang mempunyai tagihan biasanya lebih menyukai jenis ini karena ada bukti yang kuat untuk menagih, apalagi jika urusannya dengan pengadilan.

4. Hutang Dividen
Hutang dividen adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya, sebagai akibat adanyapengumuman pembagian dividen (laba) yang dilakukan oleh manajemen.
Hutang dividen timbul dan merupakan hutang sah pada saat adanya pengumuman pembagian dividen.

5. Hutang Biaya (Biaya yang Masih Harus Dibayar)
Hutang biaya timbul dari penggunaan dasar waktu (accrual basis) di dalam akuntansi, yang mempunyai konsekuensi antara lain berupa : “keharusan untuk mengakui adanya biaya-biaya yang manfaatnya sudah dinikmati dalam suatu periode, meskipun biaya tersebut belum (saatnya ) dibayar

6. Hutang pajak Penghasilan Karyawan
Perusahaan biasanya juga ditunjuk sebagi wajib pungut atas pajak untuk gaji, upah dan lain-lain pendapatn yang didapat oleh karyawan dari perusahaan di mana ia bekerja.

7. Hutang Pendapatan (pendapatan yang diterima di muka)
Penghasilan dari penjualan barang atau penyerahan jasa, yang penerimaannya telah terjadi di muka sebelum transaksi penjualan atau penyerahan jasa itu sendiri berlangsung, merupakan hutang bagi perusahaan. Hutang ini timbul karena tidak dapat dipenuhinya keewajiban untuk penyerahan barang atau jasa berakibat perusahaan harus membayar kembali uang yang pernah diterimanya.

8. Hutang Pajak Penghasilan
Hutang Pajak Penghasilan merupakan selisih jumlah pajak penghasilan yang ditetapkan berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, setelah diperhitungkan dengan pajak yang dibayar di muka (setoran masa pajak penghasilan ). (Hutang) pajak penghasilan merupakan hutang yang jumlahnya tergantung pada hasil usaha perusahaan.

E. Hutang yang jumlahnya Ditaksir ( Hutang Taksirang )
Ada beberapa jeni shutang yang jumlahnya secara pasti tidak bias di tentukan, meskipun peristiwa-peristiwa atau transaksi-transaksi yang menyebabkan timbulnyanya kewajiban untuk menyerahkan aktiva atau jasa kepada pihak lain sudah berlangsung (terjadi ).

1. Hutang Garansi atas Produk yang Dijual
Garansi merupakan suatu jaminan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli untuk memperbaiki/melengkapi kekurangan-kekurangan akan kuantitas, kualitas dari produk yang dijual di dalam menjalankan fungsinya. Garansi biasanya diberikan dalam bentuk :
a. Perawatan gratis
b. Penggantian komponen-komponen atau bagian-bagian tertentu dari unit barang yang rusak
c. Pengembalian uang atas harga yang dibayar oleh pembeli, dalam batas waktu tertentu sejak tanggal terjadinya transaksi penjualan.

F. Hutang Hadiah, yang ditawarkan kepada konsumen.
Untuk meningkatkan omzet penjualannya, kadang-kadang perusahaan menawarkan berbagai hadiah kepada para langganan (bias dibatasi waktunya jangka waktunya, tetapi bias juga tanpa dibatasi jangka waktunya). Hadiah demikian itu bias diberikan secara langsung kepada setiap pembeli, atau terbatas kepada para pembeli yang meyerahkan kembali kupon berhadiah, label

G. Hutang Bersyarat
Hutang bersyarat adalah kewajiban –kewajiban yang kepastian akan jumlah atau pihak kepada siapa kewajiban itu harus di bayar atau tanggal jatuh tempo pembayaran atau ekssistensinya (masih) tergantung pada terjadi atau tidak terjdinya salah satu atau lebih peristiwa-peristiwa di masa yang akan dating.
Berbagai keadaan yang di masa mendatang mungkin dapat mengakibatkan timbulnya suatu kewajiban yang baisanya berakhir dengan suatu kerugian dan oleh sebab itu merupakan hutang bersyarat antara lain :
1. Adanya piutang yang digadaikan
2. Adanya piutang wesel (bayar)
3. Endosemen atas wesel (bayar)
4. Adanya sengketa hukum
5. Adanya kemungkinan, perusahaan diwajibkan untuk menyetor tambahan beban pajak atau denda.

BAB II
HUTANG JANGKA PANJANG
( Hutang Obligasi)

A. Hutang Obligasi
Secara singkat obligasi dapat dikatakan sebagai suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu (pasti) di kemudian hari, dan bunga tertentu secara periodic selama jangka waktu yang tertentu pula, dengan kata lain obligasi merupakan surat pengakuan hutang yang disertai oleh kepastian mengenai tanggal pembayaran kembali pinjaman dan jumlah dan tanggal pembayaran bunganya.

a. Macam-macam Surat Hutang Obligasi
Macam-macam obligasi dapat di golongkan menurut lembaga-lembaga (perusahaan) yang mengeluarkannya, sifat dari kewajiban-kewajiban yang melekat pada pihak yang berhutang , pembuktian atas kepemilikannya dan cara pelunasannya.
1. Menurut lembaga-lembaga (perusahaan) yang mengeluarkannya, obligasi dapat dibedakan menjadi :
a. Obligasi pemerintah atau instansi-instansi pemerintah
b. Badan-badan usaha swasta, baik perusahaan manufaktur, perusahan dagang maupun real estate.
2. Menurut spesifikasinya dan sifat dari kewajiban-kewajiban yang melekat pada pihak/lembaga yang mengeluarkannya, obligasi dibedakan menjadi:
a. Obligasi dengan jaminan hipotik ( mortgage bonds0
Obligasi yang disertai jaminan berupa sejumlah barang sesuai dengan jumlah total kewajiban.
b. Obligasi dengan jaminan surat-surat berharga ( Collateral trust bonds)
Saham atau surat hutang obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan anak dan dimiliki oleh perusahaan induk, dapat di pakai sebagai jaminan atas obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan induk.
c. Obligasi dengan jaminan pihak ketiga ( GUaranted bonds0.
d. Suatu perusahaan wajib untuk membayar kembali pokok pinjaman beserta bunganya, atas obligasi yang dikeluarkan. Akan tetapi dirinya sendiri tidak dapat bertindak untuk menjamin pembayaran-pembayaran itu. Apabila jaminan semacam itu diperlukan, maka pihak ketiga yang harus melakukannya.
e. Obligasi tanpa adanya barang, surat-surat berharga dan pihak ketiga yang dipakai/ditunjuk sebagai jaminan ata pelunasan dan pembayaran bunganya.
f. Obligasi yang pembayarannya bunganya tergantung pada laba yang didapat oleh perusahaan yang mengekluarkan obligasi, di sebut income bonds.
g. Obligasi hak atas laba, disamping bunga periodic, yang tetap jumlahnya di sebut sebagai prifit-sharing bonds atau participing bonds.
h. Obligasi dengan hak konversi ( convertible bonds ),
Yaitu obligasi yang memberikan kepada pemegang (pemiliknya) hak untuk menukarkan obligasi surat berharga lain yang dikeluarkan oleh perusahaan yang mengeluarkan obligasi yang bersangkutan, biasanya dengan saham biasa.

3. Menurut pembuktian atas pemilikannya, obligasi di bedakan menjadi :
a. Obligasi terdaftar (Registered bonds )
Yaobligasi yang nama pemegang (pemilkanya harus didaftar pada perusahaan yang mengeluarkan obligasi bersangkutan.
b. Obligasi yang tidak memerlukan pendaftaran nama-nama pemiliknya ( coupon bonds)



4. Menurut cara pelunasan atau tanggal jatuh temponya, obligasi dibedakan :
a. Obligasi yang pelunasannya dilakukan sekaligus atau obligasi dengan satu tanggal jatuh tempo, (Straight or Ordinary Bonds)

b. Obligasi berseri ( Serial bonds)
Yaitu obligasi yang pelunasannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah (nominal) yang jatuh tempo. Setiap seri obligasi mempunyai tanggal jatuh tempo yang berlainan, biasanya diatur tenggang waktunya satu tahun atau satu periode pembayaran bunga.

c. Obligasi dengan hak penarikan kembali (pelunasan) oleh perusahan yang mengeluarkannya, dengan kurs pelunasan tertentu (yang telah ditetapkan) sebelum tanggal jatuh temponya ( Callable or Redeemable bonds)

5. Masalah Akuntansi terhadap hutang Obligasi
a. Pada saat pengeluaran surat hutang obligasi
b. Selama surat hutang obligasi dalam peredarannya :
1. Pembayaran bunga periodic dan bungan berjalan pada akhir periode akuntansi
2. Amortisasi diskonto dan premium hutang obligasi
c. Pelunasan kembali hutang obligasi
1. Pada saat/tanggal jatuh temponya
2. Sebelum tanggal jatuh temponya
3. Pertukaran obligasi dengan saham
4. Bond refunding.

1 comment:

Esther Masego said...

Kami di sini untuk memberitahu Anda di besar jasa keuangan kami yang diakui secara global dan asuransi modal. Kami membawa layanan pinjaman ke pintu Anda, dengan manfaat asuransi 100% dan pada tingkat bunga yang terjangkau dari 2% Layanan kami areopened kepada pelanggan dari seluruh dunia. Untuk memenuhi syarat untuk layanan pinjaman kami, kirimkan aplikasi Anda sekarang menghubungi kami untuk lebih information.e-mail: trust.quiries@yahoo.com