Tuesday, May 7, 2013

Membedakan Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda



“ Membedakan Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda”
Lafal                : Cara seseorang atau sekelompok  dalam pengucapan bunyi bahasa.
Intonasi           : Tinggi rendahnya suatu nada
Tekanan           : Menekan kata yang dianggap penting dalam kalimat
Jeda                 : Pemberhentian sementara dalam pengucapan bunyi bahasa

Mencatat Lafal, Tekanan ,Intonasi, dan Jeda dengan Berlatih Menyimak
Berlatih menyimak/ praktik menyimak perlu memperhatikan langkah-langkah berikut :
1.      Simaklah rekaman/ wacana yang disajikan
2.      Buatlah catatan-catatan yang spesifik
3.      Cocokkan catatan kamu dengan catatan teman-teman
4.      Simpulkan hasil simakan kamu
5.      Ungkapkan hasil simakan kamu dengan bahasa sendiri


Mengenal ragam bahasa baku
Dalam membicarakan ragam bahasa baku, kita perlu memperhatikan hal –hal berikut :
1.      Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang dipakai dalam situasi resmi/ formal baik lisan maupun tulis.
a.       Pembicaraan dimuka umum
b.      Pembicaraan dengan orang-orang yang dihormati
c.       Komunikasi resmi
d.      Wacana teknis
2.      Segi bahasa yang telah diupayakan pembukuanya meliputi :
a.       Tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat yang berpedoman pada buku Tata bahasa dan baku Bahasa Indonesia.
b.      Kosakata yang berpedoman pada kamus besar Bahasa Indonesia.
c.       Istilah kata yang berpedoman pada pedoman pembentukan istilah.
d.      Ejaan yang berpedoman pada Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD)
e.       Kreteria lafal Baku adalah tidak menampakkan dialek kedaeraan.

Fungsi Ragam Baku dan Tidak Baku
Fungsi ragam bahasa baku dan tidak baku berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaianaya
Penggunaan bahasa baku memiliki fungsi sbb :
1.      Pemersatu
2.      Pemberi kekhsan
3.      Pembawa kewibawaan
4.      Kerangka acuan













Ragam Bahasa Baku

Ragam bahasa berdasarkan sarana ada 2 yitu,
1.      Lisan                ajaran
2.      Tulis                 tulisan
Ragam bahasa berdasarkan situasi pemakaianya ada 2 yaitu :
1.      Resmi / baku
2.      Tidak resmi/ tidak baku
Kata           kalimat           klausa              frasa            faragraf
Kata morfem
Kata         terdiri dari beberapa huruf
Hurup = fonem ( dari a-z) / a/
Contoh fonem :  adalah   = /a/d/l/h

Ciri-ciri ragam bahasa resmi adalah sbb:
1.      Digunakan dalam situasi resmi
2.      Nada bicara (intonasi) yang cenderung datar
3.      Mengunakan diksi yang baku dan
4.      Kalimat yang digunakannya adalah kalimat yang lengkap
Adapun cirri-ciri ragam bahasa tidak resmi adalah sbb:
1.      Digunakan dalam situasi resmi
2.      Mengunakan disi yang tidak baku, dan
3.      Sering mengunakan kalimat –kalimat tidak lengkap



‘’ Ciri-ciri Bahasa Baku’’
1.      Tidak dipengaruhi bahasa daerah
Contoh :
            Baku                            Tidak baku
            Saya                            Sayah
            Ibu                               Nyokap
2.      Tidak dipengaruhi oleh bahsa asing
Contoh  :
Baku                            Tidak Baku
Kantor tempat             Kantor dimana
Itu benar                      itu adalah benar
3.      Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
Contoh :
            Baku                            Tidak Baku
            Dengan                        Sama
            Mengapa                     Ngapa
4.      Pemakaian imbuhan secara ekslisit
Contoh :
Baku                                                    Tidak baku
Ia bekerja keras                                   ia kerja keras
Tyson menyerang lawanya                  Tyson serang lawanya
5.      Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
Contoh :
Baku                                        Tidak Baku
Suka akan                                suka dengan
Di sebabkan oleh                     disebabkan oleh
6.      Tidak terkontaminasi dan tidak rancu
Contoh :
            Baku                                        Tidak Baku
            Berkali-kali                              berulang kali
            Mengesampingkan                  mengenyampingkan
7.      Tidak mengandung arti Pleonasme
Contoh :
            Baku                            Tidak Baku
            Para tamu                    Para tamu-tamu
            Hadirin                        Para Hadirin
8.      Tidak mengandung Hiperkorek
Contoh :
            Baku                            Tidak Baku
            Insaf                            insyaf
            Sah                              Syah


Pemakaian bahasa baku dalam ragam lisan dapat diidentifikasi melalui kreteria :
1.      Lafal yang sesuai dengan sistem bunyi bahasa Indonesia
2.      Lafal yang tidak menampakkan cirri kedaerahan atau ciri asing

No comments: