Monday, October 15, 2012

Pengaruh Penjajahan Belanda Pada Rakyat Indonesia

Berbagai kebijakan politik dan ekonomi yang diterapkan oleh penjajah telah memberikan pengaruh yang amat besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan yang terjadi antara lain dalam bidang politik, social, ekonomi dan budaya. Perubahan yang terjadi diakibatkan oleh penjajah yang selalu berusaha untuk mendobrak kebijakan yang ada dan diganti dengan kebijakan penjajah. Usaha yang dilakukan oleh penjajah sering mendapat perlawanan dari bangsa Indonesia. Tetapi dengan kegigihan dan segala tipu daya yang dilakukan penjajah, akhirnya mereka dapat menguasai Indonesia.


a.       Perubahan Dalam Bidang Politik
Kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa tradisional Indonesia sejak kedatangan bangsa barat semakin lemah. Para raja, sultan dan bangsawan lainnya kehilangan kekuasaan dalam pemerintahan karena sangat tergantung kepada pemerintahan colonial belanda. Perubahan kekuasaan ini dikarenakan pemerintah belanda berusaha  untuk menguasai seluruh wilayah Indonesia.  Usaha yang dilakukan oleh pemerintah belanda antara lain selalu mencampuri masalah intern kerajaan, sehingga kebebasan para raja atau bangsawan lainnya dalam mengambil suatu kebijakan tidak ada. Hal ini mengakibatkan kekuasaan para raja atau bangsawan lainnya berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda. Akibat yang ditimbulkan selanjutnya ialah kekuasaan politik pribumi runtuh, kehidupan social ekonomi rakyat mengalami kemerosotan dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat digantikan oleh tradisi penjajah. Kondisi ini akhirnya menimbulkan reaksi dari para raja dan bangsawan lainnya yang mendapat dukungan seluruh rakyat.

b.      Perubahan dalam bidang sosial
Perubahan yang terjadi dalam bidang social sejak munculnya kekuasaan Belanda di Indonesia ialah terjadinya penindasan dan pemerasan secara kejam. Kondisi ini mengakibatkan rakyat Indonesia hidup sengsara dan menderita. Tingkat kesejahteraan rakyat menjadi sangat menurun dan beban hidup yang dirasakan menjadi sangat berat. Di Indonesia banyak terjadi kelaparan karena sumber daya alam dan tenaga kerja manusia telah dikuras oleh Belanda, seperti ketika diberlakukannya culture stelsel dan kerja rodi.
Tradisi yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia pun, seperti upacara dan tata cara yang berlaku dalam lingkungan istana, menjadi sangat sederhana bahkan cenderung dihilangkan. Tradisi tersebut secara perlahan-lahan digantikan oleh tradisi pemerintah Belanda. Akibatnya lingkungan istana mulai kehilangan jati dirinya karena dipaksa untuk mengikuti kebiasaan yang berlaku di kalangan lingkungan Pemerintah Belanda.
Perubahan lain yang dirasakan dalam bidang social ialah lenyapnya struktur penguasa local. Sebab mereka pada umumnya dipekerjakan menjadi pegawai dalam pemerintahan. Ketika mereka diangkat menjadi pegawai pemerintah, kedudukan para penguasa lokal menjadi menurun karena mereka secara otomatis berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda.

c.       Perubahan Dalam Bidang Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang dirasakan oleh bangsa Indonesia sejak kedatangan Belanda ke Indonesia mengalami kemerosotan. Kemerosotan yang paling dirasakan oleh bangsa Indonesia ialah dalam bidang perdagangan. Bangsa Indonesia pada awalnya merupakan pedagang bebas. Tapi setelah Belanda datang ke Indonesia, perdagangan (terutama perdagangan rempah-rempah) menjadi dimonopoli oleh Belanda. Akibatnya harga rempah-rempah menjadi sangat murah. Sistem monopoli yang diterapkan oleh belanda ditentang oleh bangsa Indonesia hingga mengakibatkan terjadinya peperangan.
Kehidupan perekonomian bangsa Indonesia lebih merosot lagi setelah Belanda melaksanakan culture stelsel gunga mengisi kas Belanda yang kosong. Culture stelsel telah memaksa rakyat untuk menanam tanaman yang laku dijual di dunia internasional dan bangsa Indonesia tidak diberi apa-apa sebagai imbalannya. Penderitaan dan kelaparan terjadi dimana-mana, sementara pemerintah Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat banyak.

Perubahan ekonomi yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia selanjutnya ialah dengan munculnya pelaksanaan liberalism ekonomi atau yang dikenal dengan politik Pintu Terbuka. Sistem ini dijalankan untuk menggantikan culture stelsel yang dianggap telah menyengsarakan rakyat Indonesia. Liberalisme ekonomi dijalankandengan menerapkan system kapitalisme, sehingga pemerintah Belanda tetap berusaha mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibatnya, kondisi ekonomi bangsa Indonesia tidak mengalami perubahan yang berarti. Tenaga kerja Indonesia tetap diperah untuk dijadikan sebagai kuli yang bekerja di perkebunan-perkebunan swasta miliki kaum kapitalis. Buruh tersebut terikat dalam kontrak kerja dan tidak boleh melanggar peraturan. Apabila melanggar peraturan maka akan dijerat Poenale sanctie yang sangat berat. Buruh yang bekerja di perkebunan dibayar menggunakan uang. Sebagai dampaknya, dalam masyarakat Indonesia akhirnya dikenal adanya alat tukar berupa uang. Sistem uang tersebut sekaligus mengubah system barter yang selama ini dilakukan oleh bangsa Indonesia.



d.      Perubahan dalam bidang budaya
Kehidupan budaya bangsa Indonesia sejak kedatangan bangsa Barat banyak mengalami perubahan. Budaya barat berkembang secara meluas, bahkan merusak sendi-sendi kehidupan budaya tradisional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebagai contoh, kebiasaan minum-minuman keras yang dilakukan oleh golongan bangsawa. Kebiasaan tersebut bukan milik asli bangsa Indonesia, tetapi merupakan kebiasaan yang berlaku di kalangan bangsa barat. Oleh sebab itu, dalam bidang budaya di Indonesia terjadi westernisasi yaitu cenderung meniru budaya kebarat-baratan.
Perubahan dalam bidang keagamaan juga dirasakan oleh bangsa Indonesia. Bangsa Barat berusaha menyebarkan agama katholik dan protestan dengan mendatangkan misionaris atau pendeta ke Indonesia. Di beberapa wilayah Indonesia, seperti di kepulauan Maluku dan Sumatera utara, berhasil disebarkan pengaruh agama tersebut.
Perubahan lain yang terjadi ialah dalam bidang pendidikan. Pada akhir abad ke-19, system pendidikan yang berkembang di Indonesia semakin banyak. Sistem pendidikan ada yang diselenggarakan oleh kelompok keagamaan dan ada yang deselenggarakan oleh pemerintah colonial belanda. Sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok keagamaan lebih menitikberatkan pada pendidikan agama, seperti Agama Islam yang pendidikannya diselenggarakan melalui pesantren. Dalam pesantren seorang siswa menerima materi yang garis besarnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan syariat Islam. Begitu pula lembaga keagamaan lainnya, pendidikan yang diberikan kepada siswanya berhubungan penanaman agama masing-masing.
Pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Kolonial Belanda, menekankan pada system pendidikan Barat yang telah memiliki kurikulum yang jelas. Sistem pendidikan barat berkembang di Indonesia setelah muncul politik Etis, yang salah satu isinya menganjurkan adanya edukasi (pendidikan). Para penganjur Politik Etis berpendapat bahwa pemerintah Belanda berhutang kebaikan kepada bangsa Indonesia yang telah melaksanakan Tanam Paksa hingga Belanda menjadi Negara  yang makmur. Oleh sebab itu, pemerintah Belanda harus membalas kebaikan bangsa Indonesia. Salah satunya ialah dengan memberikan pendidikan kepada rakyat Indonesia. Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Belanda pada awalnya hanyalah sebagai usaha untuk memenuhi tenaga kerja yang bisa membaca dan menulis yang nantinya dapat disalurkan pada perkebunan Belanda atau kantor-kantor milik Belanda. Tujuan Belanda mencetak tenaga kerja Indonesia yang bisa membaca dan menulis ialah supaya upah tenaga kerja yang harus dibayarkan murah.

2 comments:

Novi Sonya said...

terimakasih sangat berguna untuk makalah saya :D

SUCCESS BLOGGER said...

makasih ka singkat padat. Smoga brmanfaat utk saya