Thursday, May 24, 2012

Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Secara Bebas

Mengeluarkan pikiran secara bebas adalah mengeluarkan pendapat, pandangan, kehendak atau perasaan yang bebas dari tekanan fisik, psikis atau pembatasan yang bertentangan dengan tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum (penjelasan Pasal 5 UU No.9 Tahun 1998). Warga Negara yang menyampaikan pendapatnya di muka umum berhak untuk mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum (Pasal 5 UU No. 9 Tahun 1998). Apa pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab? Pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab dapat dilihat dalam tujuan pengaturan tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum sebagai berikut (Pasal 4 UU No. 9 Tahun 1998).


Oleh karena itu, ada beberapa asa yang harus ditaati dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum (Pasal 3 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu : 1. Asas keseimbangan antara hak dan kewajiban 2. Asas musyawarah dan mufakat. 3. Asas kepastian hukum dan keadilan 4. Asas proporsionalitas, dan 5. Asas manfaat Kewajiban tanggung jawab warga Negara dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum (Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998) terdiri atas: 1. Menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain. 2. Menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum. 3. Menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, dan 5. Menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Pada sisi lain aparatur pemerintah memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum (Pasal 7 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu: 1. Melindungai hak asasi manusia. 2. Menghargai asas legalitas. 3. Menghargai prinsip praduga tidak bersalah, dan 4. Menyelenggarakan pengamanan. Sedang masyarakat berhak berperan serta secara bertanggung jawab agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai (Pasal 8 UU No. 9 tahun 1998). Bentuk penyampaian di muka umum dapat dilaksanakan dengan unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum atau mimbar bebas. Unjuk rasa atau demonstrasi sebagai salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstrative di muka umum.

No comments: